Masa sekolah adalah masa tiada bandingnya. Beberapa orang dewasa jika ditanya dengan satu pertanyaan tentang sekolahnya dulu, banyak yang akan menjawab antara lain “menyenangkan”, “liar”, “nakal”, “belajar merokok” “sering cabut dari kelas” dan lainnya. Jawaban-jawaban diatas adalah jawaban yang sering kita dengar.

Memang benar, waktu di sekolah dulu (SMP/SMA) adalah masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Di waktu itulah, banyak anak yang salah pergaulan. Moment itu adalah moment penting. Dan bisa juga menentukan masa depan seseorang.

Kenakalan-kenakalan remaja yang masih di koridor umum, masih bisa ditolerir. Akan tetapi jika sudah melewati batas, (mungkin) akan bisa merusak masa depan. Bukan berarti saya mendiskreditkan bahwa remaja yang bandel akan menjadi orang yang tidak sukses di kemudian hari.

Banyak juga yang ketika masa remajanya (sekolah) bandel banget dan ketika sudah dewasa atau sudah memiliki istri / suami akan berubah seratus delapan puluh derajat. Banyak kok yang bandel menjadi sukses. Pun juga banyak yang juara kelas dulu menjadi blangsak di masa sekarang.

Bahwa semuanya tidak ada jaminan, ketika di sekolah dulu juara kelas akan sukses di masa depan. Faktor kesuksesan adalah memiliki beberapa hal. Keberuntungan, mendapat moment, dan kelihaian orang itu sendiri.

Ah saya, kok jadi menulis yang tak saya pahami. Niat menulis ini adalah beberapa hari lalu saya sedang scroll “recent updates” bbm. Kemudian saya meliha profil picture teman SMP, Widho namanya. Yang memasang foto dan dilalah ada foto saya. foto tersebut kalau saya tak silap diambil ketika kelas 2 SMP, medio 2007.

Widho (kiri) dan Saya. Ketika di Bus menuju Cilacap.
Widho (kiri) dan Saya. Ketika di Bus menuju Cilacap.

Di dalam foto tersebut adalah ketika kami sedang di perjalanan menuju Cilacap. Ke tempat wisata Baturaden dan Pantai Teluk Penyu. Kemungkinan besar itu. Karena yang saya ingat hanya itu.

Kemudian saya menanyakan kepada Widho, darimana dapat foto tersebut? Ia langsung menjawab “foto ko Brendy”. Saya langsung ketawa dan mengetik lagi “hahaha enek aku, enek foto laine gak ‘dho?” “ra ono bit, hahaha candid yang tak candid”. Rendi / Brendi adalah teman sekelas saya ketika di SMP.

***

Melihat foto tersebut kok saya jadi ngakak sendiri. Betapa berubahnya saya. sudah hampir 10 tahun silam foto tersebut diambil. Wajah dan postur tubuh saya mirip anak SD. Penampilan saya, duh, kok ya begitu amat. Kok sampe sekarang saya masih ketawa geli melihat potret diri di sepuluh tahun lalu.

Teman saya Widho terlihat di kamera membawa sebuah handpone. Di kala itu, handpone yang populer adalah Nokia. Dan di tahun itu pula, saya memiliki handpone Nokia dengan type 2100. Layar masih hitam putih, nadanya masih mono-phonic. Andalan saya adalah SMS, dan memanfaatkan SMS gratis dari operator I*d*s*t.

Waktu itu juga, ada beberapa teman yang sudah memiliki handpone yang di handpone-nya ada camera serta musiknya. Saya sangat pengen sekali. Hahaha wasyuuuuu. Norak sekali memang.

 

Sepuluh tahun kemudian, saya malah justru merindukan masa itu. Sekolah. Ahhhh…