ROBIT.ID – Besok pagi status saya resmi menjadi suami. Dengan menyandang status baru tersebut, saya harus siap menanggung segala risiko yang ada. Beban dan tanggung jawab menjadi seorang kepala rumah tangga memang berat. Akan tetapi itulah yang disebut dengan laki-laki. Harus siap dan sedia memberikan nafkah lahir dan batin.

Tentu saya yakin akan mendapati gelombang besar dalam perjalanan kami. Tapi saya sebagai pemimpin rumah tangga, harus siap menghadapi.

Baik dan buruk dari pasanganku akan saya terima semuanya. Kelebihan dan kekurangan pasti ada. Saling mengisi kekosongan adalah bentuk menjaga hubungan kami. Bukankah itu yang dinamakan sebagai pasangan yang tepat?

Meninggalkan masa lajang yang selama ini melakat, adalah salah satu hal yang sentimentil. Di malam pernikahanku ini, saya jadi teringat beberapa tahun lalu. Bagaimana masa-masa lajang saya lewati dan jalani. Dan masa-masa itu tak akan bisa saya ualngi lagi.

Sebagai laki-laki, beban yang akan saya terima akan jauh lebih berat dibanding dengan saat melajang. Namun, yang akan menjadi ringan adalah akan selalu ada kamu, perempuanku di sampingku. Merupakan suatu kemewahan yang tidak saya miliki saat melajang.

Dengan menyandang status baru, saya akan lebih hati-hati dalam melangkah. Selain itu, sebelum, saat, dan setelah melangkah saya harus berkomunikasi dengan pasangan. Bagaimana yang terbaik untuk kepentingan bersama.

Saya juga tidak bisa lagi egois layaknya dulu masih melajang. Semua itu butuh proses untuk mencapai goals kami.

Sebelum berganti status esok pagi, saya atas nama pribadi, meminta maaf kepada teman-teman semuanya. Dan mohon restu untuk pernikahan saya.

Di pertengahan malam yang dingin ini adalah malam terakhir saya sebagai seorang lajang. Selamat tinggal masa lajangku dengan segala kenangan yang ada. Saya siap menyongsong hidup baru yang cerah bersama pasanganku. Bersama perempuan berhijab dengan tinggi yang melebih saya.

Esok hari adalah harapan baru. Matahari sudah tak sabar menyapa kekuarga kecil baru kami. Berjanjilah wahai perempuanku, kita harus bisa melewati bersama. Apa pun kondisi serta keadaan. Semuanya akan baik-baik saja jika kita melangkah di jalan yang benar

***

Foto oleh: Renny Wagia
Foto oleh: Renny Wagia

Foto ini kami abadikan di Kota Malang, bulan Desember tahun lalu. Saat itu, kami sudah menyiapkan pernikahan. Meskipun masih skala sederhana.