Alhamdulillah. Setelah menulis persoalan hutang, dan kesulitan bagaimana membayarnya. Alhasil, sehari setelah saya posting tulisan tersebut, salah satu bank yang membuat saya pening, menambah limit saya. Saya sebut bank ini adalah mbak Siti. Kalian tahu dong maksud saya bank ini.

Hutang saya pada bank Mba Siti bisa dikata paling banyak. Dan terjadi sudah sejak 8 bulan lalu. Lantas untuk jatuh tempo setiap bulannya adalah tanggal 25, bertepatan dengan gaji rutin bulanan saya. Tak ada masalah untuk ini, pas dan tak punya waktu gerak dijajanin uang gaji saya. Istilah kasarnya, cuma melihat nominal di mesin ATM. Langsung upah bulanan, saya teruskan ke rekening bank tersebut. Dan itu-pun masih kurang. Sekadar numpang lewat.

Kemudian, rutinitas setelah saya melakukan pembayaran hal yang pertama saya lakuin adalah langsung online di handpone untuk mengecek apakah pembayaran saya sudah masuk atau belum. Karena saya bayar dengan bank yang berbeda. Biasanya ada tenggang waktu, dan takutnya tidak masuk nantinya kena biaya keterlambatan. Tambah menggulung bung!

Saya kok mak jenggirat, uang yang bisa saya gunakan (available limit) jumlahnya belasan atau 3 kalo lipat dari biasanya. Tak dinyana, ternyata oleh mba Siti limit saya dinaikkan hampir 50%. Hmmm, padahal saya tidak meminta untuk dinaikkan. Tau sendiri kan, untuk menambah (Top-up) itu mengharuskan beberapa syarat dan ribet. Itu saja, banyak juga yang tidak disetujui. Lha kok saya tetiba tambah dan tanpa konfirmasi ke saya.

Lantas dengan begitu, saya langsung menelpon pihak mba Siti. Bahwa benar, untuk limit saya dinaikkan. Dan itu membuat saya antara senang dan sedih.

Harapan saya sih simpel untuk di bulan setelah lebaran. Saya melunasi beberapa bank dan berhutang pada satu bank saja. Biar lebih fokus dan mikirnya gak bercabang-cabang. Tapi, ya gatau. Terwujud atau tidak.

Pada intinya saya akan melihat perkembangan di pekerjaan saya. Melihat lalu lintas keuangan. Menghitung dengan cermat uang yang saya gunakan. Menimbang dengan tepat apa itu kebutuhan dan keinginan.

Mungkin tulisan ini adalah bagian tulisan di blog saya yang absurd. Tulisan ini dibuat juga sedang iseng menunggu keponakan saya sedang diperiksa dokter. Hanya iseng sambil menunggu selesai periksanya.

Kendati demikian, semoga harapan serta hitungan saya ke depannya lancar dan lekas keluar dari dunia hutang ini.

*Gambar dari picshype.com