Ini adalah pertama kali aku ke kota hujan Bogor, aku kira Bogor dengan Jakarta itu dekat. Ternyata lumayan melelahkan juga. begitu berangkat dari Jakarta kami saat itu naik motor, yang membuat capeknya itu sepanjang di perjalanan Jakarta Bogor itu hujan. Kalau mengendaraikendaraan roda empat (mobil) sih tidak begitu melelahkan. Tentunya dengan keadaan basah kuyup dan dingin menyerang badan yang terus menggigil. Perjalanan itu menumpuh waktu sekitar 3 jam lebih.

Sampai di Villa tempat aku menginap (Villa ada di gambar) ternyata tempatnya nyaman. Lokasi Villa di daerah Cipayung. kami disambut pemandangan yang menyuguhi hijaunya dedaunan, embun sore yang segar membuat dingin tubuh, sejuknya udara. Indah dan sangat indah, tapi ada satu yang membuat aku sedikit “jijik” di depan Villa itu banyak lalat yang berterbangan, entah kenapa lalat itu terus di depan pintu.Tapi itu tidak mengurangi rasa nyaman di tempatku menginap. Villa itu tiga lantai (dari luar kelihatannya dua lantai tapi setelah masuk ada lantai menuju bawah. Lantai paling bawah itu berisi meja dan kursi semacam buat meeting. Sedangkan lantai dua terdapat ruang tamu yang cukup besar dan kamar-kamar. Sedangkan lantai atas berisi kamar semua).Setelah itu kami mengumpulkan tenaga sejenak untuk melanjutkan liburan yang indah. Melanjutkan aktivitas liburan pertama dengan mengisi perut. Menu makanan sudah disiapin oleh pemilik villa. perut yang sudah lapar di perjalanan diisi dengan masakan-masakan tradisional. Berbagai macam sayuran, tahu, tempe, lalapan yang masih segar dan sambal yang sangat mengoyak-ngoyak lidah.

Perut sudah terisi kami ada yang istirahat dan ada yang photo-photo (narsis sedikit), akupun juga tak ingin melewatkan moment itu dengan begitu saja. Aku memotret sana-sini, gaya ini-itu sampai capek sendiri.
Di depan Villa terdapat sebuah kolam renang, airnya yang biru membuatku tak sabar untuk berenang disitu, sampingnya (kolam) banyak pohon palem yang tinggi. samping Villa terdapat hamparan rumput yang hijau dan sebuah lapangan basket serta futsal. Rasanya betah sekali tinggal di tempat itu. Setelah adzan Magribh berkumandang, aku (kami) membuat sate, tentunya dengan susah payah.Malam datang membawa angin yang dingin, kegiatan malam itu tak ada sih sebenarnya, tidak ada jadwal yang pasti. Malam itu aku (kami) lewati dengan bersantai, bercanda ria. Tapi ada sedikit “minuman” juga sih. Malam semakin larut, mata juga semakin merah kepala sedikit mutar-mutar akhirnya “minuman” itu habis juga diminum. Semakin lama semakin terbang, udara yang dingin tidak terasa di tubuh malah menjadi sedikit “panas”. “Minuman” sudah habis serta peminumnya juga ikutan tepar.Tapi aku tidak tidur aku menikmati malam itu dengan main PS (Playstation) sampai-sampai tidak terasa matahari dari timur sudah muncul membayangi jendela Villa. Embun yang manis menghinggapi. Aku langsung beranjak keluar Villa untuk menikmati datangnya matahari itu di rumputan(samping Villa) itu aku menikmati embun-embun yang menempel di tubuhku,burung-burung bersautan tanpa henti ,seperti di Surga saja! (Katanya ‘kan Surga nikmat seperti itu).

Kawan-kawanku sudah bangun, belum mandi dan mata masih sedikit merem, mereka sudah memegang piring dan melahap nasi goreng suguhan pemilik Villa . Akupun tanpa pikir panjang langsung gabung ikut sarapan bersama. Setelah makan selesai, kami bermain futsal (dengan alat seadanya dengan bola plastik) baru beberapa menit kaki ini sudah bengkak-bengkak karena tidak memakai sepatu. Futsal selesai aku langsung menceburkan diri ke kolam. Setelah itu kami mengitarai sekitar Villa sampai matahari menyengat tubuh sampai sore.

Sekitar jam 3 aku pulang kembali ke Jakarta (yang penuh polusi) itu.

Oleh Robit Mikrojul Huda
Follow My Twitter @RobitMH
Bogor – Jakarta, 27 Oktober 2012