Jika kamu adalah seorang yang fanatik atau setiap harinya bergelut dengan media sosial, baik facebook, twitter, maupun media sosial lainnya, maka akan mendapatkan betapa banyaknya berita yang bertebaran. Yang menjadi persoalan adalah, dengan banyaknya berita tersebut terdapat informasi palsu atau hoax. Parahnya lagi adalah, informasi hoax saat ini sedang merajalela di masyarakat.

Dengan karakter masyarakat Indonesia yang gemar menyebarkan berita (terkadang tidak dicek terlebih dahulu), bisa menjadi dua mata pisau. Di satu sisi akan cepat tersebar kepada semua orang, namun di sisi lain, jika informasi yang disebarkan itu palsu, akan membuat masyarakat bisa dirugikan, menimbulkan perpecahan, dan kerugian lainnya. Jadi disarankan adalah, ketika ingin menyebar suatu berita, harus diverifikasi kebenarannya terlebih dahulu. Jangan asal klik ‘share’.

Indonesia dengan berbagai ragam suku dan etnis, serta agama membuat negara ini semakin semarak dan indah. Namun yang terjadi belakangan ini bahwa terjadi perpecahan yang disebabkan atas perbedaan pandangan dan tidak saling menghormati perbedaan.

Menghotmati perbedaan adalah hal yang penting dalam bernegara. Sebagai masyarakat menghormati perbedaan dan saling menyayangi antar sesama itu wajib. Sikap tersebut juga sebagai bentuk dari toleransi. Hidup saling bertoleransi itu sangat indah dan damai bukan? Jika cara ini tidak diterapkan, maka apa yang terjadi belakangan ini, yaitu saling mengejek, bertengkar, adu domba di media sosial maupun di dunia nyata akan terus berlanjut dan tak ada hentinya.

Perbedaan yang harusnya menjadikan Indonesia kaya dan maju, justru situasi yang terjadi sekarang adalah menghambat Indonesia untuk maju. Melihat persoalan tersebut, Kapolda berinisiatif untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat, agar saling menghormati perbedaan. Hal ini diwujudkan dengan diselenggarakannya “Silaturahmi Kapolda Metro Jaya dengan Wartawan dan Netizen”. Acara ini diselenggarakan pada Rabu, 6 Juni 2018 di gedung Promoter Polda Metro Jaya.

Dalam menyelenggarakan acara ini, Polda Metro Jaya tak hanya mengundang wartawan dan netizen saja, akan tetapi juga mengundang para tokoh dari lintas agama:

– Pendeta Datulon Sembiring
– Biksu Syalendra Virya
– Romo RD Aloysius Tri Harjono
– Pedande/Gede Nyenengin
– H Muhammad Ali

Para tokoh lintas agama tersebut sebagai perwakilan agama yang ada di Indonesia. Bahwa Indonesia harus bisa bersatu, tak memandang dari latar belakang apapun, seperti agama misalnya. Langkah atau cara seperti ini sangat penting, agar masyarakat bisa saling menghormati perbedaan.

Acara “Silaturahmi Kapolda Metro Jaya dengan Wartawan dan Netizen” dibuka oleh Wakapolda Brigjen Purwadi Arianto. Beliau menegaskan bahwa pentingnya menghormati perbedaan dan saling menghargai pilihan. Sesi berikutnya dilanjutkan dengan para tokoh lintas agama membacakan komitmen untuk menjaga kesatuan Indonesia dengan saling menghormati perbedaan.

Wakapolda Brigjen Arianto ketika memberikan sambutan
Wakapolda Brigjen Arianto ketika memberikan sambutan

Semboyan Bhineka Tunggal Ika saat ini seharusnya tak hanya sebagai semboyan belaka. Namun kita sebagai masyarakat harus bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika semboyan ini diterapkan, maka bukan yang sulit jika Indonesia akan lebih maju dibandingkan dengan sekarang. Sebab, saat ini masyakarakat lebih sibuk dengan saling membenci dan adu domba, dan saling merugikan.

Para Tokoh Lintas Agama dan Wakapolda Bersatu untuk Menjaga Indonesia dengan Menghormati Perbedaan
Para Tokoh Lintas Agama dan Wakapolda Bersatu untuk Menjaga Indonesia dengan Menghormati Perbedaan

Saat ini masyarakat Indonesia terutama di media sosial, yang terjadi adalah dengan banyaknya kebencian yang ditunjukkan. Bukankah perdamaian itu lebih indah dan akan menimbulkan dampak positif? Semoga dengan banyaknya edukasi dari pihak-pihak serta pemangku kepentingan, akan membuat masyarakat Indonesia bisa menghormati perbedaan.

Poin penting lagi adalah, sebagai warga mayoritas harus bisa melindungi warga minoritas. Bukan justru membenci dan menindas minoritas. Karena Indonesia lahir dari berbagai agama, budaya, dan suku yang berbeda-beda.

Acara selanjutnya adalah diisi dengan kultum dari H Muhammad Ali. Beliau juga menekankan betapa pentingnya menghormati perbedaan dan harus bisa menghargai pilihan orang lain.

Setelah kultum, waktunya berbuka tiba. Sore itu, acaranya meriah sekali. Oh ya, selain netizen, wartawan, dan tokoh lintas agama, hadir pula masyarakat pecinta polri.

Para netizen dan Wakopolda foto bersama
Para netizen dan Wakopolda foto bersama

Semoga ke depannya, masyarakat Indonesia bisa menghormati perbedaan dan menghargai pilihan orang lain agar bisa menjadi Indonesia yang lebih baik. Toleransi antar umat beragama dan menghargai pilihan orang lain, akan membuat hidup kita lebih aman dan tentram.

Saya salah satu yang memenangkan lomba live tweet
Saya salah satu yang memenangkan lomba live tweet

Di tahun mendatang, khususnya tahun 2019. Perbedaan mengenai pilihan politik dan lain sebagainya bisa dijadikan sebagai momen penting. Bahwa kedewasaan masyarakat Indonesia akan ditunjukkan. Apakah bisa saling menghormati atau belum bisa menghormati.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here