Saat ini media sosial telah menjadi salah satu tolak ukur untuk melihat perkembangan yang terjadi di masyarakat Indonesia. Persoalan-persoalan yang sedang hangat akan muncul di media sosial.

Masih ingat bukan bahwa sekitar seminggu hingga dua minggu lalu di media sosial rame banget mengenai Pemerintah Indonesia yang diisukan akan menjual salah satu asetnya, yakni Bandara Soekarno-Hatta?

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan dalam diskusi Media yang diselenggarakan oleh Forum Merdeka Barat 9, pada Jumat, 17 November 2017 di Ruang Abdulgani, Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, menegaskan “Jelas, kita tidak ada niat menjual Bandara Soetta. Sebenarnya, apa yang kita lakukan malah lebih banyak melakukan kerjasama dengan pihak swasta,”

Pada forum diskusi yang bertajuk “Amankah Pembiayaan Infraksturtur Negara”, narasumbernya selain Menteri Perhubungan, hadir pula di antaranya adalah Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Dirjen PPR Kemenkeu) Robert Pakpahan dan Direktur Utama PT. Jasa Marga Desi Arryani. Kebetulan saya berkesempatan menghadiri diskusi ini bersama teman-teman blogger.

Nah dari pernyataan Menhub di atas sudah jelas bukan, bahwa isu yang beredar belakangan adalah hoax. Tidak dapat dipungkiri penyebaran isu di media sosial terlalu cepat dan kewajiban kita untuk memilah atau membacanya dengan teliti agar tidak termakan dengan isu. Masyarakat Indonesia terkadang langsung menyebarkan berita tanpa membacanya terlebih dahulu bahkan menyimpulkannya hanya dari judulnya saja.

Diskusi Media Forum Merdeka Barat (17/11/17)

Lantas apa saja sih yang terdapat pada diskusi ini?
Selama Pemerintahan Jokowi-JK, pembangunan infrakstur menjadi fokus utamanya. Hal ini seperti yang telah kita ketahui melalui jumlah Anggaran Pembangunan infrastruktur pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Setiap tahunnya anggaran tersebut terus meningkat, seperti di tahun 2014 sebesar 269,1 triliun dan di tahun 2016 mencapai Rp 401,1 triliun pada APBN-P 2017.

Untuk itu dengan cara apa pemerintah mengatasi skema pembiayaan guna mewujudkan inovasi infrakstur?

Untuk menggenjot pembangun infrakstur tersebut pemerintah tak hanya mengandalkan dari APBN saja, sebab pemerintah juga menggandeng dari pihak swasta untuk membangun infraksturtur tersebut agar lebih cepat.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Robert Pakpahan dalam acara yang sama, “Saat ini pun sudah ada sejumlah proyek pemerintah yang bekerja sama dengan swasta, seperti Palapa Ring dan pembangkit listrik di Batam,” Hal ini bertujuan untuk mempercepat konektivitas transportasi di Indonesia.

Selain itu, kebutuhan anggaran pada sektor transportasi setiap tahunnya mencapai Rp. 1500 triliun. Namun, pembiayaan dari APBN per tahunnya hanya sekitar Rp 250 triliun.

“Ada gap antara kebutuhan dan anggaran yang ada sehingga diperlukan kerja sama dengan swasta,” jelas Budi Karya Sumadi.

Nah, seperti judul pada postingan ini, “Amankah Aset Negara?”, maka kita bisa menyimpulkan jawabannya adalah aman.

Oh ya, untuk Diskusi dari Forum Merdeka Barat ini sering dilakukan. Forum ini menjawab isu-isu yang sedang hangat di media sosial dan yang paling mengasikkan dan berbeda dengan forum diskusi lainnya adalah, para narasumber yang hadir dalam forum ini adalah mereka yang berkompeten dalam bidangnya. Jadi, forum ini bisa menjawab secara jelas isu-isu yang sedang berkembang di media sosial maupun di dunia nyata.