ROBIT.ID – Proses panjang nan menguras tenaga serta pikiran yakni pernikahan akhirnya telah usai. Kami menyiapkan pernikahan dari nol hingga terlaksana lebih dari dua bulan. Dari konsep acara, waktu, buat undangan, beli seserahan, dan lainnya. Meskipun dalam persiapan menemui hal-hal yang mengganjal dan terkadang kami berhenti sejenak, tapi dari semua itu bisa dibilang tak ada kendala yang berarti.

Pernikahan kami dilangsungkan dengan cara yang sederhana dan tak ada pesta besar-besaran. Kami hanya ingin hubungan ini disahkan dalam mengucapkan kalimat ijab kabul di depan penghulu dan disaksikan oleh keluarga serta teman. Yang terpenting hubungan kami sah dan diakui oleh negara maupun agama. Proses akad juga berlangsung begitu cepat dan singkat. Meskipun penghulu datangnya agak telat, namun masih dalam taraf wajar.

Saya mengucapkan ijab kabul dengan perasaan campur aduk, deg-degan, takut lupa, dan kekhawatiran lainnya. Beruntungnya, ijab saya ucapkan hanya sekali dan berhasil tanpa ada pengulangan.

Setelah acara akad dan resepsi usai. Esok harinya saya dan istri langsung kembali ke Jakarta. Tak ada istirahat maupun hidup santai. Kami harus bersiap melawan kerasnya hidup Ibukota.

Di Jakarta meskipun kami baru sanggup mengontrak rumah satu petak dan kecil di daerah Jakarta Selatan, kami siap mengarungi rumah tangga berdua dan mandiri. Kami harus menyiapkan semuanya, baik mental maupun materi. Dengan memulai hidup baru bersammu, pasti di awal maupun di dalam perjalanan akan terdapat banyak kecanggungan dan keanehan, serta gelombang-gelombang yang menghantam rumah tangga kami. Karena sebelumnya kami sama-sama melajang dan hidup bebas, tapi kini harus menanggung semuanya berdua.

Saya dan Kamu Foto oleh Setya Adji
Saya dan Kamu | Foto oleh Setya Adji

Setelah pernikahan berarti ini adalah awal dari semua kehidupanku bersama pasangan. Kami harus siap dengan segala kondisi dan keadaan yang ada, baik senang maupun sedih.

Kini dalam heningnya malam, di samping saya ada pasanganku. Begitu pula ketika saya bangun tidur di pagi hari untuk memulai aktivitas, terdapat kamu, istriku di samping. Wahai perempuanku, kita mulai dengan “Bismillah”, semoga ke depannya rumah tangga kita diberkahi oleh Tuhan dan menjadi pasangan sampai akhir hayat.

Selamat pagi dunia, dari kami, pasangan muda yang sedang belajar banyak hal mengenai asam-garamnya kehidupan. Semoga kita terus bersama, seperti janji kita.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here