Di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogja penggunaan kartu kredit sudah umum dan sepertinya (wajib). Apalagi di Ibukota, mayoritas sudah menggunakan kartu kredit, dari karyawan kelas rendah hingga direktur. Dari berbagai isuer bank, tak hanya satu. Kartu kredit membuat kita lebih simple dalam melakukan transaksi jual-beli, online maupun offline. Pun, Kartu kredit membantu kita dalam keadaan darurat.

Banyak orang masih anti dengan kartu yang satu ini. Tapi kian hari, gelagat dan pencetakan kartu kredit dari bank semakin meningkat. Jika ada yang anti dan bilang kartu setan, ya itu sih tergantung perspektif individu masing-masing. Banyak manfaat atau mudharatnya, tergantung sudut pandang.

Menurut saya pribadi, banyak manfaatnya. Pasalnya, membantu kita disaat keuangan kita sedang tipis, banyak diskon di berbagai toko dan lainnya.

Jadi, di sini saya akan memberikan pengalaman saya selama menjadi marketing perbankan, khususnya kartu kredit.

Jika kita apply atau mengajukan aplikasi kartu kredit, harus diketahui syarat dan ketentuannya. Untuk umumnya sih, calon pemegang kartu (utama) harus minimal usianya 21 tahun. Di bank manapun di Indonesia, peraturannya adalah itu. Karena itu sudah ketentuan dari Bank Indonesia.

Baiklah, berikut ini saya jabarkan hal-hal apa yang harus diketahui oleh orang yang akan mengajukan kartu kredit agar diapproved. Ini adalah pengalaman saya sebagai penjual dan sebagai pemegang.

Untuk persyaratannya hampir semua bank menerapkan sama, dan umum.

  1. Usia minimal 21 tahun (untuk kartu utama)
  2. Minimum penghasilan Rp 3.000.000 per-bulan ( ini tergantung Bank, dan atau wilayah. Setiap bank berbeda-beda untuk standar gaji dan kota) bisa jadi bank A minimum gaji 5 juta, dan lain sebagainya.

Selanjutnya dokumen yang harus dilengkapi.
1. KTP/ Paspor yang berlaku. (Wajib)
2. Slip gaji / Surat Keterangan Penghasilan [SKP] (untuk seorang karyawan)
Untuk poin ini tidak menutup kemungkinan tidak juga melampirkan, tetapi diganti dengan kartu kredit dari bank lain. Karena sebagian bank menerapkan Card for Card. Jadi bank tersebut melihat transaction history kita dari kartu yang dilampirkan. Misal kita tidak melampirkan, teteup kok ke-track. Jadi, percuma kalo mau berbohong.

3. Print out rekening 3 bulan terakhir dari bank mana saja (untuk Wiraswasta).
Biasanya minimal saldo terakhir adalah sebesar 3 juta rupiah. Dan kenapa harus 3 bulan terakhir yang dilampirkan, karena si-analis juga menganalisa lalu lintas keuangan anda, di situ juga bisa melihat karakter anda.

4. NPWP. Setiap Bank seperti yang saya katakan di atas, mempunyai persyaratan yang agak berbeda-beda. Di bank A misalnya, mewajibkan NPWP, kemudian di bank B tanpa NPWP. Namun, NPWP wajib dilampirkan di semua bank untuk yang mengajukan batas limit di atas 50 juta.

Oke, dari penjelasan di atas adalah hal-hal umum yang harus diperhatikan dalam mengajukan aplikasi kartu kredit. Jika langkah-langkah di atas sudah terpenuhi, maka anda jangan sombong dan girang dulu. Karena itu adalah tahap awal. Bisa dibilang, data itu belum “mateng”. Masih banyak yang harus anda perhatikan.

Adalah jika sudah melengkapi dokumen di atas. Maka anda akan diminta oleh marketing (atau jika pengajuan online) mengisikan data-data pribadi anda. Perlu diketahui, banyak yang memalsukan data-data pribadinya. Maka anda jangan coba-coba bohong dengan data pribadi. Misal nama ibu kandung, tanggal lahir dan lainnya. Saya adalah bekerja di dunia perbankan (marketing) baru 3 tahun. Tapi setidaknya saya agak paham seluk-beluk dunia ini.

