Robit.id – Bagi warga Jakarta dan Tangerang saya kira jika ingin menikmati kuliner, banyak banget pilihannya. Dua kota ini, adalah surga kuliner. Ketika kamu mau cari yang model kaki lima, maka kamu akan mendapatkan berpuluh-puluh macam makanan yang enak dan dengan harga yang murah. Di sisi lain, ketika kamu ingin mencari makanan untuk kelas menengah atas, maka kafe-kafe berjejer hampir di setiap tepi jalan raya.

Kemarin saya dengan beberapa teman mencoba Mie Ayam Bintaro – Miabi di daerah Bintaro, Tangerang. Namanya unik, dan mudah dikenal. Miabi adalah sebuah tempat makan yang tak hanya menjual Mie Ayam saja. Namun mereka juga menjual makanan lainnya, seperti Soto Betawi, Nasi goreng, bebek goreng dan tentunya Mie Ayam itu sendiri. Mie Ayam di Miabi memiliki beraneka menu yang bisa kamu pilih. Untuk penjelasannya akan saya uraikan di bawah.

Kemudian untuk minuman, Miabi lebih mengedepankan minuman jenis kopi. Kopi yang dijual di tempat ini berasal dari kebun sendiri di daerah Liwa, kabupaten Lampung Barat. Dan Miabi menyuguhkan dengan berbagai varian kopi bagi pecinta kopi ulung. Yang menarikya lagi adalah, Miabi menyuguhkan kopi dengan roasting sendiri. Menunya nanti akan saya bahas juga.

Biji Kopi di Miabi, Asli Kebun Sendiri dari Lampung Barat
Biji Kopi di Miabi, Asli Kebun Sendiri dari Lampung Barat

Lokasi

Mie Ayam Bintaro – Miabi, terletak di daerah Bintaro Sektor 9, tepatnya di Jalan Maleo Raya Blok Je 5 No 56, (depan Puri Bintaro), Pondok Pucung, Pondok Aren membuat Miabi gampang dijangkau. Karena tempatnya pas di pertigaan. Maka ketika kamu lewat Jalan Maleo, besar kemungkinan akan menemukan tempat ini.

Oke, selanjutnya kita akan bahas menu-menu yang saya cicipi di Miabi dan mengapa kamu harus mencobanya.

Mie Ayam

Di dalam menu Miabi, kamu akan disuguhi menu Mie Ayam yang spesial. Mie-nya bikinan sendiri, hal ini seperti yang diungkapkan oleh Bang Ismail, pemilik restoran. “Mie-nya kita buat sendiri dan tanpa pengawet” jelas Bang Ismail. Jadi bisa dibayangkan dong, betapa spesialnya mie bikinan Miabi yang sangat berbeda dengan di tempat Mie Ayam sejenis, yang mayoritas beli mie jadi dari pabrikan. Tekstur Mie dari Miabi, memiliki tekstur tersendiri.

Mie-nya yang buatan sendiri menghasilkan mie yang sangat halus ketika kita kunyah. SElain itu, rasanya juga enak dan berbeda dengan mie lainnya.

Menu Mie Ayam di Miabi setidaknya ada tiga jenis. Dari Mie Ayam Original, Miabi Yamin, dan Miabi Tauge. Pada tiga jenis tersebut memiliki tambahan-tambahan lainnya, misalkan ada bakso dan pangsit.

Kebetulan pas saya ke Miabi, saya pesan semangkuk Miabi Bakso. Harganya dibanderoll dua puluh empat ribu. Dengan harga segitu, saya mendapatkan perspektif baru mengenai Mie Ayam.

Mie Ayam Bintaro Miabi Bakso
Mie Ayam Bintaro Miabi Bakso

Tampilan pertama yang saya terima adalah, semangkuk Mie Ayam dan satu mangkuk kecil untuk mengisi dua buah bakso dan tentunya kuah. Tampilan ini sebenarnya hampir sama dengan tempat lain.

Namun yang membuat beda dari Miabi Bakso ini adalah, sajian pada Mie Ayamnya yang diatasnya seperti ada taburan ayam. Sajian ini bisa dibilang lumayan eye catching dan bagus untuk diabadikan bagi anak Instagram, sajian Miabi lumayan instagramable.

Rasa Miabi Bakso

Mari kita berbicara soal rasa. Lidah saya adalah lidah yang semua makanan bisa masuk. Entah dari yang murah hingga mahal sekalipun. Dan ketika berbicara tentang kamu, eh Mie Ayam, saya hingga sekarang masih terpatok dengan rasa mie ayam dari kampung.

Saya hidup di Jakarta lebih dari enam tahun, dan selama itu saya baru menemukan beberapa tempat Mie Ayam yang enak. Selain itu, rasanya standar di lidah saya.

Nah untuk Miabi Bakso dari Mie Ayam Bintaro, memberikan saya jawaban yang memiliki istilah seperti ini “Di Jakarta dan Tangerang, ada lho Mie Ayam enak”. Nah, seperti yang sudah saya tulis di awal, bahwa Mie dari Miabi ini bikinan sendiri, maka rasa dan tekstur yang dihasilkan akan berbeda.

