Pada bulan Agustus lalu menandakan bahwa Indonesia sudah merdeka selama 72 tahun. Banyak yang terjadi selama 72 tahun dan banyak pula pencapaian yang dirasakan. Meskipun Indonesia belum menjadi negara adidaya, setidaknya sampai detik ini negara kita masih merdeka. Kita pun juga mempunyai hak untuk dihargai dan diakui. Kamu punya hak untuk tinggal di rumah sendiri walaupun menggunakan KPR, kamu punya pinjaman dana tunai tanpa jaminan apapun, knda mempunyai hak untuk berkendara dengan kendaraan pribadi walaupun masih kredit, kamu mendapatkan hak untuk mendirikan usaha walaupun modalnya adalah hutang, dan masih banyak hak lainnya yang bisa kamu rasakan. Selama tindakanmu tidak melanggar hukum, maka pasti dijamin dan diperbolehkan kok.

Namun sudahkan kamu benar-benar merdeka secara finansial? Jika tujuan keuanganmu yang sangat diinginkan sudah terwujud, maka artinya kamu sudah merdeka secara finansial. Namun, merdeka finansial tidak sama dengan mempunyai banyak uang. Inilah yang membedakan merdeka finansial dan mempunyai banyak uang. Walaupun Indonesia sudah merdeka selama 72 tahun, namun apakah pantas menyebut diri sendiri merdeka? Apakah kamu merdeka secara finansial?

Pertanyaan ini akan mengajakmu untuk belajar kembali mengelola keuangan pribadi. Mengelola penghasilan, mengelola pengeluaran, mengelola aset, dan masalah hutang pun harus bisa dikelola dengan baik. Mengelola keempat hal tersebut dengan baik akan membuatmu mendapatkan kemerdekaan finansial. Sekali lagi, merdeka finansial bukan hanya sekadar mempunyai banyak uang. Kamu bisa dibilang merdeka finansial sekalipun mempunyai hutang namun bisa mengelola dengan baik dan memenuhi syarat pinjam uang sehingga tidak ada hukum yang dilanggar.

Supaya bisa mendapatkan kemerdekaan finansial, maka ada kebiasaamu yang perlu diubah dari sekarang agar bisa menjadi merdeka secara finansial. Tentu aja hal ini merupakan proses agar berkembang ke arah yang lebih baik serta kuat secara emosional dan spiritual. Mempunyai uang dan aset yang banyak bukanlah merdeka finansial. Kamu bisa dibilang sudah merdeka finansial jika bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Cara Agar Bisa Merdeka Finansial

  1. Hidup terlindungi denga asuransi

Jika kamu ingin merdeka secara finansial, maka lindungilah hidup dengan asuransi. Proteksi diri ini diperlukan untuk meminimalisir akibat yang bisa ditimbulkan jika hal buruk terjadi. Bukan hanya asuransi kesehatan saja yang perlu dimiliki, namun asuransi jiwa pun begitu. Karena tanpa proteksi dari asuransi, risiko yang diakibatkan oleh hal buruk yang terjadi tersebut dapat berdampak buruk pada keuangan nantinya. Karena itulah segera mendapatkan asuransi. Asuransikan semuanya yang berada di hidupmu mulai dari diri sendiri, kelurga, rumah, kendaraan, hingga hewan peliharaan.

Jika kamu atau anggota keluarga ada yang sakit, maka bisa menggunakan asuransi kesehatan untuk tidak memberatkan keuangan. Jika ingin kebutuhan keluarga dapat tercukupi, maka segeralah miliki asuransi jiwa. Jika kendaraan pribadi rusak, maka pilih asuransi mobil agar tidak memberatkanmu untuk memperbaiknya. Sekarang sudah banyak macam asuransi yang pasti sesuai dengan kebutuhan.