Pertama anda mengisi data-data pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat rumah, nama ibu kandung, saudara dekat tidak serumah, pendidikan terakhir, data pekerjaan dan lainnya. Untuk telepon kantor wajib fixedline, kadang ada beberapa bank yang juga mewajibkan calon pemegang kartu juga mempunyai telepon rumah. Dalam hal mengisi, anda harus ingat dan betul-betul data asli.

 

PROSES

Ini adalah tahap yang penting dan harus anda terapkan!

Ketika dokumen, data sudah lengkap dan sudah masuk di proses. Maka anda akan mendapatkan telepon beberapa hari ke depan (biasanya 3-5 hari kerja) dari bank. Dalam proses konfirmasi ini anda harus tenang. Ketika anda ditelepon jawaban anda jangan gugup dan salah-salah, maka poin anda berkurang. Juga, yang perlu diingat adalah ketika ditelepon menjawabnya jangan terlalu lama, jangan mikir eeee… Emmmm, Eh dan lainnya. Harus tenang dan mantab ketika menjawab. Jikalau ada data yang berbohong sedikit masalah gaji atau jabatan harus bisa menguasai keadaan. Tenang adalah koentji.

Kemudian, pihak bank telepon ke kantor anda. Oke, pada tahap ini kebanyakan terjadi kesalahan dan tidak sesuai dengan apa yang diisi dalam aplikasi. Misal; karena anda bohong dengan gaji dan jabatan. Kalau tidak ada “omongan” dengan pihak Kantor (dalam hal ini HRD dan sejenisnya) maka akan gagal pengajuan anda (ditolak). Karena poin ini sangat penting.

Ohya, dalam hal “bohong” data tentang jabatan dan gaji, harus pinter-pinter mensiasati. Maksud saya, contoh ; usia 21 tahun, gaji 15 juta padahal baru bekerja belum ada satu tahun, pendidikan terakhir D3 dengan jabatan manager bla bla. kan gak masuk akal! Oke, jika anda membantah, ada kok yang gaji segitu dalam usia itu. Come on boss, itu hanya case by case, analis dalam menghitungnya adalah dengan mayoritas dan standarisasi yang sudah matang. Dan dilihat dari perusahaan apa dulu. Masak perusahaan ecek-ecek, bertempat di pinggiran kota dan ruko kecil pendapatannya fantastis. Oke, tidak semuanya yang di ruko, kecil dan pinggiran bergaji rendah, saya setuju. Tapi saya pahitin dulu, analis itu tajam dalam insting perhitungan gaji dan semacamnya. Seperti itu saja, masih banyak yang salah tafsir.

Lalu yang tak kalah penting ialah, jika anda sudah punya kartu kredit maka pemakaiannya tidak lebih dari 80% dari limit anda. Misal limit kartu anda adalah 5 juta, maka ketika anda mengajukan kartu, pemakaian anda tidak lebih dari 4 juta. Apalagi kalau over limit. Langsung ditolak di awal oleh bagian checker data.

Kesimpulannya, anda jika mengajukan kartu kredit yang perlu anda ingat adalah, jangan bohong dengan data diri anda. Karena jika ketahuan bohong, maka anda bisa-bisa di-blacklist oleh pihak bank yang anda ajukan.
Jika langkah-langkah di atas sudah anda terapkan namun masih gagal. Mungkin anda belum beruntung. Jangan menyerah, ajukan lagi di bank berbeda mungkin keberuntungan anda di bank lain. Jangan terlalu serius, santai dan iseng saja. Kalau anda berharap banget, bisa sakit nanti. Banyak kok yang PHP.

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang belum saya bahas di sini, misal ; ketika ditelepon susah, disurvey ke rumah atau kantor tidak ditemukan dan lain sebagainya. Mungkin di lain kesempatan akan saya bahas jika ada waktu luang. Atau jika ada yang perlu ditanyakan, bisa komen di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

 

Sumber gambar dari blogs-images.forbes.com