ROBIT.ID – Jika kamu sering nonton film atau drama percintaan di Indonesia, maka bisa dipastikan akan bisa menebak ending film tersebut seperti apa. Karena hampir semuanya seakan dibuat template. Film drama percintaan di Indonesia juga mayoritas tidak terlepas dari kontak fisik, setidaknya pegangan tangan, pelukan, maupun ciuman.

Maka saya terkadang agak malas ketika diajak untuk nonton film drama Indonesia. Bukannya sok-sokan dan tidak suka dengan produk lokal, atau tidak menghargai karya anak bangsa, akan tetapi ceritanya sudah bisa ditebak. Kan gak asik, kalau sudah seperti itu.

Paling, hanya segilintir film lokal yang saya tonton. Itu pun kadang di tengah film rasa bosan datang menghinggapi. Sampai segitunya ya? Jahat? Ah engga.

Pandangan di atas ternyata bisa dipatahkan dengan adanya film baru produksi MNC pictures, yang berjudul “Meet Me After Sunset”. Film besutan Danial Rifki ini berbeda dengan film-film percintaan produk lokal yang seperti saya bilang di atas. Yang bikin berbeda adalah, alurnya tidak terduga namun sangat ngena banget untuk dinikmati. Satu lagi, adegan percintaannya juga tidak membawa kontak fisik antara lawan jenis.

Danial Rifki sebagai sutradara memang sengaja membuat film Meet Me After Sunset tanpa kontak fisik dengan lawan jenis. Hal ini telah diungkapkan saat Press Screening yang digelar di CGV Grand Indonesia.

Poster Film Meet Me After Sunset
Poster Film Meet Me After Sunset

“Ini film cinta remaja yang berbeda, tidak ada pegangan tangan, ciuman, pelukan, tapi dihadirkan dengan rasa yang sama. Itu memang hal yang sengaja ingin kita hadirkan untuk mengedukasi kalau cinta remaja nggak perlu yang seharfiah itu. Kalau mau sayang nggak perlu pelukan,” jelas Danial Rifki (09/02/2018).

Pemain film:
Agatha Chelsea berperan sebagai Gadis
Maxime Bouttier berperan sebagai Vino
Billy Davidson berperan sebagai Bagas
Yudha Keling berperan sebagai Dadang
Feby Febiola berperan sebagai Ibunya Vino

Ngomong-ngomong soal judul film, kok bikin penasaran ya? Emangnya ada apa sih dengan setelah senja dan mengapa harus melewati senja kalau ingin bertemu? Untuk persoalan ini, kamu bisa menjawabnya langsung dengan menontonnya.

Film yang ditulis oleh Haqi Achmad dan Fatmaningsih Bustamar ini bikin tambah penaaran pada posternya yang terdapat dua remaja cewek-cowok menggunakan baju astronot. Hayo, penasaran kan?

Saya dan teman-teman Blogger saat menghadiri Pree Screening Film Meet Me After Sunset di CGV Grand Indonesia
Saya dan teman-teman Blogger saat menghadiri Pree Screening Film Meet Me After Sunset di CGV Grand Indonesia

Sedikit pancingan saja, bahwa pada akhir film sangat mengejutkan dan tak terduga. Intinya sih berbeda dengan film-film drama percintaan lokal lainnya.

Dalam film ini juga ada kutipan-kutipan yang romantis dan puitis banget. Hal ini juga menjadikan Meet Me After Sunset sebagai salah satu film yang layak ditonton untuk para remaja.

Oh ya, jika penasaran dengan Meet Me After Sunset, lebih baik kamu nonton bareng pasangan ya :D. Film ini akan tayang ke publik pada 22 Februari 2018 mendatang. So, yuk serbu bisokop kesayanganmu untuk menonton Meet Me After Sunset.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here