ROBIT.ID – Setiap perjalanan itu tidak bisa ditebak hasilnya, namun yang perlu kita lakukan adalah berusaha. Selain itu juga harus menikmati proses demi proses dengan sebaik mungkin. Beberapa waktu lalu, tepatnya sebelum lebaran tahun 2017, saya memutuskan untuk berhenti kerja dan menjadi seorang freelancer.

Keputusan tersebut sudah saya pikirkan dengan matang-matang. Persoalan apa yang akan dikerjakan dan makan dari mana, saya sepenuhnya dapatkan dari dunia blog. Cukup, kurang, atau lebih itu hanyalah hitung-hitungan angka saja. Yang terpenting adalah kenyamanan dan saya bisa berproses dengan baik.

Selama kurun waktu delapan bulan lebih menjadi pekerja freelance, banyak sekali manfaat dan ilmu yang saya dapatkan. Hal-hal baru yang sebelumnya tidak tahu, bagaimana mengatur waktu, pendapatan, dan lain sebagainya.

Banyak yang bilang menjadi freelancer itu mudah dan enak. Karena bisa mengatur kerja dan waktu sendiri. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Berat. Melebihi beratnya rindu Dilan kepada Milea. Karena mengatur waktu dan melawan malas itu sangat dibutuhkan tenaga, pikiran, dan niat yang kuat. Jika tidak, maka selama seharian penuh kamu tidak menghasilkan karya satu pun.

Dunia freelance memang penuh dengan dinamikanya tersediri. Sangat berbeda dengan kita sebagai karyawan dan jika belum siap untuk terjun ke dunia ini, mending jangan coba-coba. Karena ketika kamu sudah masuk freelance, maka yang harus disiapkan banyak sekali. Bisa dikatakan, nasib dirimu ditentukan oleh dirimu sendiri. Tanpa campur tangan dari perusahaan dan atasan.

Sekira sebulan terakhir, saya memiliki rencana-rencana ke depan dan mengharuskan banting setir. Karena jika meneruskan sebagai freelancer, maka rencana tersebut susah akan terealisasikan. Ah, bukannya saya takut dengan hidup sebagai freelancer, atau kekurangan uang. Buktinya saya bisa hidup selama ini dengan freelance. Akan tetapi ada alasan tertentu yang memaksa saya kembali bekerja lagi, ke perusahaan. Mengabdi lagi, serta akan melakukan rutinitas yang bisa dikatakan monoton. Ya seperti teman-teman lainnya, berangkat pagi dan pulang sore terkadang malam.

Langkah yang saya ambil tersebut sudah saya pikirkan bersama ‘dia’, dan untuk menjalani kehidupan ke depannya. Semoga dengan langkah ini, saya bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat ke depannya. Serta bisa menjalani sesuai yang diharapkan.

Freelance maupun karyawan itu sama saja. Yang berbeda adalah pandangan setiap orang. Setiap jalan yang diambil akan memiliki takdirnya sendiri. Bukan berarti saya kalah dalam langkah ini. Akan tetapi ada alasan yang memang mengharuskan untuk terjun menjadi seorang karyawan lagi.

Saya akan melewatinya dengan kepala tegak dan lebih baik dari yang dilakukan sebelumnya. Banting setir dan balik lagi atau pun terus melangkah itu semuanya memiliki konsekuensinya masing-masing. Dan untuk saat ini saya memilih yang pertama. Akan seperti apa dan bagaimana ke depannya, saya sudah siap dengan segala risiko. Tapi percayalah, saya masih dan akan terus ngeblog. Tak akan meninggalkan dan justru semakin semangat untuk ngeblog. Entah ini akan berjalan sampai kapan dan seperti apa. Target tetap ada.