ROBIT.ID – Jika dibandingkan dengan sepantaran, saya adalah orang yang bisa dikatakan telat ngeblog. Saya mulai ngeblog sekitar tahun 2012, sangat baru dan saat itu menulis tentang cerita sehari-hari yang saya alami. Selain itu juga menulis tentang puisi-puisi pendek. Sekarang jika saya membacanya merasa geli dan tertawa sendiri.

Saat itu saya baru saja lulus dari sekolah menengah atas, dan seperti teman-teman kampung lainnya, saya merantau di Ibukota. Alasan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi adalah dikarenakan kondisi ekonomi keluarga pas-pasan. Di Jakarta pun saya juga tidak sendirian, karena di kota ini sudah lebih dulu kedua kakak merantau dan menetap di sini.

Di sela mencari kerja, saya sempatkan untuk main media sosial, Facebook dan Twitter. Nah dari situ saya juga berkenalan dengan dunia blog. Awal membuat blog di wordpress. Petualangan ngeblog dimulai, meskipun hanya kalau ingat saja.

Hari berlalu, dan kemudian saya sok-sokan beli domain sendiri. Pergantian domain tersebut saya lakukan di awal tahun 2015 dengan nama domain robitmh.com. Nah dari pergantian nama tersebut, saya menjadi lebih semangat menulis. Bahkan kalau tak salah, selama beberapa bulan saya bikin target dalam satu minggu harus bikin tulisan satu artikel. Mungkin bagi teman-teman itu terlalu ringan, tapi bagi saya target tersebut begitu berat. Hal ini dikarenakan tahun-tahun tersebut, waktunya banyak saya gunakan untuk bekerja di perusahaan.

Namun kondisi di atas tampaknya tidak berjalan mulus. Saya kembali lagi tidak ngeblog sekian lama dan akhirnya meninggalkan blog. Alasannya adalah malas. Sudah itu saja.

Hingga akhirnya di tahun 2016 saya semangat ngeblog lagi. Ditambah, saat itu saya bergabung di Komunitas Blogger Jakarta. Nah di sinilah dunia blog terus saya pelajari sampai sekarang. Bahkan sempat membuat beberapa blog atau website guna menambah kemampuan ngeblog.

Saat itu, di Blogger Jakarta sedang ramai bikin platform blog, seperti Hipwee, Mojok, dan lain sebagainya. Maka di Blogger Jakarta juga ada yang bikin serupa, akan tetapi konsep dan niche-nya berbeda. Yang saya tahu saat itu ada beberapa teman yang bikin, misalnya Endo Putra dengan websitenya Takaitu.com, Ridho Nur Wahyu bikin Ublik.id dan saya sendiri gegayaan bikin setara.net. Meskipun saat itu juga sudah ada bendera Kanal Jogja yang dibesut oleh Mas Joko.

Ketiga website (Takaitu,Ublik, Setara) jaraknya munculnya tidak lama, mungkin hanya berbeda beberapa bulan saja. Nah saya akan sedikit membahas mengenai website yang dibikin kedua teman dalam satu atap Komunitas Blogger Jakarta.

Takaitu

Seperti yang sudah saya singgung di atas, pemilik website ini adalah Endo Putra. Di awal kemunculannya, Takaitu menyodorkan kepada pembaca dengan konten-konten viral. Selain itu juga mengangkat informasi mengenai tanah Minang, baik dari sejarah, kuliner, dan wisata. Hal ini dikarenakan sang empunya adalah lahir dan besar di Padang, Sumatera Barat.

Tampilan Website Takaitu
Tampilan Website Takaitu

Takaitu secara rutin mengupdate kontennya hampir setiap hari. Dengan berjalannya waktu, gaung Takaitu membesar dan tidak hanya dikenal oleh anggota Blogger Jakarta.

Soal konsistensi update konten, tak perlu diragukan lagi, sebab Endo juga membuka kontributor dan setiap kontributor dibayar sesuai artikel, panjang artikel, dan banyaknya pembaca. Dari awal Endo sudah menerapkan sistem khusus bagi kontributor yang ingin menulis di Takaitu. Maka hal yang wajar jika sekarang Takaitu memiliki ratusan kontributor yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan merambah ke manca negara.

Ublik

Ublik lahir kalau tidak salah setelah Takaitu dan Setara, ia muncul pertama kali membawa misi menyebarkan informasi yang bagus mengenai Indonesia, baik dari wisata, kuliner dan lain sebagainya. Dengan mengusung tagline “Bangga Jadi Orang Indonesia”, Ublik rutin membuat konten-konten segar bagi para pembaca. Tak menunggu lama, nama Ublik terus terkerek naik dan menjadi salah satu website yang bisa menjadi panutan teman-teman Blogger Jakarta yang ingin membuat website serupa.

Tampilan Website Ublik
Tampilan Website Ublik

Nama Ublik diambil sebenarnya sangat sederhana, menurut saya. Karena Ridho adalah lelaki tulen Jawa, yakni Madiun, maka kata “ublik” baginya tak asing lagi. Ublik kalau bisa saya terjemahkan adalah lilin. Namun bukan lilin seperti yang dijual di pasaran, tapi lilin yang dibuat secara sederhana, dari kaleng bekas, dan diberi sumbu kompor.

Mungkin tujuan Ridho membikin Ublik adalah untuk menerangi Indonesia yang banyak berita hoax dan apalah-apalah itu. Website yang dikomandoi oleh Ridho di tahun 2017 juga dapat ganjaran dari Indonesia Website Awards yang diselenggarakan oleh Exabytes.

***

Oke, kita sekarang melihat pertumbuhan kedua website tersebut bisa dikatakan growth-nya lumayan bagus. Hal ini dikarenakan mereka konsisten dalam segala hal, baik konten maupun kualitasnya dan tentunya tim yang solid.

Mungkin sekian coretan iseng di blog ini. Tulisan ini terinspirasi dari postingan Endo di Instagram yang membuat caption “Rival Tiada Batas” dengan foto kami bertiga.

Kenapa saya tidak membahas website setara.net? Hahahahahahaaha! Tak perlu dibahas lagi, karena sudah tertinggal jauh dengan Takaitu dan Ublik! Entah saya kapan bisa mengejarnya.

Mungkin selanjutnya saya akan sediki ngobrol dengan Endo maupun Ridho, mengenai tips membangun website, penghasilan, dan lainnya. Bagi teman-teman, silahkan komen di bawah ini, pertanyaan dan masukan untuk Takaitu dan Ublik atau bahkan Setara juga~

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here