ROBIT.ID – Waktu berjalan begitu cepat. Tak disangka di usia 25 tahun, saya telah mendapatkan pasangan hidup. Pasangan untuk selamanya. Sebagaimana pasangan yang baru menikah, kami harus menata hidup baru mulai dari nol. Benar-benar dari bawah. Yang kami miliki saat ini adalah kekuatan cinta. Meskipun seperti abege dan sepele, namun memang yang ada adalah hal demikian.

Mungkin saya berbeda dengan pengantin-pengantin yang lain. Malam sebelum akad digelar, saya masih ikut mengobrol bersama teman-teman hingga menjelang subuh. Pernikahan kami dilangsungkan di sebuah kabupaten kecil di Jawa Barat, yakni Majalengka. Saya masih mengobrol, tentang apa saja.

Saat akad kurang beberapa jam, saya masih santai. Tak ada pikiran atau gugup sama sekali. Tertawa dan tak ada beban. Namun, ketika saya disuruh mengenakan pakaian untuk melangsungkan akad, jantung ini berdegup semakin cepat. Boro-boro tersenyum, mau membuka mulut saja terasa berat. Menggerakkan lidah kaku sekali.

Busana yang saya pakai sudah rapih, meskipun kegedean. Saatnya saya akan mengucap janji sehidup semati. Menikahi perempuan berhijab yang tingginya melebihi tinggi saya.

Lidah kaku. Jantung terus memompa dengan cepat. Acara akad nikah memiliki beberapa susunan. Dan acara intinya adalah ketika kalimat akad itu saya ucapkan.

Penghulu meledek saya dengan “wah tangan calon pengantin pria dingin banget.” seketika yang ada di ruangan masjid tersebut tertawa, tentunya tidak dengan saya. Saya memaksakan tertawa, tapi tetap dengan muka tegang.

“Saya terima nikahnya blabla”

“SAHHH!!”

Ketika usai mengucapkan akad dan dilanjut dengan menandatangani buku nikah | Rona Ariyolo
Ketika usai mengucapkan akad dan dilanjut dengan menandatangani buku nikah | Rona Ariyolo

Semuanya ketegangan yang ada di pikiran langsung runtuh. Terganti dengan senyum bahagia dari saya dan para hadirin.

Tepat, 18 Maret 2018 akan menjadi hari bersejarah bagi saya dan Shinta. Kini saya memiliki tanggung jawab yang besar. Tidak hanya untuk saya pribadi, tapi juga memiliki tanggung jawab kepada istri.

Semoga dimulai dengan pernikahanku ini, kehidupan saya dan istri semua lancar dan berkah ke depannya.

Terima kasih kepada teman-teman yang datang jauh-jauh dari Jakarta yakni dari Keluarga Blogger Jakarta, dan yang lebih jauh dengan perjalanan hampir 24 jam dari Semarang khusus untuk menyaksikan kebahagiaan kami, Dwi Septia beserta partner.

Ngomong-ngomong, kemarin hastag #RobitShintaSAH di platform Twitter menjadi trending topik ke 6 loh di Indonesia. Hal ini berkat teman-teman dari Blogger Jakarta, Kelas Blogger, dan teman-teman komunitas blogger lainnya.

Saya bukan artis, bukan orang berpengaruh. Tapi saya beruntung memiliki teman-teman yang total mendukung saya, apa pun itu. Hormatku padamu teman-teman. Saya Lega!