Di Indonesia maupun di dunia saat ini memang ramai yang memperbincangkan Bitcoin. Bahkan Bitcoin hampir setiap hari diberitakan di media online. Terlebih lagi tahun lalu di Jepang telah melegalkan penggunaan Bitcoin untuk alat pembayaran, maka tak lama dengan kabar tersebut, harga Bitcoin langsung meroket. Tak tanggung-tanggung, sejak awal tahun 2017 kenaikannya lebih dari 500%. Meskipun di tahun ini nilainya turun, bukan tidak mungkin beberapa waktu ke depan akan naik lagi. Karena nilai bitcoin tidak dikendalikan oleh satu orang, perusahaan, maupun lemabaga. Nilai bitcoin ditentukan oleh adanya supply and demand (penawaran dan permintaan). Maka nilainya sangat fluktuatif setiap waktu.

Bitcoin kini seperti asset digital dan dianggap sebagai “emas digital”, jadi banyak investor yang berinvestasi melalui teknologi ini. Oleh karena itu banyak orang yang melakukan perdagangan bitcoin. Bitcoin bisa menerima, mengirim, maupun menyimpan kapan saja dan di mana saja, asal memiliki perangkat yang terhubung dengan internet.

Sejarah Bitcoin

Bitcoin merupakan aset digital yang dikembangkan oleh seorang (atau grup) dengan nama samaran Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Kita bisa mendapatkan Bitcoin melalui tiga cara yakni dengan menerima, membeli, maupun menambang. Jika akhir-akhir ini di Indonesia khususnya di media sosial sering mendengar ‘menambang bitcoin’ maka itu salah satu cara untuk memperoleh bitcoin. Tentunya menambang di sini bukan seperti menambang konvensional seperti menambang emas atau logam mulia lainnya. Akan tetapi kita sebagai miner (penambang) harus bisa memecahkan atau menguraikan matematika kompleks dengan menggunakan komputer yang canggih untuk menemukan block baru Bitcoin. Penambang yang mampu menemukan akan diberikan sejumlah bitcoin. Terlalu sulit dipahami ya? Sederhananya para penambang bitcoin harus bisa memecahkan berbagai kode matematika.

Di awal munculnya Bitcoin, setiap penemuan 1 block akan mendapatkan 50 Bitcoin, namun sekarang dengan banyaknya orang yang menambangnya, maka 1 block akan dihadiahi 25 Bitcoin. Hadiah 1 block ini akan terus berkurang karena sistem Bitcoin memastikan bahwa di dunia hanya diciptakan sebanyak 21 juta Bitcoin. Di tahun ini Bitcoin yang telah beredar sebesar 17 juta.

Lantas dengan konsep dan sistem seperti itu, selanjutnya apakah Bitcoin aman? Pertanyaan yang bagus. Di dalam pikiran saya juga awalnya ragu karena dengan konsep menambang seperti itu, bagaimana faktor kemanan dan lain sebagainya. Dan satu lagi, sistem Bitcoin ini adalah open source.

Tapi, nyatanya sejak dikembangkan tahun 2009 sitem ini sangat aman dan telah direview dari berbagai kalangan bahwa sistemnya tanpa cacat. Sistemnya aman, yang membuat tidak aman adalah dari sisi pengguna itu sendiri.

 Bitcoin Sebagai Investasi dan Aset Digital

Seperti yang sudah saya singgung di atas bahwa sekarang banyak orang yang beramai-ramai membeli maupun menjual Bitcoin. Selain itu juga dijadikan sebagai investasi masa depan. Dengan harga yang fluktuatif sebenarnya Bitcoin memiliki risiko untung maupun rugi yang tinggi. Per tulisan saya buat (14 Juli 2018), nilai 1 Bitcoin sebesar 91.014.000. Ya, sembilan puluh satu juta rupiah. Nilai yang ‘gokil’ bukan?

Oleh karena itu, investasi menggunakan Bitcoin akhir-akhir ini adalah hal yang wajar dilakukan. Apalagi oleh orang-orang khususnya yang tinggal di kota besar dan ‘melek’ internet. Di Indonesia terdapat berbagai perusahaan yang khusus memberikan layanan menjual, membeli, atau untuk investasi. Salah satunya adalah Luno. Hal ini saya ketahui ketika saya diundang di kelas influencer pada Kamis, 12 Juli 2018 di Gowork Coworking Space, Jakarta.

Vijay Ayyar Head of Business Development Luno
Vijay Ayyar Head of Business Development Luno, saat memaparkan tentang Bitcoin dan Luno

Investasi Bitcoin Melalui Luno

Luno merupakan perusahaan global di bidang aset digital dengan pelanggan di 40 negara di dunia. Luno berpusat di London, dan memiliki kantor regional di Singapura, dan Captown serta memiliki kantor cabang di Jakarta, Lagos, dan Kuala Lumpur.

Mba Claristy dari Luno sedang menjelaskan Luno Indonesia
Mba Claristy dari Luno sedang menjelaskan tentang Luno Indonesia

Hadirnya Luno adalah untuk memudahkan transaksi penjual, pembeli, maupun investor bitcoin. Selain itu Luno juga memiliki portal untuk mempelajari informasi Bitcoin dan Ethereum.

Cara Luno untuk memudahkan adalah saat ini Luno tak hanya bisa diakses melalui websitenya saja, akan tetapi pengguna dapat mengunduh aplikasinya di Google Play store maupun di Apps Store. Dengan adanya aplikasi Luno, pengguna bisa transaksi atau investasi bitcoin dengan mudah karena hanya lewat smartphone atau ponsel pintar.

Saya saat menghadiri Influencer Class di Luno
Saya saat menghadiri Influencer Class dari Luno | Foto: Imawan Anshari

Hingga sekarang Luno telah memiliki 2 juta pelanggan di dunia. Dan 15 persennya adalah pengguna dari Indonesia. Bahkan pengguna baru setiap harinya juga sangat besar yakni sekitar 500-700 pengguna.

Di aplikasi Luno kita bisa membeli Bitcoin dengan minimal Rp 15 ribu dan maksimal Rp 15 juta.  Dengan transaksi yang bisa kita atur sendiri, maka sangat memudahkan perkiraan dan berapa besar investasi yang bisa kita lakukan.

Tak hanya itu chart/grafik nilai Bitcoin akan update setiap saat di aplikasi. Jadi ketika kita ingin membeli atau menjual Bitcoin bisa dengan mudah.

Amankah Bertransaksi di Luno?

Seluruh layanan web dan komunikasi terjadi pada saluran SSL (https). Dan dompet disimpan dengan enskripsi PGP. Maka tidak ada satu orang pun yang memiliki akses langsung ke dana Bitcoin pengguna.

Teman-teman Blogger dan Influencer yang hadir di Luno
Teman-teman Blogger dan Influencer yang hadir di Luno | Foto: Imawan Anshari

Setelah informasi yang saya jelaskan di atas, maka jika kamu ingin berinvestasi menggunakan Bitcoin, kini bisa dengan mudah melalui Luno. Investasinya bisa kita atur sendiri lagi. Yuk, berinvestasi mulai sekarang.

Oh ya, tambahan informasi kepada temen-temen, bahwa regulasi Bitcoin setiap negara itu berbeda. Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Menurut Bank Indonesia, Bitcoin boleh digunakan sebagai investasi, bukan sebagai alat pembayaran.

Saya memenangkan kuis dari Luno
Yay!! Saya memenangkan kuis dari Luno | Foto: Imawan Anshari

Untuk lebih lengkapnya kamu bisa lanngsung ke website Luno.com ya :D.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here