“Aku mau menjadi blogger yang bisa menulis dengan baik dan benar.”

Begitulah impian saya ketika terjun di dunia blogger. Sebelum bergabung dengan komunitas Blogger Jakarta, saya sudah menjadi seorang Blogger. Namun saya ngeblognya hanya seingatnya saja. Mau nulis, ya nulis. Tentunya jauh sekali dengan kata konsisten.

Awal mula saya ngeblog sederhana saja. Ketika baru saja lulus sekolah menengah atas, saya ingin kuliah di sastra. Alasannya waktu itu saya ingin menjadi penulis. Sudah, sesimpel itu.

Maka dari itu, akhir SMA dan baru banget lulus, saya sering membaca buku karya-karya dari sastrawan Indonesia. Dengan membaca buku itu, impian menjadi seorang penulis semakin menggebu-gebu.

Waktu itu saya masih di kampung halaman. Dan untuk mengakses internet saja, memerlukan effort yang tinggi. Dengan usia yang masih belasan, semangat untuk menulis (curhat) saya keluarkan terus menerus. Tak hanya di blog, namun juga di media sosial.

Perlu digaris bawahi adalah saat itu menulis tentang kegelisahan saya. Khaidahnya Blogger sebenarnya malah seperti itu deh, setelah saya pikir-pikir. Namun yang menjadikan saya kurang produktif adalah, saya ngeblog sendiri. Memiliki teman blogger juga jarang. Maka aktivitas ngeblog tersebut kurang efektif. Dan ilmu saya juga segitu-gitu aja, tanpa ada kemajuan. Meskipun sekarang juga masih seperti ala kadarnya. Tapi, seenggaknya saya bisa menginstall wordpress sendiri tanpa bantuan orang lain. Perjalanan saya menjadi seorang blogger tentu tidak semudah seperti orang-orang.

Kembali lagi ke persoalan ingin kuliah di sastra. Jadi setelah lulus sekolah menengah atas, selang beberapa waktu, saya menyusul kedua kakak perempuan untuk tinggal di Jakarta. Di sini, cita-cita saya untuk menjadi seorang penulis semakin kuat. Maka ketika menginjakkan kaki di Ibukota, saya langsung bilang kepada kakak bahwa saya ingin kuliah di sastra.

“Mba aku mau kuliah, tapi di sastra, paling tidak sastra Indonesia” ungkap saya dengan sungguh-sungguh.

“Hah, apa sastra? Mau jadi apa nanti setelah lulus?” tanya kakak saya

“Penulis!”, jawab saya.

“Jangan lah, mending yang lain aja. Mau kerja apa nanti.” tutup kakak saya

Potongan percakapan di atas, membuat keinginan saya untuk melanjutkan pendidikan di dunia sastra terkubur sudah. Maka saya memutuskan untuk bekerja saja. Tidak kuliah.

Waduh, ini kok jadi cerita soal kuliah ya. Jadi setelah saya masuk kerja dan disibukkan dengan jobdesk, sedikit demi sedikit saya melupakan dunia blog. Seakan saya vakum ngeblog untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.

Saya Kembali Ngeblog

Tidak ada angin dan hujan, serta iringan lagu dari Efek Rumah Kaca. Saya kembali ngeblog. Voila! Kembalinya saya ngeblog waktu itu adalah rasa bosan di kerjaan. Maka untuk mengalihkan rasa bosan yang bergelantungan di kepala, saya kembali ngeblog.

Waktu itu saya bikin blog baru, dari wordpress.com. Namanya apa? Tentu alay banget. Jadi, mending gak usah saya sebutkan. Huft.

Dengan kembalinya saya di dunia tulis menulis, membuat hidup saya lebih lebih “hidup”. Berawal dari hal ini pula, saya mencari koneksi atau jaringan teman-teman di media sosial yang memiliki minat serupa.

Saya mencoba mencari perkumpulan dan komunitas penulis dan blogger yang ada di Jakarta. Salah satunya saya menemukan Blogger Jakarta. Saya menemukan komunitas ini waktu benar-benar Blogger Jakarta baru lahir. Bulan Agustus 2016 saya bergabung dengan Blogger Jakarta.

Di bulan September 2016, saya pertama kali ikut gathering dengan anggota-anggota lain. Waktu itu, Blogger Jakarta sedang mengadakan sharing session untuk pertama kalinya. Sharing session tersebut mengambil tema mengenai SEO for Blog, yang menjadi narasumber adalah Antoni Clianto.

