Saya akan melanjutkan tulisan tentang “Bagaimana Sih Kehidupan Saya Setelah Menikah?” beberapa waktu lalu. Di tulisan tersebut saya sedikit membahas tentang keuangan. Jika teman-teman sudah membaca pada postingannya pasti sudah tahu bagaimana persiapan saya ketika ingin menikah, melangsungkan pernikahan, dan lain-lain.

Setelah menikah tentunya ada yang berubah dalam hidup saya, bahkan hampir dari semua sisi kehidupan. Mulai dari perilaku, pengelolaan keuangan, kebiasaan, dan lain sebagainya. Menikah seakan membuat saya hidup dari awal lagi.

Saya tidak akan membahas semuanya, tapi akan sedikit membahas tentang mengelola keuangan. Pastinya setiap keluarga memiliki prioritas dan kebutuhan masing-masing, begitu pula dengan keluarga kecil kami. Saya dan istri yang masih sama-sama baru, terus belajar dalam mengelola keuangan.

Perlu teman-teman ketahui bahwa mengelola keuangan untuk pasangan muda itu susah-susah gampang. Karena mindset-nya sudah berbeda dengan saat kita masih lajang. Karena prinsipnya adalah segala pemasukan dari saya maupun istri, dijadikan satu, dan baru dikelola.

Maka saya maupun istri tidak bisa seenaknya dalam hal mengeluarkan uang, apalagi tanpa sepengetahuan satu sama lain. Selama enam bulan menikah, saya dan istri masih terus belajar bagaimana pengelolaan yang tepat untuk rumah tangga kami.

Mengelola Keuangan

Maka kami telah memutuskan siapa yang menjadi ‘menteri keuangan’. Selain itu juga saya ataupun istri harus terbuka dan saling berkomunikasi agar kesulitan atau masalah yang dihadapi bisa ditanggung bersama.

Meski kondisi keuangan keluarga kami tak menentu, tapi kami percaya setiap langkah dan pekerjaan yang kami lakukan pasti akan menghasilkan rezeki. Saya maupun istri percaya bahwa pasti dikasih lebih oleh Tuhan mengenai rezeki.

Begitu pula saat mengelola keuangan. Meski dalam sebulan pengeluarannya masih belum bisa diatur, tapi kami yakin bahwa dengan terus belajar, pasti suatu saat akan menemukan formula yang tepat dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, khususnya saya sendiri sering membaca informasi mengenai industri keuangan, mulai dari investasi, asuransi, dan lain sebagainya.

Berbicara mengenai investasi dan asuransi, saya jadi teringat saat menghadiri workshop yang dilakukan oleh Prudential beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari Jumat, 18 September 2018 di Prudential Center, Kota Kasablanka. Saya dan beberapa teman blogger belajar mengenai investasi dan asuransi.

Himawan Purnama (AVP Head of Product Development - Prudential Indonesia)
Himawan Purnama (AVP Head of Product Development – Prudential Indonesia)

Sebelum membahas semakin jauh, teman-teman di sini apakah sudah tahu tentang asuransi?

Definisi Asuransi

Sederhananya adalah asuransi merupakan perjanjian antara dua pihak. Pihak yang pertama berkewajiban membayar iuran, dan pihak kedua memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran, jika terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama.

Asuransi jiwa memiliki beberapa jenis, misalnya asuransi jiwa tradisional: berjangka, seumur hidup, dwiguna, dan yang saat ini sedang ramai di pasaran adalah unitlink. Perbedaan asuransi jiwa unitlink dengan tradisional adalah asuransi ini memberikan manfaat proteksi dan investasi sekaligus.

Irvan Ferdiawan (AVP Head of Investment - Prudential Indonesia)
Irvan Ferdiawan (AVP Head of Investment – Prudential Indonesia)

Dengan konsep ini, sebagai pasangan muda bisa lebih mudah dalam mengelola keuangan. Karena investasi dan proteksi bisa dilakukan secara bersamaan dalam asuransi jiwa unit link.

Oh ya, sebenarnya dalam berinvestasi itu harus kita lakukan sedini mungkin. Karena jika ditunda-tunda malah tidak akan terealisasi. Pasti banyak yang berpikir bahwa, “ah nanti dulu aja deh, investasinya, kalau sudah memiliki gaji sekian”. Tapi, jika gajinya ternyata sudah di angka yang telah diharapkan, ternyata investasi juga belum dilakukan.

Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk memulai investasi itu ya sedini mungkin. Namun jika sampai saat ini belum melakukan investasi, sekarang inilah waktu yang tepat untuk berinvestasi.

Tentunya dalam berinvestasi harus sesuai dengan kemampuan dan target. Karena kunci utama kesuksesan dalam berinvestasi itu adalah konsisten.

Sekarang, saya dan istri meski baru enam bulan menikah, sudah belajar dan melakukan investasi. Mungkin belum banyak jika dibanding dengan teman-teman lain, akan tetapi kami akan melakukannya secara disiplin. Sebab, masa depan kami masih panjang, dan dengan investasi akan membantu kehidupan kami di masa depan.

#PastiDikasihLebih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here