Untuk memberi gambaran rasa Miabi Bakso ini saya sangat menikmati secara perlahan untuk menghabiskan menu ini. Sumpitan demi sumpitan saya nikmati. Oke, untuk rasa, bagi kamu yang sudah malang melintang di dunia Mie, mungkin akan memberikan nilai 8/10.

Dan saya yang memiliki sense of mie yang amatir, maka saya akan memberikan jawaban soal rasa di angka 8,5. Alasannya jelas, sebab Miabi Bakso ini rasanya berbeda dengan yang ada di pasaran. Rasanya memiliki khas sendiri. Dengan tekstur yang halus, maka menikmati Mie ini tak perlu lama mengunyahnya.

Selain itu, dari segi bumbu, Miabi juga cocok bagi saya. Rasa di lidah ngena dan enak. Maka angka yang saya sebutkan tadi tidak berlebihan.

Tapi, ada kelemahannya juga dong. Semangkuk Mie Ayam Miabi porsinya belum nampol bagi saya. Untuk ke depannya, pengelola bisa menambahkan porsinya agar bisa seorang seperti saya, yang makannya banyak ini bisa tambah suka.

Kopi

Saya ketika pesan kopi bertanya lebih dulu kepada pelayan. “Di sini kopi paling spesial apa?” tanya saya kepada salah satu pelayan. “Espresso Mas”. Oke, saya langsung pesan secangkir Espresso.

Sajian secangkir kopi Espresso ya pasti akan sama di hampir semua kedai kopi. Mungil dan unik. Begitulah Espresso. Saya adalah penikmat kopi ulung, namun kopi bikinan ibu saya di kampung tetap menjadi juara hingga kini.

Secangkir Mungil Espresso di Miabi
Secangkir Mungil Espresso di Miabi

Cerita soal Espresso di Miabi, rasanya hampir sama dengan kedai-kedai kopi di Jakarta. Espresso adalah kopi hitam yang menonjolkan rasa pahit asli. Harga kopi espresso dibanderoll oleh Miabi hanya dua belas ribu saja. Bandingkan dengan kedai-kedai kopi lainnya yang akan menjual di kisaran tiga puluh ribu ke atas.

Saya dan teman-teman, kebetulan nongkrong di Miabi lumayan lama. Saya datang di tempat itu pas jam 1 siang. Dan sekitaran jam 5-an kami memesan untuk ronde kedua, saya memesan kopi lagi. Tentu bukan Espresso, tapi Vietnam Drip.

Kopi ini rekomendasi dari Mba Monica, katanya enak banget. “Enak yang Vietnam Drip, kamu harus nyoba” ujar Mba Monica Anggen, yang bulan ini baru saja menerbitkan novel berjudul “Bersamamu”.

Tanpa dua kali berpikir, saya langsung mengiyakan tawaran kopi Vietnam Drip tersebut. Seperti nama menu kopinya, Vietnam Drip, yang berarti cara penyajiannya sama seperti di negeri asalnya, Vietnam.

Ketika kita memesan Vietnam Drip, kita harus menunggu beberapa saat agar tetesan kopi penuh di dalam gelas. Dan sebelum diberi kopi, di dalam gelas diberi susu kental terlebih dahulu. Maka ketika alat Vietnam Drip bekerja, proses selanjutnya adalah kopi sedikit demi sedikit menetes ke dalam gelas dan menyatu dengan susu. Teknik ini akan menghasilkan perpaduan yang epic. Hal ini juga memerlukan kesabaran dan bisa kita nikmati dengan daya seni tinggi.

Segelas Kopi Vietnam Drip
Segelas Kopi Vietnam Drip

Ngomong-ngomong soal rasa, apa yang diucapkan Mba Monica, nyatanya tak bohong. Rasa asam dan manis menjadi satu rasa yang unik. Bahkan saya juga ketagihan dengan Vietnam Drip. Dengan harga dua belas ribu saja, kamu bisa menikmati Vietnam Drip dengan asik.

Suara azan Magrib berkumandang, dan hujan di sekitaran Bintaro datang. Saya masih menikmati kopi Vietnam Drip sambil ngobrol. Di sela obrolan, sesekali saya menyalakan rokok agar lebih syahdu menikmati kopinya. Pukul delapan malam kami pulang. Capek di perjalanan dibayar dengan rasa kopi dan tentunya semangkuk Miabi Bakso.

  • Meipurple.com

    wow…

    kerenn ahahaa

    • Robit Mikrojul Huda

      Hehehe, thanks yoo

  • lokasinya deket banget dari basecamp nih, enak buat nongkrong di malam hari bareng temen selain itu porsi mie-nya pas banget

    • Robit Mikrojul Huda

      bareng temen atau gebetan nih? hwhwhw

  • Shinta juliana

    Tadinya mau nyobain Vietnam Drip, eh keburu di tumpahin huhu

    • Robit Mikrojul Huda

      Tapi kan beli lagi aku :))

  • Nice mas, mie ayamnya enak, kuahnya terpisah, jadi bisa dituang sesuai selera. Saya lebih suka dgn kuah sedikit biar nyemek….

    • Robit Mikrojul Huda

      Iya, untuk Mie Ayamnya enak. Karena Mie-nya buatan sendiri Mas 🙂