Blogger Jakarta melakukan sharing session untuk yang pertama kalinya
Blogger Jakarta melakukan sharing session untuk yang pertama kalinya

Saya sebagai orang baru di dunia blog, dan tidak memiliki ilmu apa-apa, membuat saya menyimak betul-betul sesi tersebut. Setelah itu saya sok-sokan nimbrung di grup whatsapp dan sok kenal aja dengan para anggotanya.

Sudah itu saja? Bentar, masih banyak banget kok ceritanya. Maklum kalau tulisannnya ala kadarnya, karena saat bikin tulisan ini saya sedang menunggu pesawat untuk mudik. Jadi, kalau tidak teratur, ya maklumi, ya.

Dengan gabung di komunitas ini saya mendapatkan berbagai ilmu yang bermanfaat. Mulai dari menulis, SEO, design blog, koneksi, pekerjaan, dan lain sebagainya. Pokoknya berkumpul dengan Blogger Jakarta sangat menyenangkan.

Perjalanan menjadi anggota Blogger jakarta semakin hari semakin menyenangkan. Hal ini membuat saya aktif terus di online maupun offline. Seiring berjalannya waktu, tibalah periode ketua yang dipimpin oleh Mas Ichsan usai.

Maka di akhir November tahun 2017, pengurus membuat pemilihan ketua baru yang akan memimpin periode November 2017 – November 2018. Panitia dan pengurus memilih tiga kandidat yang menurutnya mumpuni untuk meneruskan perjalanan Blogger Jakarta. Terpilihlah, Rona Ariyolo, Rismayani, daaannnnn saya, yakni Robit Mikrojul Huda.

Saya yang tidak memiliki skill sama sekali dalam memimpin sebuah organisasi dihadapkan dengan pilihan untuk menjadi ketua. Maka, nama saya sudah terlanjur menjadi kandidat, saya siap mencebur sekalian. Basah, basah sekalian deh.

Maka saat hari pemilihan tiba, para kandidat seakan disidang di depan. Dibombardir berbagai pertanyaan dari anggota yang hadir. Gak dibombardir sih, tapi waktu itu saya deg-degan aja. Apalagi saya tidak memiliki ilmu khusus untuk berbicara di depan orang banyak.

Pokoknya segala pertanyaan yang ditujukan kepada saya, saya jawab dengan sebisanya. Yes-No, Yes-No ajah. Dan sok-sokan menjawab panjang dan lebar.

Akhirnya pemilihan ketua Blogger Jakarta periode kedua ditentukan, dan kok ya saya yang menjadi ketua. Padahal kan saya bergabung untuk menjadi anggota, tidak mencebur ke dalam kepengurusan. Tapi ya sudahlah, amanat dari teman-teman anggota saya pegang.

Setelah menjadi Ketua Blogger Jakarta, saya bingung untuk memulainya dari mana. Di bulan pertama, benar-benar membuat saya gagap dan ingin melangkah ke mana. Untungnya saya memilih Mba Renny sebagai wakil ketua, dan saya berkomunikasi dengan intens mengenai Blogger Jakarta ke depannya.

Wah, saya longkap lagi deh ya. Padahal tujuan menulis ini sebenarnya saya ingin menulis tentang perayaan hari jadi kedua Blogger Jakarta. Kok jadi ke mana-mana. Baiklah, saya lanjut langsung ke perayaan Blogger Jakarta yang kedua dengan tema #2thMerajutKebersamaan.

#2thMerajutKebersamaan
#2thMerajutKebersamaan

Saya akan sedikit menceritakan mengenai persiapannya, dan selebihnya adalah mengenai jalannya acara, ya. Jika saya ceritakan mengenai persiapan, maka bisa-bisa yang baca blog ini akan bosan saking panjangnya. Atau ini sudah kepanjangan? Hehehe, tunggu dulu. Tulisan utamanya kan belum saya tulis.

#2thMerajutKebersamaan

Nah, kalian sedang menunggu tulisan ini bukan? Oke, saya mulai dari sedikit persiapan ya. Jadi teman-teman pengurus sudah berjibaku dan habis-habisan untuk membuat acara ini berjalan dengan lancar. Berbagai konsep dibuat, dan dua minggu sebelum hari H, pengurus dan saya bingungnya minta ampun. Pengumpulan donasi yang kurang maksimal membuat acara ini terancam ditunda. Jika benar ditunda, mau ditaruh di mana muka para pengurus. Tapi untungnya, di dua minggu terakhir itu, berbagai jalan baik untuk melancarkan kegiatan ini terus bermunculan. Berkah ramadan.

