Halo! Dari judul saja, tampaknya tulisan kali ini terlalu berat, ya? Tapi, saya akan mencoba menuliskannya sesimpel mungkin, karena saya juga jarang menulis yang berat seperti ini. Jangankan menulis berat, menulis keseharian saja jarang.

Oh ya, tulisan ini hasil dari ketika saya mengikuti Diskusi Terbatas yang diadakan oleh Bisnis Indonesia dengan tema: “Skenario Bisnis Pasca Akuisisi Freeport” pada Senin, 17 September 2018 di Grand Hyatt Hotel, Jakarta. Mungkin sudah pada tahu kan bahwa akhir-akhir ini ada berita bahwa Freeport telah diakuisisi? Oleh karena itu, diskusi ini digelar.

Sebagai pembuka, sebelumnya pemerintah Indonesia hanya memiliki saham Freeport sebesar 9,36 persen saja. Lantas dengan perundingan Freeport dengan pemerintah pada Agutus tahun 2017 lalu, akhirnya Indonesia berhasil memiliki saham 51 persen. Kabar gembira? Tentu saja. Tapi, tak sesederhana itu.

Proses divestasi dilaksanakan oleh PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero). Dengan memiliki saham 51 persen, Inalum harus mengeluarkan 3,85 miliar dollar AS. Dengan kepemilikan 51 persen, bagaimana langkah Inalum yang mendapat tugas untuk mengakuisisi dan mengelola PT Freeport Indonesia ke depan?

Oh ya, dalam diskusi terbatas ini dihadiri pembicara yang memang sudah berkompeten dalam bidangnya, di antaranya adalah:

– Ir. Bambang Susgit, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral
– Irwandy Arif, Ketua Indonesia Mining Institute
– Wilawarma, Profesional Pertambangan
– Sukmandaru Prihatmoko, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Diskusi Terbatas Skenerio Bisnis Pasca Akuisisi Freeport
Diskusi Terbatas Skenerio Bisnis Pasca Akuisisi Freeport

Menurut Bambang Susigit, setelah 2021 saat Kontrak Karya PT Freeport Indonesia akan selesai, Inalum dan PT Freeport Indonesia akan fokus pada tambang bawah tanah. Hal ini karena cadangan tambang terbuka di Grasberg akan habis.

Untuk itu, PTFI saat ini sedang mengerjakan 5 tambang bawah tanah dan di tahun depan, akan fokus untuk mengeruk tambang bawah tanah. Dengan pengerjaan ini, pengelolaan Inalum ke depannya akan lebih berat.

Bambang Susigit Diskusi Terbatas Skenerio Bisnis Pasca Akuisisi Freeport
Bambang Susigit pada Diskusi Terbatas Skenerio Bisnis Pasca Akuisisi Freeport

Dengan mengerjakan tambang bawah tanah, sudah pasti akan diperlukan modal yang lebih besar. Bukan hanya itu saja, akan tetapi juga dari Sumber Daya Manusia (SDM) maupun dari teknloginya.

Meski tantangan untuk mengelola PT Freeport Indonesia ke depannya berat, akan tetapi jika dikerjakan secara bersama dengan berkolaborasi antara berbagai pihak, dan menggunakan teknologi yang lebih maju akan bisa berjalan dengan baik. Selain itu, juga dilibatkan generasi muda yang memiliki kompetensi pada bidangnya.

Jika kita menilik keuntungan apa yang akan didapat oleh pemerintah Indonesia, setelah mengakuisisi saham sebesar 51 persen, setidaknya terdapat 4 keuntungan yang didapatkan oleh Indonesia.

4 keuntungan tersebut di antaranya adalah (sumber Liputan6):

– Peningkatan pendapatan dan kepercayaan
– Freeport janjikan setoran dividen USD 60 miliar
– Beri kepastian iklim investasi nasional
– Transparansi pengelolaan Freeport

Semoga dengan langkah pemerintah Indonesia yang mengambil alih saham kepemilikan sebesar 51 persen, Indonesia ke depannya akan lebih baik lagi. Meski jalan yang dihadapi sangat berat.

Saaya saat menghadiri Diskusi Terbatas: Skenario Bisnis Pasca Akuisisi Freeport
Saya saat menghadiri Diskusi Terbatas: Skenario Bisnis Pasca Akuisisi Freeport

Sebenarnya hasil diksusinya banyak. Ya, banyak. Tapi saking banyaknya, saya malah bingung apa yang akan ditulis. Jadi, semoga teman-teman agak lebih tahu sedikit mengenai dunia pertambangan, khususnya Freeport setelah diakuisisi oleh pemerintah Indonesia sebesar 51 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here