Saya sepertinya sudah lama gak nulis blog, sebabnya bukan sibuk sih. Mungkin setelah mudik kemarin, dan di kampung tidak membuka laptop sama sekali makanya saya jadi agak canggung lagi bermain laptop. Suatu alasan sih sebenarnya. Malas memang menjadi alasan yang klasik. Duh.

Baiklah, kayaknya gak asik deh kalau menceritakan kemalasanku di blog ini. Nanti dibilang isi tulisan dengan judul tidak nyambung lagi. Nanti malah dibilang hoax.

Ceritanya pada hari Selasa (10/07/18) saya dan beberapa teman dari Blogger Jakarta ikut menghadiri diskusi yang ‘agak berat’ dengan tema “RoadMap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia” diskusi ini diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia. Selain temanya berat, acara diskusinya juga dimulai pagi banget, yakni jam 8 pagi. Wahhh, biasanya masih males-malesan, eh ini sudah mengikuti diskusi.

Yang membuat saya semangat adalah karena narasumber diskusinya keren-keren, ada pengamat dan pakar ekonomi dari UI Pak Faisal Basri, Ketua Umum Gaikindo Pak Yohanes Nangoi, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Pak Harjanto, dan Direktur Perencanaan Korporat PLN Ibu Syofvi Felienty. Pak Chamdan Purwoko selaku Wapemred Harian Bisnis Indonesia didapuk sebagai moderator diskusi. Diskusi ini diselenggarakan di gedung utama PLN kantor pusat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebagai orang awam saya taunya mobil listrik itu ya beberapa tahun lalu ketika lagi booming dengan mobil SMK. Tapi setelah pemberitaan itu kian hari tak muncul lagi, mobil listrik pun juga saya anggap angin lalu saja.

Padahal ya, di negara-negara maju itu  beberapa tahun terakhir ini sedang gencar-gencarnya kampanye pemakaian mobil listrik loh. Perancis, Inggris, dan China adalah negara-negara yang telah berhasil menggunakan mobil listrik. Negara China menjadi negara dengan pangsa terbesar di dunia yang menggunakan mobil listrik.

Penjualan mobil listrik di dunia pun setiap tahunnya terus melonjak. Hal ini menunjukkan bahwa kini mobil listrik telah diminati oleh masyarakat. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh International Energy Ageny, sejak diperkenalkan mobil listrik di dunia 2007-2016, penjualan mobil listrik terus meroket. Pada tahun 2016, di dunia terdapat kendaraan listrik lebih dari 2 juta unit. Di tahun tersebut sebanyak 750 ribu unit di antaranya adalah mobil yang baru dibeli.

Belum cukup sampai di situ, di tahun 2017 penjualannya semakin meroket yakni di angka 1.150.000 unit di seluruh dunia. Negara China tetap yang memimpin penjualan terbesar kendaraan listrik di dunia.

Lalu bagaimana kabarnya dengan Indonesia?

Menurut diskusi yang saya ikuti dan dari pemaparan dari para narasumber, pemerintah harus terus mengupayakan untuk mengembangkan kendaraan listrik dan harus dikomandoi langsung oleh Presiden. Sebabnya pengembangan mobil listrik diperlukan koordinasi dari berbagai lintas lembaga maupun kementerian. Selain itu mobil listrik di masa depan juga menjadi new economy atau ekonomi baru untuk Indonesia.

Diskusi RoadMap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia
Diskusi RoadMap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia (10/7/18)

“Conductor-nya harus Presiden, tidak bisa Menperin (Airlangga Hartarto), tidak boleh Pak Jonan (Menteri ESDM, Ignasius Jonan),” kata Faisal Basri saat memaparkan diskusi.

Selain itu PLN sebagai BUMN harus menyiapkan pasokan energi bagi kendaraan listrik dan harus membentuk anak usaha khusus untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.

Harga mobil listrik saat ini di pasaran memang masih tinggi dan terbilang cukup mahal, yakni sekitar 500-600 juta. Namun dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, bukan tidak mungkin harganya akan turun dan di masa depan masyarakat Indonesia akan beralih dari mobil berbahan bakar ke listrik.

Para Narasumber Diskusi RoadMap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia
Para Narasumber Diskusi RoadMap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia

Waduh, kayaknya terlalu serius ya tulisannya? Hehehe, gapapa ya, karena biasanya tulisan di blog ini curhatan aja. Semoga dengan diskusi tersebut pemerintah bisa lebih cepat dalam menggodok perkembangan mobil listrik. Karena dengan hadirnya mobil atau kendaraan listrik akan mengurangi polusi udara yang sudah semakin merusak lingkungan.

Saya saat mengikuti Diskusi
Saya saat mengikuti Diskusi

Sebenarnya masih banyak banget sih hasil diskusinya, tapi sudah terlalu berat deh kayaknya tulisan ini. Semoga lintas kementerian dan lembaga bisa bekerja sama untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia, ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here