ROBIT.ID – Jika ada pertanyaan ke masyarakat tentang pilihan membaca atau menonton video dan televisi, pasti mayoritas jawabannya adalah lebih memilih menonton video ataupun televisi. Budaya membaca buku masyarakat Indonesia memang sangat rendah, bahkan sudah pada kondisi yang memprihatinkan.

Pendapat di atas memang benar adanya. Karena hasil dari studi “Most Littered Nation in the World” yang dirilis oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 lalu, Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 61 negara. Posisi itu persis di bawah Thailand dan di atas Bostwana. Melihat data di atas bisa disimpulkan bahwa, masyarakat Indonesia terutama anak-anak usia sekolah dan mahasiswa harus digalakkan untuk membaca buku.

Nah kebetulan hari Kamis, 14 September 2017 kemarin, saya berkesempatan menghadiri acara peresmian gedung Perpustakaan Nasional RI yang baru. Saya hadir bersama teman-teman blogger, untuk menyaksikan acara tersebut yang langsung diresmikan oleh Presiden Indonesia, Joko ‘Jokowi’ Widodo.

Buku adalah jendela dunia

Kalian pasti pernah mendengar atau tidak asing dengan kalimat “buku adalah jendela dunia”. Memang benar, dengan membaca buku kita bisa mengetahui hal-hal yang belum pernah kita ketahui. Selain itu, dengan membaca buku bisa memperluas wawasan kita. Dengan kata lain buku adalah hal yang sangat berharga bagi kehidupan. Namun sayangnya, masyarakat kita masih belum menyadari akan pentingnya membaca buku. Jika menengok sedikit ke belakang, misalnya pada bapak bangsa seperti Bung Hatta, pernah mengatakan bahwa “Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas”.

Budayakan membaca

Apasih yang terlintas di benak kalian mengenai membaca buku, terlebih lagi di perpustakaan. Dalam banyak film-film di Indonesia, kebanyakan orang yang pergi ke perpustakaan adalah identik dengan seorang kutu buku. Menggunakan kacamata tebal, dan jarang bergaul. Penggambaran seperti itu sering kita lihat di televisi.

Namun apakah yang sering ke perpustakaan seperti itu? Nyatanya tidak demikian kok. Apalagi sekarang di Indonesia akhir-akhir ini pegiat literasi di daerah-daerah sedang gencar mengajak masyarakat untuk aktif membaca buku.

Peresmian Gedung Perpustakaan Nasional

Peresmian Gedung Perpustakaan Nasional 2
Foto: Arkian Widi

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa Gedung Perpustakaan Nasional baru saja diresmikan pada Kamis, 14 September 2017. Gedung yang baru ini memiliki 24 lantai dan tiga lantai bassement. Berdiri di atas lahan seluas 11.886 meter persegi dengan luas bangunan 50.445 meter persegi. Sangat besar dan mewah sekali untuk ukuran sebuah perpustakaan. Bahkan Presiden Jokowi ketika meresmikan gedung ini juga mengatakan “Untuk sebuah gedung perpustakaan, Gedung Perpusnas RI adalah gedung yang tertinggi di dunia”.

Presiden Jokowi meresmikan gedung perpusnas
Presiden Jokowi saat meresmikan Gedung Perpusnas | Foto: Arkian Widi

Peresmian Gedung Perpustakaan Nasional ini meriah sekali. Selain dihadiri Presiden Jokowi, hadir pula Gubernur Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir, Kepala Perpustakaan Nasional, Muh. Syarif Bando dan tentu saja sang duta baca nasional, Najwa Shihab.

Najwa Shihab di Peresmian Gedung Perpusnas
Para Blogger foto bareng dengan Najwa Shihab

Dalam pembangunan gedung ini, pemerintah mengalokasikan dananya lebih dari 500 miliar yang diambil dari anggaran APBN tahun 2014-2016. Menariknya adalah, di setiap lantai gedung ini memiliki fungsi masing-masing.

Misalnya pada Lantai 1 : Lobby Utama
Lantai 2 : Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater,
Lantai 3 : Zona Promosi Budaya Baca,
Lantai 4 : Ruang Pameran Koleksi Perpustakaan,
Lantai 5 : Ruang Pustakawan ,
Lantai 6 : Data Center dan lain sebagainya.

Ruang Teater di Perpusnas
Ruang Teater di Perpusnas

Gedung Perpusnas yang baru ini juga memiliki akses wi-fi yang cepat. Jadi kita bisa betah berlama-lama di sini. Oh ya, di ruang teaternya juga nyaman dan bagus. Gedung Perpusnas ini beralamat di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, bersebelahan dengan Balaikota. Untuk jam bukanya adalah: Senin – Jumat pukul 08:30 – 18:00 dan untuk hari Sabtu dan Minggu pukul 09:00 – 18:00. Hari libur nasional tutup.

Untuk kartu anggota, kamu bisa mendaftar dengan datang langsung ke Perpusnas atau bisa mendaftar gratis via online di websitenya.

Website: perpusnas.go.id
Twitter: @Perpusnas1
Email: info@perpusnas.go.id

  • Monica Anggen

    Koleksinya keren-keren ya? Bisa nih kapan-kapan kita planning seharian di sini buat kumpulin referensi untuk bahan tulisan ya.