ROBIT.ID – Data itu memang sangat penting bagi saya, kamu, atau siapapun. Karena dengan data, kita bisa mengolah, menganalisa, menjual, mencari keuntungan dan lain-lain. Hal ini berlaku dalam semua bidang data. Maka bukan hal yang aneh, jika perkembangan teknologi saat ini, menjadikan bisnis big data sebagai mata uang baru.

Memiliki data akan bisa digunakan untuk kepentingan serta keuntungan. Pemilik data terbesar di dunia siapa lagi kalau bukan perusahaan raksasa internet, Google. Hampir semua pengguna internet tersinkron dengan Google.

Selain itu pengguna Android pasti juga pengguna Google dan memiliki akun google. Betapa hebat dan cerdiknya Google. Dengan data pengguna, Google bisa menjual iklan kepada penggunanya mengenai hal-hal apa yang disukai, hobi, produk apa yang sering dicari, dan lain sebagainya. Pengiklan yang mengiklankan di internet melalui Ardwords juga untung karena tertarget. Selain itu biaya iklannya juga murah.

Setelah drama lenyapnya handphone saya di salah satu tempat wisata di Jakarta. Dua hari dari kejadian, handphone kakak ipar yang kebetulan tidak terpakai, saya beli dengan harga miring. Meskipun penyesalan masih menghinggapi, tapi saya mencoba ikhlas.

Saat memindahkan data-data dari akun Google ke handphone baru (padahal bekas), saya berharap bisa mengais data yang ada di handphone sebelumnya. Harapan saya, data yang tersimpan dan tersinkron dengan akun google, bisa kembali balik.

Data yang dimaksud bukan hanya berupa foto maupun video, namun semuanya, catatan, file penting dan lain sebagainya. Beruntungnya saat saya menggunakan handphone lama adalah, catatan pendek atau hal-hal penting saya catat di sebuah aplikasi besutan Google, yakni Google Keep.

Voila!

Ketika saya menginstal aplikasi ini di handphone baru, betapa girangnya, beberapa catatan dan data masih tersimpan dengan baik. Satu lagi, ketika semuanya terintegrasi dengan akun Google, maka foto-foto (dari kamera) di handphone lama, bisa saya restore melalui Google Photos.

Di satu sisi data seperti tak ada privasinya, di sisi lain juga sangat bermanfaat jika keadaan seperti yang saya alami. Oh ya, jika terdapat perusahaan atau startup yang mencoba bermain di ranah ini, maka harus berjuang keras untuk menyaingi Google. Jika tidak, semuanya akan dimiliki oleh Google.

Hikmah yang bisa dipetik adalah, mulai dari sekarang saya akan menyimpan data melalui dua pilihan, offline dan online. Jika di offline hilang, maka masih bisa mengandalkan data dari online. Yang terpenting lagi adalah, kamu harus ingat betul nama akun serta kata kuncinya. Jika dua hal tersebut lupa, maka jangan harap lagi datanya akan kembali.

 

Apakah pengalaman serupa pernah kamu alami? Coba sharing dengan komen di bawah ini, ya. 😀