  1. Investasi

Dengan berinvestasi, maka sama saja kamu memberikan jaminan untuk hari esok. Kamu tidak perlu cemas akan masa depan berkat investasi. Jika hanya mendiamkan uang saja maka tidak akan ada untungnya. Walaupun uang tersebut ditabung di bank tiap bulannya, namun masih terpotong biaya administrasi. Belum lagi risiko inflasi yang lebih sering naik ketimbang turunnya. Nah, jika sudah seperti ini maka memang saatnya mengamankan uang dengan menginvestasikannya agar tidak menguap menghilang tak berwujud. Investasi akan membuat uangmu menambahkan keuntungan. Berkat investasi pula masa depanmu sudah terjamin.

Jika kamu bingung ingin berinvestasi, maka bisa memilih deposito, reksa dana, tabungan emas, obligasi, atau saham. Pilihlah jenis investasi yang aman dan cocok dengan tujuan. Misal jika kamu ingin investasi yang aman dan terjamin, namun mendapatkan keuntungan yang tidak begitu banyak, maka bisa menempatkan uang di deposito. Jika ingin mendapatkan keuntungan yang besar namun risikonya juga besar, maka bisa investasikan uangnya di saham. Jika saham membuatmu pusing, maka bisa ambil reksa dana saja yang mudah. Semua ada solusinya.

  1. Dana pensiun

Banyak orang yang khawatir bagaimana nasib mereka setelah pensiun. Hal ini sangat wajar mengingat bahwa biasanya setiap bulan kamu mendapatkan gaji, namun tidak mendapatkannya lagi setelah pensiun. Sebelum pensiun, mudah bagi kamu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun setelah pensiun malah kewalahan bagaimana caranya agar bisa bertahan hidup. Banyak yang menjadi cemas karena mereka tidak punya dana pensiun.

Karena itulah selagi sempat, persiapkan dana pensiun agar hari-hari tua nanti diisi dengan kepastian. Janganlah menunda selagi masih produktif dan mendapatkan gaji bulanan. Banyak yang akan pensiun namun mereka belum siap untuk pensiun karena tidak ada dana pensiun. Bagaimana cara mempersiapkan dana pensiun? Ada beberapa pilihan seperti Jaminan Hari Tua dari BPJS Ketenagakerjaan yang akan memotong 5,7 persen dari gaji dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Ada pula reksa dana dengan return mencapai 10 persen lebih sehingga bisa dijadikan sebagai dana pensiun.

  1. Dana Pendidikan

Bagi orang tua, sangat penting untuk mempersiapkan dana pendidikan mulai sekarang karena tiap tahunnya dana pendidiakn naik 6 hingga 20 persen. Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Seberat dan sesulit apapun tetap dilakukan demi anak. Karena pendidikan sangat penting bagi anak, maka harus selalu dinomorsatukan demi masa depan sang anak.

Namun karena biaya pendidikan sangat mahal, banyak orang tua yang dilema. Jika sudah begini, maka mereka akan mengorbankan tabungannya untuk biaya pendidiakn. Situasi ini bisa dihindari jika kamu mempersiapkan dana pendidikan jauh-jauh hari. Beberapa instrument yang bisa kamu gunakan untuk mempersiapkan dana pendidikan si buah hati antara lain tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, reksa dana, deposito, bahkan saham.

  1. Hutang Produktif

Orang berhutang karena tidak punya uang. Entah untuk membeli keinginan atau mencukupi kebutuhan. Agar kamu bisa merdeka finansial, maka jika hutanglah untuk sesuatu yang produktif bukan konsumtif. Karena di balik hutang produktif, pasti ada hasil yang bisa dinikmati misalnya hutang untuk bisnis ataupun properti. Karena itulah hutang akan lebih baik jika digunakan untuk sesuatu yang berguna.

Demikian 5 tips untuk merdeka finansial. Selagi masih ada waktu dan masih produktif, maka ikuti kelima tips di atas. Lindungi hidupmu dengan asuransi. Buatlah keuntungan dengan investasi. Jaminkan hari tua dengan dana pensiun. Lancarkan hidup anak dengan dana pendidikan. Berhutang untuk mendapatkan uang lebih.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here