Aktivitas masyarakat di Indonesia khususnya di perkotaan sangat padat. Dari pagi hingga malam, seakan tak ada istirahatnya. Dengan pola hidup seperti ini, bisa dikatakan masyarakatnya kurang berolahraga. Apalagi dengan pekerja di kantoran, yang aktivitas kerjanya di depan komputer. Waktu untuk berolahraga bisa dibilang tak ada dan ketika hari libur lebih memilih jalan-jalan atau dengan istirhat penuh karena sudah kecapaian di tempat kerja dan di jalan.

Olahraga pada dasarnya bisa kita lakukan tidak harus mengeluarkan biaya yang besar. Cukup di sekitar rumah, kita bisa berolahraga. Begitupula dengan waktu olahraga, kita bisa mengatur misalnya sehari tiga kali, pagi, siang dan sore. Tidak usah lama-lama, setiap olahraga sekitar 10 menit.

Dengan rajin berolahraga, tubuh kita akan menjadi lebih segar dan lebih bergairah. Bukan hanya tubuh, tulang pun demikian. Karena dengan olahraga, ternyata kita bisa mencegah tulang dari retak dan kekeroposan lho yang akhirnya ke osteoporosis. Berbicara mengenai osteoporosis, pada umumnya pasien baru tahu setelah mengalami jatuh ringan. Misalnya retak di tulang pinggul, pergelangan tangan dan tulang belakang.

Menurut penelitian pada tahun 2016, di Indonesia sebanyak 23 persen wanita berusia 50-80 tahun dan 53 persen wanita usia 70-80 mengidap osteoporosis. Dan ternyata pria lebih kecil empat kali mengidap osteoporosis dibanding dengan wanita. Dan yang paling menakutkan adalah, osteoporosis biasanya tidak langsung terdeteksi.

Dengan hasil penelitian tersebut, wanita di Indonesia harus bisa menjaga pola hidup sehat. Meskipun mayoritas yang terkena osteoporosis wanita, ternyata laki-laki pun juga bisa terkena.

Oleh sebab itu, Kemeterian Kesehatan RI sering mensosialisasikan kepada masyarakat  agar bisa mencegah osteoporosis. Salah satu kegiatannya dilakukan di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta pada 25 Oktober 2017 lalu. Selain dari Kemenkes RI, terdapat beberapa narasumber dari Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi).

Dalam kegiatan tersebut, selain membicarakan mengenai pencegahan osteoporosis, kita juga langsung mempraktekkan langsung senam osteoporosis.

Sambutan dari Ibu Lily Dir. P2PTM Kemenkes RI
Sambutan dari Ibu Lily Dir. P2PTM Kemenkes RI

Lantas, bagaimana cara mencegah dan hal apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah osteoporosis itu?

Olahraga
Cara yang pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan berolahraga. Jika hal ini dilakukan sejak muda dan secara rutin maka kondisi tulang pun akan sehat dan bahkan hingga di usia tua. Meskipun olahraga yang ringan-ringan, kegiatan ini akan mencegah osteoporosis.

Berjemur
Berjemur dengan sinar matahari pada pagi hari ternyata tidak berlaku pada bayi yang baru lahir saja. Tapi untuk kita orang dewasa juga baik, karena kegiatan ini juga mencegah osteoporosis. Sebab sinar matahari pagi adalah bagaikan nutris bagi tulang kita. Jadi tidak usah takut dengan sinar matahari pagi karena takut kulit kita gelap. Karena hal itu tidak akan terjadi.

Makan-makanan sehat

Selain dengan olahraga yang rutin, dengan mengkonsumsi makan-makanan sehat adalah salah satu langkah untuk menvegah osteoporosis lho. Makanan yang mempunyai kalsium tinggi akan membuat tulang kita sehat dan kuat. Selain bagus untuk tulang, makanan sehat juga sangat baik untuk tubuh kita.

Hindari Rokok dan Alkohol
Rokok dan Alokohol ternyata salah satu yang bisa mempercepat teradinya kerapuhan tulang lho. Jadi sebisa mungkin kedua hal tersebut bisa kita hindari. Jika perokok berat, kita harus mengurangi sedikit demi sedikit.

Nah hal di atas adalah beberapa hal yang harus kita lakukan untuk mencegah ternjadinya osteoporosis.