Berbicara mengenai film Idonesia, sepertinya akhir-akhir ini pamornya semakin bagus. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penonton dari tahun ke tahun. Data dari Film Indonesia mencatat bahwa pada tahun 2015 terdapat penonton film Indonesia sebesar 16,2 juta. Namun di tahun 2016 angkanya naik lebih dari 100 persen, yakni mencapai 34,5 juta. Di tahun 2017 angka jumlah penonton film Indonesia meningkat lagi menjadi 40,5 juta.

Di tahun 2018, bakan digadang-gadang sebagai tahun film Indonesia. Kebangkitan tersebut bukan isapan jempol belaka, jika kita melihat munculnya film-film Indonesia. Tak hanya itu saja, selain bermunculannya film Indonesia dari berbagai tema, kini juga terdapat beberapa production house baru yang ikut ambil bagian menyemarakkan perfilman nasional.

Untuk itu hadir Production House XELA Pictures yang mengenalkan film pertamanya berjudul “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal”. Film ini tayang serentak di bisokop tanah air pada 26 Juli 2018.

“Kami melihat potensi penonton film di Indonesia masih sangat besar. Dengan memproduksi film berlatar belakang sejarah, kami pun ingin mengangkat budaya Indonesia ke manca negara termasuk Tiongkok yang menjadi pasar kedua film perdana kami ini”, kata Alexander Sutjiadi, Pemilik XELA Pictures dan Produser Eksekutif Film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’.

Film Stadhuis Schandaal disutradarai oleh Adisurya Abdy, sutradara senior yang dulu pernah menggarap Roman Picisan, Macan Kampus, Ketika Cinta Telah Berlalu, dan beberapa film lainnya. Stadhuis Schandaal merupakan film yang berlatar belakang zaman kolonial yakni pada masa VOC di Batavia namun dikemas dengan gaya kekinian.

Menarik ‘kan, jika melihat tema dan konsep dari Stadhuis Schandaal. Film ini bukan film sejarah, hal ini seperti yang diungkapkan oleh sang sutradara Adisurya Abdy.

“Saya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di jaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal”, jelasnya.

Apa itu Film Stadhuis Schandaal?

Film ini bercerita tentang Fei, mahasiswi Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Budaya yang sedang mengerjakan tugas mengenai Jakarta tempo dulu, atau Batavia. Nah ketika Fei sedang mencari bahan penelitiannya di Kota Tua (Fatahillah), ia didatangi oleh bernama Sara, gadis catik keturunan Belanda-Jepang. Namun tak lama kemudian Sara menghilang di tengah kerumunan pengunjung.

Beberapa hari kemudian, Fei mendatangi gedung Fatahillah (dulu bernama stadhuis) lagi untuk melanjutkan penelitiannya mengenai Batavia. Pada kedatangan kedua tersebut Fei kembali bertemu dengan Sara. Kemudian Fei diajak masuk ke lorong waktu menuju abad 17 (zaman VOC), waktu Gubernur Jan Pietrzoon Coen memimpin Batavia.

Gadis keturunan Belanda tersebut menceritakan kepada Fei mengenai siapa dirinya. Sara membutuhkan Fei untuk menyempaikan fakta masa lalu mengenai skandal yang terjadi di gedung fatahillah. Sara saat itu memiliki hubungan dengan Pieter Cortenhoof, salah satu prajurit dari Gubernur Batavia.

Percintaan Sara dan Pieter yang murni tersebut dituduh sebagai perselingkuhan, yang membuat Pieter dihukum gantung. Dan kemudian Sara dibuang serta dinikahkan dengan orang lain. Padahal cinta keduanya adalah cinta murni, bukan perselingkuhan. Seru banget kan?

Saya saat menghadiri Gala Premiere Film Stadhuis Schandaal
Saya saat menghadiri Gala Premiere Film Stadhuis Schandaal di XXI Metropole Menteng

Tak sampai di situ kok, masih banyak cerita di film Stadhuis Schandaal. Bahkan film ini juga terdapat setting di Shanghai, Cina. Penasaran dengan film Stadhuis Schandaal? Yuk segera tonton di bisokop kesanganmu!

Stadhuis Schandaal Trailer

Untuk membuat kalian penasaran, berikut saya sertakan traliernya. Stadhuis Schandaal tak hanya film percintaan saja, akan tetapi budaya, horor, sejarah menjadi satu. Jadi, segera tonton. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here