ROBIT.ID – Hidup sehat. Ya, dua kata yang diinginkan oleh semua orang, baik dari generasi muda sampai generasi tua. Akan tetapi, masih jarang yang melakukan gaya hidup sehat. Saya sendiri pun juga masih susah untuk menerapkan. Misalnya dengan mengonsumsi makanan sehat, olahraga seimbang, rutin cek kesehatan dan lain-lain.

Berbicara mengenai gaya hidup sehat, hal yang paling sederhana itu dimulai dari rumah. Yakni dengan makanan atau konsumsi sehari-hari. Dengan mengonsumsi pola makan yang sehat, adalah salah satu langkah yang baik untuk masa depan.

Dari bahan makanan tersebut, yang paling mendasar adalah nasi. Makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia adalah nasi. Meskipun di beberapa wilayah Indonesia terdapat jagung, singkong dan lainnya, namun beras atau nasi menjadi makanan paling utama di Indonesia. Menurut data Organization of the United Nations (FAOSTAT), pada tahun 2014 adalah Indonesia menempati tiga terbesar produsen beras di dunia.

Nasi memang menjadi bagian penting bagi kebutuhan masyarakat Indonesia. Maka bukan hal aneh jika di Indonesia memiliki lahan pertanian yang luas khususnya padi.

Bahkan sampai ada ungkapan mengenai nasi, misalnya “orang Indonesia kalau belum makan nasi, sama saja seperti belum makan”, begitulah ungkapan yang beredar hingga sekarang. Bagi saya ungkapan tersebut juga menghinggapi alam bawah sadar, bahwa kalau belum makan nasi, ya belum makan.

Tapi itu terbukti juga sih, misalnya di pagi hari ketika saya sarapan roti tawar dua lembar ditambah dengan susu. Selang beberapa jam, perut sudah mulai lapar. Akan berbeda jika sarapan dengan nasi, meskipun porsinya sedikit, namun efeknya lebih kenyang dan lebih lama merasakan lapar.

Entah apakah memang kandungan karbohidratnya lebih tinggi nasi dibanding dengan roti atau lainnya, saya tidak begitu paham. Atau jangan-jangan ini hanyalah mindset saya sendiri. Saya juga tidak tahu.

Produksi Beras di Indonesia
Berbicara mengenai produksi beras di Indonesia, ternyata hingga sekarang didominasi oleh petani kecil dan bukan perusahaan besar yang dimiliki oleh swasta maupun negara. Jumlah produksi dari petani kecil mencapai 90 persen dari produksi total beras di Indonesia.

Jika kita melihat data yang dikeluarkan oleh Food and Agriculture Organization of the United Nations and Kementerian Agrikultur, produksi beras di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Bahkan dua tahun terakhir produksi beras mengalami kenaikan yang sangat signifikan dibanding dengan tahun sebelumnya.

Para petani yang memproduksi beras terbesar di Indonesia terdapat di 5 provinsi, yakni; Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Bisa dikatakan, provinsi tersebut menjadi lumbung padi di Indonesia.

Oh ya, pada tahun 2017 lalu, konsumsi beras di Indonesia mencapai 150 kilogram beras per orang dalam setahun.

Produksi Beras di Indonesia
Produksi Beras di Indonesia

Tapi yang menjadi persoalan adalah, ditemukannya beberapa beras yang beredar di pasaran telah dicampur dengan pemutih, pengawet, dan lain-lain. Nah di sinilah peran kita untuk memilah beras yang terbaik untuk menjaga tubuh dan kesehatan. Karena hidup sehat bisa dimulai dari yang sederhana, yaitu dari rumah. Dengan masakan dari rumah kita bisa mengontrol bahan, bumbu, kebersihan, juga kandungan gizinya.

Kita percaya bahwa nasi mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan karbohidrat, protein, berbagai mineral, dan vitamin. Akan tetapi, faktanya tedapat beberapa kandungan yang berkurang atau hilang saat pengolahan gabah menjadi beras. Kondisi tersebut pernah diungkapkan oleh Dr. David Fajar Putra, MS, SpGK di Readers Digest, bahwa akibat proses penggilingan dan pemolesan (sosoh/selip) beras putih telah kehilangan kurang lebih 80 persen vitamin B1, vitamin B3, 90 persen vitamin B6, 50 persen mangan, 50 persen fosfor, 60 persen bahkan 100 persen serat serta asam lemak esensial. Jadi yang tersisa pada beras putih hanya karbohidratnya saja.

Beras Hidup Sehat hasil gilingan sendiri
Beras Hidup Sehat hasil gilingan sendiri

Untuk mengatasi hilangnya kandungan dalam beras tersebut, mulai sekarang kita bisa menggiling serta memproses beras mulai dari gabah hingga menjadi beras sehat dengan cara sendiri. Tapi tunggu dulu, maksudnya proses tersebut tidak seperti dengan penggilingan konvensional yang telah ada. Akan tetapi mesin ini khusus dibuat untuk penggunaan rumah tangga yang diproduksi oleh PT Readboy Indonesia bernama Re-Rice.

Sebelum mengulas mengenai mesin ini, saya akan menarik ke belakang bahwa yang kita tahu tentang alat penggiling gabah adalah ‘mesin besar’ dan harganya sudah pasti mahal. Dengan hadirnya Re-Rice, membuat masyarakat semakin mudah untuk menghasilkan beras hidup sehat.

