Asik ya jadi blogger itu, bisa jalan-jalan terus.
Asik ya jadi blogger itu, bisa dapat handphone atau laptop gratis.
Asik ya jadi blogger itu, uangnya banyak dan terkenal
Asik ya jadi blogger, bisa nginap di hotel gratis.
Asik ya jadi blogger itu…

Ungkapan di atas sering kalian dengar bukan dari orang. Padahal gak semua ungkapan tersebut semuanya benar. Semua pekerjaan pasti memiliki risiko dan keuntungannya masing-masing. Tidak ada yang enak terus.

Sebelum menjawab judul tulisan ini, saya akan bercerita mengenai ketika saya terjun di dunia blog. Mungkin sebelumnya saya sudah pernah membahas, tapi ini saya mau ngebahas sekilas saja. Kalau mau baca bisa ke Setelah Enam Tahun Ngeblog.

Saya pertama kali ngeblog sekitar tahun 2010 atau 2011. Pokoknya waktu masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Sama seperti blogger-blogger lainnya, blog digunakan untuk media curhat. Ya, hanya sekadar itu saja. Tidak kurang tidak lebih. Curhat di sini, kontennya bisa dengan benar-benar curhat, tapi saat saya sedang kasmaran, ada beberapa puisi yang saya buat.

Perjalanan terus berlanjut, nama blog sering ganti-ganti dan akhirnya berlabuh di domain yang saat ini teman-teman baca, yakni robit.id. Saya sudah beli lumayan lama nama domain ini, tapi saya tidak gunakan karena masih mikir panjang. Tahu sendiri kan, harga domain .id lebih mahal dibanding ektensi domain yang lain.

Lantas, apakah ungkapan di awal tulisan tadi benar? Jawabanya belum tentu. Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa semua pekerjaan pasti memiliki keuntungan dan risiko.

Nah untuk blogger, memang betul kita bisa jalan-jalan gratis. Ini berlaku untuk blogger yang memiliki niche atau kategori travel. Tapi ya tidak ujug-ujug bisa jalan gratis, tetapi harus melalui poroses panjang. Namun, meski bukan travel blogger, juga bisa jalan-jalan sih.

Kemudian uang banyak? Kalau ini ya relatif. Banyak banget blogger yang kere (termasuk saya). Memang benar, di luaran sana ada blogger yang sukses dari jerih payah ngeblog. Tapi yan gagal juga lebih banyak. Jadi tidak bisa menjadi acuan.

Sepertinya sudah tidak sabar ya ingin baca mengenai apa yang dipersiapkan untuk menjadi blogger. Oh ya, blogger itu tidak seperti akan masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) kok, yang harus ikut tes dan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Menurut saya jadi blogger ya menjadi diri sendiri, menulis sesuai dengan pikiran kita. Tapi kalau dijawab seperti itu, terlalu klasik dan biasa ya.

Saya akan menjawab apa yang telah saya lakukan selama ini, dan bagaimana bisa konsisten menulis (eh nggak konsisten banget sih, akan tetapi setidaknya dalam satu minggu ada tulisan baru). Wahaha.

Jika teman-teman ingin serius menjadi blogger dan tidak angot-angotan, apalagi hanya ikut-ikutan teman, maka saya akan memberikan beberapa hal yang harus dipersiapakan;

1. Memiliki Blog
Hal pertama yang harus dipersiapkan untuk menjadi blogger adalah memiliki blog. Meski saat ini mudah sekali membuat blog gratisan, akan tetapi jika teman-teman serius untuk menjadi blogger, lebih baik membeli domain berbayar.

Banyak kok penyedia domain baik dari lokal maupun non lokal. Harga tidak jauh beda. Teman-teman bisa membeli domain yang bisa menggambarkan diri sendiri. Jika bingung, bisa dengan domain nama sendiri. Contohnya seperti saya, robit.id.

Kalau teman-teman gak mau capek, saat ini banyak juga jasa pembuatan website, kalian bisa mencari di Google. Tapi kalau teman-teman gak mau repot lagi, kalian bisa langsung ke Digitalic.id aja, ini yang mengerjakan saya kenal semua kok orang-orangya. Jadi gak usah takut hasilnya jelek atau tipu-tipu.

2. Belajar Menulis
Sampai saat ini saya terus belajar menulis dengan baik. Jika dibanding dengan ketika saya ngeblog dulu, jauh banget perbedaannya. Belajar menulis tidak usah yang berat-berat. Karena titah blog adalah milik pribadi, jadi tidak perlu baku banget dan tidak perlu kaku, karena blog bukan jurnal ilmiah atau skripsi. Ngomong-ngomong soal skripsi, apa kabar hai, skripsiku?

Boleh-boleh saja mau nulis baku dan kaku, itu semua tergantung selera. Kalau saya berada di tengah, kaku banget enggak, selengean banget juga enggak. Selama menjadi blogger saya bisa belajar banyak mengenai ilmu kepenulisan. Contoh yang paling saya ingat adalah bisa membedakan “di” dipisah maupun disambung.

3. Cari Kategori Sesuai dengan Minat
Banyak yang bilang bukan, untuk menjadi bloger itu harus bisa menentukan niche atau kategori. Misalnya travel, teknologi, beauty, dan lain sebagainya.

Pilih Niche Blog Sesuai dengan Minat
Pilih Niche Blog Sesuai dengan Minat

Kita bisa pilih salah satu dan fokus yang kita kuasai. Dengan memilih niche yang tepat, ketika kita akan menulis, pasti tidak akan malas. Namun jika topik atau niche yang tidak dikuasai, pasti blognya akan tumbang di tengah jalan. Gimana tidak tumbang, mau nulis saja bingung. Bagaimana mau bisa konsisten, betul tidak?

