Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, setidaknya terjadi 4.100 kasus kanker di Indonesia pada anak dan menjadi penyebab kematian kedua pada usia 5-14 tahun. Bahkan setiap tahunnya jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar tujuh persen.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tyas Handayani, Ketua Yayasan Pita Kuning Indonesia, bahwa jumlah penderita kanker anak di Indonesia terus meningkat.

“Dari jumlah itu, sebanyak 650 penderita kanker anak tiap tahun berasal dari Jakarta,” jelas Tyas.

Kondisi di atas menjadi persoalan penting bagi Kementerian Kesehatan, perusahaan yang bergerak di bidang asuransi dan tentu masyarakat pada umumnya.

Misalnya Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) yang baru-baru ini telah menyerahkan mesin Apheresis kepada Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) yang akan digunakan di Rumah Sakit Universitas Hasanudin, Makassar.

Prudential Indonesia sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama 22 tahun melayani masyarakat Indonesia bisa dijadikan contoh. Ia membuat program tanggung jawab sosial Prudential Indonesia.

Tujuan penyerahan mesin Apheresis tersebut sebagai wujud komitmen Prudential untuk terus fokus kepada perlindungan kondisi kritis. Mesin ini berfungsi membuang sel-sel kanker yang beredar dalam tubuh, dan tetap mempertahankan sel darah yang sehat dalan waktu yang cepat.

Program penyerahan mesin Apheresis ini tidak berhenti di Rumah Sakit Hasanudin Makassar saja, karena Prudential akan lebih banyak menyalurkan ke rumah sakit-rumah sakit umum yang menerima pasien kanker anak di Indonesia.

Prudential - Mesin Apheresis 3

Sampai saat ini beberapa Rumah Sakit kanker yang telah menerima mesin Apheresis dari Prudential Indonesia:

1. RSKD Dharmais, Jakarta
2. ‎RSUD Dr. Soetomo, Surabaya
3. ‎RSUP Sanglah, Denpasar
4. ‎RS dr. Cipto Mangukusumo, Jakarta
5. ‎RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta
6. ‎RS Universitas Hasanudin, Makassar
7. ‎Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung

“Prudential mempunyai komitmen untuk selalu berkontribusi kepada masyarakat dimanapun kami beroperasi. Kami bersyukur atas kerja sama kami dengan YOAI yang sudah lama terbentuk dengan kuat, dan melaluinya, kami mampu membantu banyak anak-anak penderita kanker.” jelas Rinaldi Mudahar, Country CEO & Chief Executive Agent Prudential Indonesia.

Pada program tanggung jawab sosial ini, Prudential memiliki 3 pilar, yakni;
1. Kesehatan
2. Pendidikan
3. Kesiapsiagaan dan bantuan bencana

Kesehatan
Kesehatan merupakan faktor penting bagi masyarakat pada umumnya. Dari tahun ke tahun, penderita penyakit kritis selalu bertambah tanpa mengenal usia. Ancaman penyakit serius seperti kanker-pun menjadi momok yang amat menakutkan untuk berbagai usia. Dengan adanya program atau jaminan dari Prudential pada kesehatan, kita bisa terproteksi dari adanya penyakit dalam hal biaya. Karena saat ini biaya kesehatan itu mahal.

Pendidikan
Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, maka pendidikan turut serta menjadi penentu kualitas generasi muda. Prudential memiliki layanan jaminan pendidikan bagi kita atau buah hati. Pendidikan yang lebih baik akan menghasilkan generasi muda yang berkualitas dan memiliki daya saing dengan negara lain. Prudential mengambil perannya sebagai wujud harapannya untuk indonesia lebih baik.

Kesiapsiagaan dan bantuan bencana
Saat pendidikan dan kesehatan menjadi pilar penting yang ada pada program Prudential, kesiapsiagaan dan bantuan bencana-pun tak luput dari programnya. Dengan mengambil sampel berbagai kejadian tak terduga yang bisa menghilangkan aset. Di sini, Prudential mengambil peran sebagai asuransi yang mampu mengcover kepada nasabahnya. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang telah diatur. Selain memberi rasa aman, dengan adanya program kesiapsiagaan dan bantuan bencana ini, Prudential berharap dapat meminimalisir dampak bencana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here