Mesin Re-Rice dari PT Readboy Indonesia
Mesin Re-Rice dari PT Readboy Indonesia

Beras hidup sehat dihasilkan dari proses menggiling gabah menggunakan mesin Re-Rice Live Maker yang khusus dibuat untuk memproses dari gabah yang memiliki kulit/ari hingga menjadi beras sehat. Dengan menggunakan mesin Re-Rice akan terjamin kualitas dan yang terpenting juga adalah terhindar dari zat kimia berbahaya.

Seperti yang diungkapkan oleh Jenny Widjaya, CEO PT Readboy Indonesia “Salah satu gaya hidup sehat adalah dengan memperhatikan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Beras menjadi salah satu kebutuhan pokok yang tak bisa diabaikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi penting dalam tubuh. Itu sebabnya, kita perlu memilih beras berkualitas bagus agar seluruh manfaat beras mampu memneuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh kita.”

Nah, gak sabar kan ingin melihat penampakan dari Re-Rice dan cara kerjanya?

Re-Rice Milling Machice
Mesin Re-Rice sangat ringan, dengan berat total 8 kilogram dan dengan dimensi panjang 422mm, lebar 320mm, dan Tinggi 424mm ini sangat praktis untuk pemakaian rumah tangga. Mesin ini juga tidak akan menghabiskan tempat saat ditaruh di dapur. Re-Rice berbahan plastik Food Grade dan stainless strainer membuat mesin ini semakin simpel. Soal listrik dan berapa besar wat yang digunakan untuk menggiling padi, Re-Rice hanya memerlukan 170 W saja. Sangat hemat bukan?

Mesin Re-Rice awet atau tidak sih sebenarnya? Kita bisa lihat dari sisi alat serta komponennya. Re-Rice dibuat dan dirancang dari komponen teknologi dari Jepang, sehingga mesinnya kuat dan tahan lama. Pasti mesin ini tidak ada garansi, ya? Tenang, Re-Rice memiliki garansi service selama 5 tahun dan sparepart selama 1 tahun. Dalam pembuatannya, Re-Rice memang tak main-main, dan dibuat sangat serius agar menghasilkan beras hidup yang lebih bergizi, wangi, nikmat, dan tentunya sempurna. Jadi beras yang dihasilkan masih mengandung kulit ari/bekatul yang kaya akan serat, gizi, vitamin, dan antioksidan.

Untuk siapa saja beras hidup sehat? Tentunya untuk semua orang, baik bayi maupun orang tua, tidak ada batasan usia.

Cara penggunaanya juga sangat mudah, kita tinggal memasukkan padi ke mesin, dan ditekan “start”. Selama penggilingan, padi menjadi beras hidup sehat, mesin Re-Rice hanya membutuhkan 3-7 menit untuk menghasilkan 1kg beras. Menariknya lagi, pada mesin ini juga memiliki timer, jadi saat menggiling, kita bisa mengatur waktu dan bisa melakukan aktivitas lain.

Ibu Jenny Widjaja CEO PT Readboy Indonesia menjelaskan cara kerja mesin Re-Rice kepada teman-teman BLogger
Ibu Jenny Widjaja CEO PT Readboy Indonesia menjelaskan cara kerja mesin Re-Rice kepada teman-teman Blogger

Readboy Indonesia adalah pelopor mesin penggiling padi untuk rumah tangga, dan ini satu-satunya di Indonesia. Dengan menggunakan Re-Rice, kita menghasilkan beras yang hidup, segar untuk dikonsumsi layaknya kita makan pisang yang baru saja dikupas kulitnya. Beras hasil gilingan sendiri juga terhindar dari zat kimia seperti pewangi, pemutih dan lain sebagainya.

Nasi Goreng Beras Hitam
Nasi Goreng Beras Hitam

Berbicara soal rasa, ternyata beras yang digiling sendiri ternyata rasanya berbeda dengan beras yang biasa saya makan. Jadi, ketika saya kunyah itu masih benar-benar fresh dan empuk atau pulen kalau bahasa jawanya.

Hal ini saya ungkapkan karena saat di PT Readboy Indonesia, saya diberi kesempatan untuk mencoba nasi Re-rice yang telah diolah menjadi nasi goreng. Sebelumnya saya juga tidak suka dengan beras hitam, ternyata setelah mencoba hasil gilingan dari Re-Rice, saya memiliki pilihan baru. Tak hanya nasi putih yang saya konsumsi seperti biasanya.

Saat melahap Nasi Goreng Hitam dengan beras hasil gilingan sendiri
Saat melahap Nasi Goreng Hitam dengan beras hasil gilingan sendiri

Waduh, tampaknya sudah panjang lebar berbicara mengenai mesin Re-Rice, ya? Padahal hal yang terpenting selain manfaat dan penggunaannya adalah pada harga. Wahaha, sampai kelupaan. Untuk membawa pulang Re-Rice, kamu hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 3.880.000,-. Eh salah, ternyata saat ini Readboy Indonesia sedang ada masa promo khusus, kamu hanya mengeluarkan Rp 2.980.000,- saja. Ah senangnya, selain sedang promo mesinnya, ternyata saat kita membeli, juga mendapatkan Free Food Container, strainer, dan gabah natural putih seberat 4kg secara gratis. Asik bukan?

Re-Rice Live Maker
Keuntungan menggiling beras sendiri dengan Re-Rice Live Rice Maker

Nah untuk ini, waktunya hanya terbatas lho. Jadi segera dapatkan mesin Re-rice selama promo masih berlaku. Dan rasakan sensasi menggiling padi dengan mudah di rumah. Dan satu lagi, kamu cobain deh hasil beras tersebut. Pulen, euy!

PT Readboy Indonesia
Boulevard Artha Gading
Sentra Bisnis Artha Gading, Blok A7-D No.17
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240, Indonesi
www.rbshop.id