Donasi dari berbagai pihak bermunculan. Ada lagi “project” yang 100 persen pekerjaannya dilimpahkan kepada teman-teman Blogger Jakarta, namun hasilnya didonasikan untuk kegiatan ulang tahun Blogger Jakarta. Semuanya penuh dengan jalan baik yang dibukakan untuk Blogger Jakarta.

Langsung ke acara ya.

Acara perayaan hari jadi Blogger Jakarta dilaksanakan pada 3 Juni 2018 di SDIT Ibnu Sina, Jl Madrasah II Duren Sawit, Jakarta Timur. Penyelenggaraan ini didukung oleh C2Live dan atas kerja sama Blogger Jakarta dengan Yayasan Ibnu Sina. Santunan kepada anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa ini berupa perlengkapan alat tulis sebanyak 53 anak. Semua anak tersebut dibina oleh Yayasan Ibnu Sina.

Pukul 12 siang lebih sedikit saya dan istri datang di lokasi acara.  Saya ikut membantu teman-teman pengurus untuk mempersiapkan. Dari mulai takjil, paket yang diberikan anak-anak, rundown acara, dan lain sebagainya.

MC dari Blogger Jakarta, Windi Saras dan Riski Saputra
MC dari Blogger Jakarta, Windi Saras dan Riski Saputra

Setelah semuanya siap, pukul 16 kurang sedikit acara dibuka oleh pembawa acara atau MC Mas Riski Saputra. Ia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Blogger Jakarta yang telah hadir dalam acara ini. Kemudian ia mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah, yakni Yayasan Ibnu Sina, dan tidak lupa perwakilan komunitas Blogger lain yang hadir yakni Blogger Crony dan Blogger Mungil.

Acara baru saja dibuka, namun anak-anak binaan dari Yayasan Ibnu Sina sudah aktif sekali. Seakan Mas Riski Saputra selaku pemandu acara kewalahan. Setelah dibuka, acara dilanjut dengan pemcaan ayat suci al-qur’an oleh perwakilan Blogger Jakarta yaitu Oji Faoji. Ia membacakan dengan tenang dan sangat menguasai acara. Perlu diketahui bahwa Oji Faoji selain memiliki blog pribadi, ia juga mengelola beberapa situs website seperti Kabar Pandeglang, dan Tinulis. Nama terakhir, baru-baru ini mendapat ganjaran piala dari PANDI atas situs website hiburan terbaik.

Oji Faoji Membacakan Ayat Scu Al-Qur'an
Oji Faoji Membacakan Ayat Scu Al-Qur’an

Selanjutnya dari Yayasan Ibnu Sina, Ibu Sri Diah Purwanti selaku pendiri yayasan membuka sambutan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Blogger Jakarta yang telah menggelar acara ini. Selain itu ia juga mengatakan bahwa kerja sama antara blogger ini merupakan kerja sama untuk yang pertama kalinya.

Ibu Sri Diah Purwanti dari Yaysan Ibnu Sina
Ibu Sri Diah Purwanti dari Yaysan Ibnu Sina memberikan sambutan

“Semoga ke depannya kita bisa bekerja sama lagi, mungkin dengan mengedukasi anak-anak Ibnu Sina dengan mengenalkan pada dunia blog,” tutur Ibu Purwanti.

Setelah sambutan dari Ibu Purwanti, acara selanjutnya adalah sambutan dari Komunitas Blogger Jakarta yang diwakili oleh Mas Joko Yugiyanto. Mas Joko adalah salah satu anggota paling awal di Blogger Jakarta, ia tahu betul dinamika komunitas ini dari mulai lahir hingga seperti sekarang. Perjalanan Blogger Jakarta sejak anggotanya masih sedikit hingga menjadi puluhan. Ia mengalami bagaimana Blogger Jakarta melewati kerikil-kerikil yang dihadapi.

Sambutan dari Blogger Jakarta Diwakili Oleh Mas Joko
Sambutan dari Blogger Jakarta Diwakili Oleh Mas Joko

Sambutan dari Mas Joko cukup sederhana dan ia menekankan bahwa menjadi blogger itu harus menuliskan konten-konten yang positif. Bukan malah ikut menyebarkan berita yang tidak benar.

Blogger Mungil Memberikan Donasi Secara Simbolis
Blogger Mungil Memberikan Donasi Secara Simbolis

Acara selanjutnya adalah pemberian donasi secarasimbolis dari Blogger Mungil (Mba Kiki Handriyani) kepada Blogger Jakarta yang diwakili oleh Humas Blogger Jakarta Mas Dewangga. Mba Kiki selaku founder Blogger Mungil juga menceritakan bahwa ia juga memiliki program sosial. Program ini berlangsung setiap hari jumat dan Blogger Mungil terjun ke lapangan untuk memberikan makanan kepada anak jalanan maupun pemulung.

