Menurut data dari Hootsuite, penguna internet di dunia pada Januari 2018, sebanyak 4,021 miliar orang dari 7,593 miliar populasi di bumi. Artinya, lebih dari setengah penduduk di bumi sudah mengakses internet.

Hal ini juga sama dengan data pengguna internet di Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pada tahun 2017, sebanyak 143,26 juta pengguna internet dari total populasi 262 juta orang. Artinya penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 54,7%.

Pentrasi Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2017
Pentrasi Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2017 | APJII

Semakin majunya teknologi dan murahnya gadget di Indonesia adalah salah satu faktor pengguna internet di Indonesia bertambah. Bahkan pertumbuhannya dari tahun ke tahun terus melonjak. Internet telah mengubah beberapa cara pikir masyarakat. Apalagi bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia. Internet sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan.

Internet Mengubah Pola Pikir Masyarakat

Sebenarnya internet masuk di Indonesia sudah lama, yakni pada awal 1990-an. Artinya, sebelum saya lahir, internet sudah ada di Indonesia. Tapi, penggunaannya terbatas. Dan yang menggunakan juga sangat terbatas.

Internet benar-benar masuk ke masyarakat dan dirasakan oleh masyarakat dari lapisan bawah hingga atas mungkin baru beberapa tahun terakhir. Bisa dibilang sekitar 10 tahun terakhir. Lebih menarik lagi adalah, sekitar 5 tahun terakhir, karena dari balita, anak-anak, remaja, dan bahkan lansia kini menggunakan internet.

Pernyataan saya tersebut bukan omong kosong. Keponakan saya yang baru umur 3 tahun, kini sudah mengerti internet dan gadget. Setiap hari, ia tak lepas dari gadgetnya untuk menonton video online ataupun main games. APalagi kakaknya yang sudah berusia tujuh tahun pun juga lebih aktif lagi dalam menggunakan gadget.

Kini, internet telah mengubah pola pikir masyarakat terhadap apa saja. Bahkan semuanya. Tidak percaya? Saya berikan beberapa contoh, ya. Mulai dari makan, kita bisa memesan makanan via online. Berangkat kerja, bekerja, mencari informasi, bahkan sampai pinjam uang. Semua itu bisa dilakukan melalui online. Benar-benar sebuah penemuan yang sangat berharga.

Munculnya Perusahaan-perusahaan Berbasis Teknologi

Seperti yang sudah saya singgung sedikit di atas, bahwa dengan majunya teknologi dan semakin banyaknya pengguna internet di Indonesia. Menjadikan peluang dan ceruk baru untuk mendapatkan keuntungan dari internet.

Maka dari itu di dunia maupun di Indonesia, banyak perusahaan yang lahir untuk meramaiakan ‘digital economy’ di Indonesia. Umumnya perusahaan internet disebut dengan startup.

Sederhannya adalah, startup lahir untuk memberikan solusi dari permasalahan di masyarakat dengan menggunakan teknologi. Contohnya seperti apa? Banyak sekali. Bahkan kini hampir di semua lini industri sudah ada startupnya. Mulai dari makanan, travel, ojek, jasa, keuangan, dan lain sebagainya. Hampir semua deh pokoknya.

Tren Startup Fintech

Menurut data dari DailySocial, di tahun 2017 tren startup di Indonesia yang paling banyak adalah startup Financial Technology (Fintech). Bahkan bisa dikatakan startup fintech mendominasi startup di Indonesia.

Tren Startup di Indonesia
Tren Startup di Indonesia

Dengan banyaknya startup fintech di Indonesia, kita sebagai masyarakat bisa memilah mana fintech yang legal atau ilegal. Karena saat ini juga banyak fintech ilegal. Bahkan beberapa waktu lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis data mengenai startup fintech ilegal.

Hasilnya sangat mencengangkan! Karena ternyata terdapat banyak banget startup fintech yang ilegal. Sebanyak 227 startup fintech ilegal telah dirilis oleh OJK pada bulan Juli 2018 lalu.

Nah kita sebagai masyarakat dan konsumen harus lebih hati-hati terhadap startup fintech ilegal. Kita bisa cek fintech tersebut legal atau tidak di OJK.

Oleh karena itu, saya akan memberikan informasi mengenai salah satu fintech yang sudah diakui serta di bawah payung OJK, yakni UangTeman.  Sebelum membahas tentang UangTeman, saya akan sedikit mengulas tentang memahami bisnis P2P Lending.

Memahami Bisnis P2P Lending – Cash Loan

Dengan maraknya pinjaman online di masyarakat, bahkan sampai 1 juta penerima pinjaman, maka Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) bekerjasama dengan UangTeman mengadakan media workshop dengan tema “Memahami Bisnis P2P Lending – Cash Loan. Workshop ini diadakan di kantor UangTeman, Gedung 88 Office, Jakarta.

