Perkembangan teknologi di dunia maupun di Indonesia terlalu cepat bahkan lebih cepat dengan apa yang kita bayangkan. Banyak perusahaan teknologi saat ini menjadi besar dan memimpin dunia, misalnya Google, Amazon, Alibaba dan lain sebagainya. Perusahaan ini dua puluh tahun lalu tidak dibayangkan jika akan sebesar seperti sekarang. Jika kita lihat sepuluh tahun belakangan, perusahaan yang bergerak di pertambangan kian lama pamornya semakin turun.

Mengikuti zaman dengan membuat inovasi teknologi akan membuat perusahaan tetap berdiri. Maka bukan hal yang aneh jika saat ini perusahaan yang memanfaatkan teknologi untuk menggerakkan perusahaannya.

Hingga Januari 2017 menurut data dari Hootsuite dan We Are Social, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta. Jumlah ini membuktikan bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia telah menggunakan internet. Sedangkan pengguna internet di dunia mencapai 7,5 miliar orang.

Saat ini internet telah menjadi salah satu bagian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya internet kita dimudahkan dari berbagai aktivitas. Bahkan sekarang kita tidak bisa lepas dengan internet dan semuanya terkait dengan internet.

Populasi dan Pengguna Internet Indonesia
Populasi dan Pengguna Internet Indonesia | ROBIT.ID

Potensi Ekonomi Digital Indonesia
Internet memiliki dua mata pisau, bisa dimanfaatkan dengan positif maupun negatif. Bukan yang aneh jika banyak generasi muda yang memanfaatkan internet untuk mencari uang.

Hal ini juga membuat startup-startup digital di Indonesia muncul beberapa tahun terahir. Bahkan hingga November 2017, terdapat 4 startup unicorn di Indonesia, yakni Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Startup unicorn merupakan startup yang memiliki valuasi sebesar 1 juta USD atau setara dengan Rp 13,3 triliun.

Jika kita melihat berita mengenai startup di Indonesia, maka hampir setiap hari muncul startup dengan ide-ide yang menarik. Potensi ekonomi digital di Indonesia bahkan digadang-gadang oleh menteri Kominfo, Rudiantara akan menjadi rakasasa digital di Asia.

Go Digital or Die

Pemerintah Indonesia untuk memajukan generasi bangsa di bidang teknologi dan informasi melalui berbagai cara. Pelatihan dan pendampingan telah dilakukan dan diupayakan agar menjadi generasi yang unggul. Selain itu, upaya pemerintah menggandeng startup dan mencari bibit-bibit startup di Indonesia kini bisa dilihat pada program 1000 startup digital. Tujuan dari program ini, di masa depan Indonesia bisa menjadi pemain, bukan hanya sebagai penonton saja.

Sesi diskusi Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah bersama Prof. DR. H Muhammadiyah Amin M.Ag
Sesi diskusi Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah bersama Prof. DR. H Muhammadiyah Amin M.Ag

Selain itu berbagai pelatihan juga dilakukan oleh kementerian. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Kementerian Agama, yakni dengan tema “Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah”. Tujuan dari program ini adalah bahwa ke depannya generasi milenial dan generasi Z bisa paham mengenai Zakat dan Wakaf.

Karena sampai saat ini masyarakat kita masih belum paham mengenai zakat dan wakaf. Bahkan untuk zakat, masayarakat tahunya ketika akan lebaran saja, yakni Zakat fitrah. Padahal ternyata terdapat pula zakat penghasilan, yang belum diketahui oleh sebagian masyarakat.

Program lokalatih tersebut berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 29 November-1 Desember 2017, yang dilaksanakan di Hotel Aston Tropicana, Bandung. Kementerian Agama menggandeng para pemateri yang kompeten di bidangnya.

Kebetulan saya dan beberapa teman blogger mengikuti pelatihan ini. Bukan hanya dari blogger saja, namun terdapat mahasiswa, dan pegawai dari Kementeran Agama.

Program acara Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah

Acara dibuka oleh Prof. DR. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag selaku Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama. Beliau mengatakan betapa pentingnya zakat dan wakaf untuk generasi Milenial dan Z.

Sesi selanjutnya dibawakan oleh Drs. H. Tarmizi, MA yang memaparakan mengenai “Program Bimas Islam dalam Pemberdayaan Zakat dan Wakaf”. Beliau menjelaskan mengenai zakat. “Zakat di Indonesia itu memiliki dua kekuatan dasar hukum, yakni dari agama dan Undang-Undang Dasar.” jelasnya.

Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah 3
Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah

Hari kedua rangkaian acaranya lebih menarik dan banyak menyoroti tentang dunia digital dan perilaku dari generasi Milenial dan Z. Hal ini penting karena di tangan generasi inilah masa depan akan dibawa.

Kang Ali Muakhir, Blogger Senior dari Bandung membuka sesi pertama dengan tema “Blogging, Sosial Media dan Ekonomi Syariah”. Ia menyoroti pentingnya media sosial dan blog sebagai media untuk mengkampanyekan zakat dan wakaf bagi generasi Milenial dan Z.

Generasi Milenial adalah generasi yang lahir pada tahun 1977-1995. Populasi di Indonesia saat ini menurut data yang dikeluarkan oleh Tirto.id mencapai 81,27 juta jiwa. Sedangkan Generasi Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1996 – 2010.

Setelah itu dilanjut dengan materi dari Elmo Juanara. Ia adalah digital marketing strategis dari Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). IZI berdiri pada 10 November 2014. Elmo memaparkan mengenai strategi apa yang telah dilakukan oleh IZI di ranah online. Salah satu contoh produksi untuk mensosialisasikan IZI kepada netizen generasi Milenial dan Z adalah dengan cara membuat konten viral.

IZI membuat onten viral dari beberapa langkah, yakni dengan konten bagus dan optimasi.
– Konten yang bagus adalah konten yang memiliki isi yang bermanfaat atau mengandung emosional yang tinggi
– Optimiasi: Selain konten yang bagus, untuk membuat kampanye viral adalah dengan cara optimasi. Optimasi ini bisa melalui berbagai cara:
1. Engagement
2. Facebook/Instagram/Youtube Advertisement
3. Buzzer

Dengan langkah itulah, IZI memproduksi konten untuk mengenalkan ke khalayak umum. Salah satu contoh video yang diproduksi oleh IZI dan mengundang banyak penonton adalah seperti pada video yang berjudul “Taxi Driver IZI – Memudahkan Dimudahkan” di bawah ini:

Sesi selanjutnya adalah “Sosial Media dan Pembentukan Karakter Generasi Z dalam pengembangan Generasi Z” yang dipaparkan oleh Ananto Pratikno. Ia menjelaskan menegnai perilaku, Akses berita, durasi menggunakan internet, aplikasi dan perangkat apa yang dimiliki oleh Generasi Z.

Generasi Z memang berbeda dengan generasi Milenial, apalagi dengan generasi X. Generasi Z di dunia saat ini mencapai 2,5 miliar orang.

Ciri-ciri Generasi Z:
-Hemat
-Berpikiran terbuka
-Asyik dengan teknologi
-Menghendaki perubahan sosial
-Menyukai kampanye kekinian

Dari ciri-ciri di atas, Ananto Pratikno menjelaskan bagaimana cara mengkampanyekan Zakat dan Wakaf kepada Generasi Z. Ketika mensosialisasikan harus dengan cara kekinian dan unik untuk menarik perhatian dari Generasi Z.