Blogger Crony menyerahkan Donasi secara Simbolis
Blogger Crony menyerahkan Donasi secara Simbolis

Dalam acara perayaan hari jadi kedua Blogger Jakarta ini, bantuan juga didapat dari BloggerCrony. Komunitas ini memberikan donasi secara simbolis yang diwakili oleh Mba Wawa sebagai foundernya kepada Blogger Jakarta kebetulan saya yang mewakili. Mba Wawa juga mengapresiasi atas dilangsungkan acara ini, dan terima kasih juga atas undangannya. Selain itu ia juga berharap ke depannya bisa berkolaborasi antar lintas komunitas untuk memberikan edukasi terhadap anak-anak.

Penyerahan donasi dari Komunitas Blogger lain telah dilaksanakan. Selanjutnya Mas Riski memberikan beberapa pertanyaan kepada anak-anak binaan Ibnu Sina, dan bagi yang bisa menjawab dengan benar akan diberikan bingkisan. Antusias anak-anak dalam menjawab pertanyaan bagus sekali. Ditambah lagi, dengan anak-anak yang sangat aktif.

 

Kemudian acara dilanjut dengan tausyah dari ustadz Muhammad Colid yang berasal dari As Syafi’ah. Beliau menyampaikan mengenai beberapa golongan orang yang akan dinaungi di hari kiamat. Ustadz Colid menyampaiakan dengan penuh ekspresi dan anak-anak dari Yayasan Ibnu Sina jadi semakin semangat.

Bedug magrib kurang 30 menit lagi. Sembari menunggu buka, acara dilanjut dengan games seru. Games dipimpin oleh Mas Jarot dan Mas Iman. Semua anggota dan anak-anak yang hadir ikut dalam permainan. Games ini membagi 5 kelompok dan jenis permainannya adalah komunikata. Seru sekali pokoknya. Suasana jadi ramai dan hiruk pikuk antar kemompok sangat asik.

Permainan meskipun ringan, namun sangat menguras tenaga dan otak. Akhirnya bedug magrib tiba juga. Kami semua yang hadir menikmati hidangan yang sungguh-sungguh nikmat. Setelah buka bersama usai, acara ternyata belum selesai. Hehe.

Pemotongan Kue Ulang Tahun Blogger Jakarta
Pemotongan Kue Ulang Tahun Blogger Jakarta

Setelah buka dan dilanjut dengan sholat magrib berjamaah, acara kemudian dilanjut dengan pemotongan kue ulang tahun Blogger Jakarta yang kedua. Kebetulan teman-teman mempercayakan pemotongan kue tersebut kepada saya. Pemotongan kue usai, dan dibagi-bagi kepada anak-anak. Selanjutnya dalah pengumuman pemenang lomba isosial media khususnya di instagram. Oh ya, saya di awal tidak menceritakan bahwa serangkaian acara tersebut dilombakan di sosial media, dan bagi orang yang datang dan memposting di isntaram dengan caption terbaik akan mendapatkan hadiah dari Blogger Jakarta.

Pemenang Sosmed Competition
Pemenang Sosmed Competition

Acara ulang tahun Blogger Jakarta ini sangat seru sekali, dari mulai anak-anaknya, serta teman-teman Blogger yang hadir. Acara ditutup dengan foto bersama. Semoga di usianya yang kedua ini, Blogger jakarta tambah sukses dan maju dan bisa berjalan sesuai visi-misinya.

Pemberian Paket secara simbolis kepada anak-anak binaan Yayasan Ibnu Sina
Pemberian Paket secara simbolis kepada anak-anak binaan Yayasan Ibnu Sina

Saya sebagai ketua, berterima kasih kepada semua yang hadir serta para donatur untuk mendukung acara #2thMerajutKebersamaan. Jika dalam kegiatan ini ada yang kurang, saya mewakili Blogger Jakarta minta maaf dan semoga ke depannya bisa lebih baik lagi. Sampai jumpa di perayaan ulang tahun ketiga.

Foto bersama Blogger Jakarta dengan anak-anak
Foto bersama Blogger Jakarta dengan anak-anak

Mungkin segitu saja ya tulisan ini. Dan postingan ini adalah salah satu postingan dengan jumlah kata yang paling banyak. Hehe.

2 COMMENTS

  1. Semoga selalu menebar banyak kebaikan dari Blogger Jakarta kepada semua orang.. Barakallahu Blogger Jakarta, #SemangatCiee

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here