Media Workshop Memahami Bisnis P2p Lending Cash Loan
Media Workshop Memahami Bisnis P2p Lending Cash Loan

Dalam workshop tersebut dihadiri oleh Aidil Zulkifli (CEO & Founder UangTeman), Sunu Widyatmoko (Ketua Bidang Pinjaman Cash Loan Aftech) Aji Satria Sulaeman (Direktur Aftech) dan Dino Martin (CEO Pendanaan) sebagai moderator.

Hingga saat ini penyaluran pinjaman P2P (Peer to Peer) mencapai Rp 7.42 triliun dengan jumlah pemberi pinjaman 123.000 pihak dan total 1 juta penerima pinjaman.

Dengan angka dan pertumbuhan yang pesat tersebut, maka OJK maupun Aftech harus mengatur startup fintech agar tidak menjadi predatory lending. Karena proses pinjaman online tidak menggunakan Know Your Customer (KYC), yakni tidak bertatap muka langsung.

Maka dari itu, baik peminjam maupun pemberi pinjaman, dan startup fintech harus saling terbuka. Karena asas keterbukaan adalah hal yang utama dalam bisnis P2P Lending. Selain itu, bagi penerima pinjaman juga harus mengisi data yang akurat.

Berbicara mengenai bisnis P2P Lending Cash Loan di Indonesia, tentu banyak. Tapi lagi-lagi, kita sebagai konsumen harus tahu latar belakang dari startup tersebut. Nah di atas sudah saya singgung, bahwa salah satu startup fintech legal dan tercatat di OJK adalah UangTeman.

UangTeman Pionir P2P Lending di Indonesia

UangTeman adalah salah satu pionir startup fintech P2P Lending di Indonesia. UangTeman didirikan oleh Aidil Zulkifli pada April 2015. Selama hampir empat tahun berjalan, UangTeman kini tersebar di 18 kota di seluruh Indonesia.

Saya di Kantor UangTeman
Saya di Kantor UangTeman

UangTeman memiliki produk pinjaman yang diberikan dari R 1 juta hingga 4 juta dengan jangka waktu pinjamnya adalah maksimal 30 hari. UangTeman memang sengaja menyasar untuk pinjaman mikro dengan jangka waktu singkat.

Dengan jumlah pinjaman yang relatif rendah dan jangka waktu pengembaliannya yang singkat, maka UangTeman terus tumbuh menjadi fintech P2P Lending di Indonesia. Bahkan pertumbuhannya setiap tahun 10-20%.

Cara pinjam di UangTeman juga cukup mudah. Kamu hanya cukup dengan mengunduh aplikasi UangTeman di Google Play Store maupun APpstore, dan registrasi. Setelah itu kamu tinggal memilih nominal pinjaman yang kamu inginkan, dan memilih jangka waktu untuk membayar.

Semuanya terhitung dengan jelas. Mau kamu meminjam 2 juta dengan jangka waktu 10, 20, atau 30 hari akan terlihat total pengembaliannya. Meminjam di UangTeman, kamu membutuhkan waktu yang singkat. Berbeda dengan saat meminjam di bank.

Saat saya Mencoba Aplikasi UangTeman
Saat saya Mencoba Aplikasi UangTeman

Namun, hadirnya UangTeman maupun startup fintech lain bukan sebagai kompetitor dengan bank. Karena target market, dan konsepnya berbeda. Jika teman-teman sedang darurat dana, maka bisa pinjam di UangTeman.

Semoga dengan pesatnya startup fintech di Indonesia akan mendorong perekonomian di Indonesia.

10 COMMENTS

  1. Kemajuan dan perkembangan teknologi, mengubah pola pikir dan gaya hidup seseorang maupun perusahaan. Salah satu contohnya ini, UangTeman.com. Bagaimana digital technology dibuat untuk mempermudah urusan.

  2. Ternyata Startup Fintech mulai menjamur ya di indonesia, aku kudet nih. Tapi dilihat dari peluang memang menjanjikan sih, secara skrg hampir semua orang sdh terkoneksi dgn internet dan teknologi, kalau gak mau ketinggalan ya harus ikutin tren yang ada.

  3. Owww banyak juga ya Mas startup fintech yang ilegal ada 227 semoga setelah dirilis oleh OJK ini masyarakat tidak ada yang terjebak lagi sama fintech yang ilegal.

  4. Perkembangan teknologi mengubah cara kita hidup, termasuk dalam kebutuhan untuk meminjam uang. Namun, perlu teliti dalam memilih layanan fintech yang legal dan memiliki izin dari OJK, besarannya pun cukup sesuai kebutuhan untuk meminjam.

  5. Wah mas Robit, makasih penjelasannya. Tapi tetap mesti jeli ya dalam memilih layanan fintech ini. Itu banyak banget yang ilegal, gak diakui OJK. Kucoba download deh, jadi penasaran…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here