Kategori juga sangat penting untuk menentukan mau dibawa ke mana blog teman-teman. Namun, jika tidak memiliki minat atau keahlian khusus, kamu bisa memilih kategori umum. Contohnya ya blog ini. Hampir semua saya bahas. Hehehe. Saya tidak memiliki nilai plus di teknologi, kurang jalan-jalan, dan ya saya begini-begini saja.

4. Media Sosial
Menjadi blogger itu bisa dibilang harus update mengenai perkembangan di media sosial. Oleh karena itu, blogger dan media sosial itu tidak bisa dipisahkan. Satu sama lain berhubungan. Media sosial digunakan untuk media penerus dari blog.

Media sosial sangat berkaitan erat dengan blog. Makanya harus dipersiapkan sejak awal jika ingin berkiprah di dunia blogger. Oh ya, media sosial itu bisa dibilang satu paket dengan nama blog kita. Karena misalnya ada kerjasama dengan brand, pasti selain diminta nama blognya, juga diminta akun media sosial. Tingkatin deh followers di Instagram dan Twitter. Agar teman-teman bisa menjual ‘harga diri’ lebih mahal ke brand.

5. Kartu Nama
Zamannya digital, tapi masih menggunakan kartu nama? Yakin? Memang benar, saat ini adalah era serba online. Namun, untuk kartu nama, ternyata masih sangat dibutuhkan oleh blogger atau pekerja kreatif lainnya.

Alasannya, saat kita bertemu dengan orang baru, kita lebih mudah memberi kartu nama dibanding dengan memberi kontak whatsapp. Dengan memberikan kartu nama, kita juga terlihat lebih profesional.

Teman-teman bisa membuat kartu nama dan mencantumkan nama blog serta kontak lainnya. Oh ya, kalau bisa juga untuk kontak emailnya dengan pakai domain sendiri. Hal ini juga akan lebih terlihat profesional. Bahwa kita benar-benar serius ngeblog-nya. Contohnya adalah, ketika saya mengenalkan atau branding ke brand, saya akan menggunakan email halo@robit.id. Bukan gmail, yahoo, atau email gratisan lainnya.

Saat ini membuat kartu nama bisa melalui banyak cara. Mau buat secara konvensional ataupun online. Seperti yang saya bilang, di era yang serba online, kita bisa membuat kartu nama secara online.

Hal ini sudah pernah saya lakukan beberapa hari lalu. Saya sudah lama memiliki niat untuk buat kartu nama untuk website yang sedang saya bangun yakni startupdaily.id. Nah saya menemukan Gogoprint, website khusus percetakan online.

Selain membuat kartu nama untuk diri sendiri, saya juga membuat kartu nama untuk istri. Sekalian buat, karena saya melihat harga di Gogorpint untuk produk kartu nama itu relatif murah.

Cara membuat kartu nama di Gogoprint juga mudah. Saya langsung ke websitenya, kemudian pilih produk, yakni kartu nama. Oh ya, selain kartu nama, Gogoprint juga menyediakan layanan produk lainnya, seperti flyer, brosur, stiker, kartu pos, poster, kop surat, dan masih banyak lagi.

Halaman Utama Gogoprint
Halaman Utama Gogoprint

Setelah saya pilih produk kartu nama, kemudian diarahkan ke upload desain sendiri atau pakai template dari Gogoprint. Saya memang sudah lama pengin cetak kartu nama, jadi sudah memiliki desain sendiri.

Setelah upload desain, tinggal pilih jenis kertas, cetak sisi depan saja atau keduanya, dan ada juga fitur sentuhan akhir, mau laminasi glossy, sudut bulat atau yang lain . Semua sesuai selera.

Setelah itu, tinggal ke pengiriman. Uniknya di Gogoprint adalah, ada pilihan tanggal penerimaan. Semakin cepat hari penerimaan, akan semakin mahal harganya.Namun jika kamu tidak buru-buru, kamu bisa memilih tanggal penerimaan lebih lama, tapi harganya lebih murah.

Setelah mengupload desain kartu nama
Setelah mengupload desain kartu nama dan pesanan saya siap dikirim

Langkah-langkah membuat kartu nama di Gogoprint sangat mudah. Oh ya, yang membuat enak dan menyenangkan lagi adalah setiap pembuatan kartu nama maupun produk lain di Gogoprint itu gratis ongkos kirm untuk wilayah Jawa, Bali, dan Sumatera. Benar-benar menyenangkan bukan?

Setelah saya membuat di websitenya, akhirnya kartu nama yang saya buat datang juga. Mudah, cepat, gratis ongkir dan kualitasnya juga baik.

Kartu nama pesanan saya telah tiba
Kartu nama pesanan saya telah tiba

Oke, kita balik lagi ke persiapan menjadi blogger. Saya sudah menyebutkan 5 hal yang harus dipersiapkan. Sebenarnya tidak hanya 5 hal di atas saja sih untuk menjadi blogger. Ada hal-hal lain. Kalau teman-teman mau menambahkan selain 5 di atas, boleh bangeeet. Bisa di kolom komentar ya.

Di tulisan selanjutnya, saya akan membahas bagaimana menjadi blogger, dan bagaimana cara mendapatkan uang dari blog. Penasaran gak? Tunggu saja. 😀

10 COMMENTS

  1. 5 persiapan ngeblog diatas itu penting banget ya, apalagi kartu nama bisa ngebantu banget untuk branding blog/website bahkan pribadi kita sendiri agar lebih dikenal profesional sama brand diluar sana ya mas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here