“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – Pramoedya Anantatoer

Kutipan Pram di atas menjadi salah satu cambuk bagi saya untuk menulis. Ketika akhir-akhir ini malas menulis, saya ingat dengan kalimat itu. Hal inilah yang membuat saya hingga sekarang bertahan menjadi blogger.  Menulis di blog bagi saya bukan sekadar menulis dan demi jumlah pengunjung, namun lebih dari itu. Ketika menulis, rasanya semuanya bekerja, dari mengingat, mencari referensi, mengaplikasikan ke dalam tulisan dan proses demi proses untuk menjadi satu artikel.

Tepat setahun lalu, website setara.net yang saya bangun dengan jerih payah serta ilmu pengetahuan yang pas-pasan lahir di dunia. Puluhan kali saya telah membuat website, namun hanya bertahan beberapa bulan dan pada akhirnya tumbang dikalahkan oleh kemalasan. Akan tetapi berbeda dengan website yang satu ini, ketika di awal berdirinya, ia bisa menaikkan dalam satu hari satu artikel. Meskipun akhir-akhir ini tidak konsisten artikelnya.

Membangun apa pun itu memerlukan berbagai hal yang harus kita miliki, contohnya seperti modal. Modal di sini bisa bermacam-macam dan tergantung kita akan membangun apa dahulu. Misalnya website yang saya bangun ini, saya tidak mahir dengan dunia kepenulisan, dan juga bukanlah seorang yang ahli dalam bidang website, pokoknya saya nekat saja membuatnya.

Di awal ketika dibuat, modal memang tidak ada sama sekali. Setara.net lahir dan tumbuh dengan sangat pelan dan diacuhkan orang (sampai sekarang, sih). Tetapi, bukan itu tujuan saya membuat Setara, namun untuk melatih pemikiran saya dan menjadikannya ke dalam tulisan. Sebab menulis bukan semudah yang dibayangkan.

“banyak orang yang pandai berkata-kata, tapi ketika dihadapkan dengan pena atau mesin ketik, ia akan kaku. Mmebuat beberapa kalimat saja susah”

Entah dari siapa datangnya tapi saya percaya dengan kalimat di atas, karena menulis bukanlah pekerjaan mudah yang bisa dikerjakan semua orang. Bahkan, beberapa orang ketika menulis harus di saat-saat tertentu saja. Misalnya menyendiri di kamar dalam keadaan hening, ada lagi yang menulisnya sambil minum kopi, ada lagi yang menulis saat di kafe saja dan bermacam-macam. Semuanya memiliki caranya sendiri.

Mayoritas orang hampir bisa menulis, tapi yang menjadi persoalannya adalah bagaimana tulisan tersebut enak dibaca atau tidak. Pesan yang disampaikan dapat apa tidak dan hal-hal lainnya. Banyak sastrawan atau penulis besar yang berlatih sepanjang hari untuk menulis.

Satu Tahun Setara.net

Sembilan Desember 2016 menjadi awal saya lebih aktif dalam menulis. Saat itu portal berita online baik mainstream maupun indie sudah banyak lahir dan keren-keren. Namun saya dengan semangat dan tanpa perhitungan yang matang membuat setara.net. Awalnya memilih namatersebut adalah, saat itu banyak portal media online yang membuat berita berat sebelah, atau sederhananya kubu kanan dan kiri. Setara.net lahir dan masuk ke tengah-tengah media yang sudah ada. Terlihat idealis dan sok? Begitulah memang adanya.

Maka bukan hal aneh, ketika isi tulisannya selalu mengedepankan data dan sumber yang jelas. Sebenarnya ide ini bukanlah tiba-tiba datang tanpa permisi. Tetapi waktu itu Tirto, juga baru berumur beberapa bulan dan isinya sangat keren untuk ukuran media online mainstream. Betapa tidak, mayoritas artikelnya terdapat data dan disertai dengan infografis. Tidak cukup dengan itu, tetapi juga para jurnalisnya menuliskan dengan apik. Ia datang dengan kesegaran baru dan memang betul “mengalir jernih, mencerahkan”.

Setara.net sampai sekarang masih hidup meskipun berjalan dengan tertatih. Tapi saya percaya, semuanya memiliki jalannya masing-masing. Saat ini memang masih kecil dan tidak diperhitungkan sama sekali, namun perjalanannya masih panjang dan sangat berat.

Setara.net bukan mengejar trafik pengunjung ribuan klik setiap harinya, bukan, bukan itu tujuannya. Tetapi, ia lahir untuk kamu, khusus untuk kamu yang sudah bosan dengan konten-konten yang membuat berita tak seimbang.

Dengan ulang tahunnya pertama ini, saya sebagai pendiri, mohon maaf jika ada tulisan-tulisan yang tidak enak dibaca dan banyak yang tidak dipahami oleh pembaca. Kami masih kecil dan kami masih belajar berjalan dengan baik dan teratur. Doakan kami agar bisa seperti yang diharapkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here