Untuk D.O

Hampir setiap hari akhir-akhir ini aku memikirkanmu. Ingin rasanya ngobrol denganmu, apakah via bbm atau telepon. Entah bagaimana rasa seperti ini datang kepadaku. Aku sebenarnya tak mengharapkan ini terjadi, tapi lama-kelamaan rasa penasaran terhadapmu semakin membesar.

Aku sudah mengenalmu mungkin setahun lewat. Tapi rasa yang aku maksud ini muncul sekitar sebulan belakangan ini. Aku terjebak dalam perasaanku sendiri. Aku tak bisa mengendalikan perasaanku. Bener katamu, bahwa hati-hati denganmu, jika terbawa perasaan nantinya susah melupakan. Ah, waktu kamu bicara seperti itu aku hanya bisa tertawa, dan mungkin hanya becandaanmu saja. Ternyata, sekarang aku termakan kata-katamu, aku susah melupakanmu.

Sebenarnya aku ingin menulis tentangmu sudah lama. Tapi tak ada niat keberanian untuk menuliskannya. Dan tentu, aku juga bingung mau menuliskan hal apa.

 

Kamu, perempuan berhijab di ujung sana. Mengertilah, aku akhir-akhir ini memikirkanmu terus. Aku ingin ngobrol denganmu, tapi setiap saat ingin memulai rasanya malu. Kenapa kok kesannya aku yang mengejar-ngejarmu. Aku sudah bilang ke kamu, bahwa jangan cuek. Nyatanya itu hanya berlaku beberapa hari saja, setelah itu balik lagi. Oooh, mungkin aku terlalu berharap terhadapmu. Mungkin juga aku terlalu percaya diri dan mungkin aku terlalu bodoh, mungkin aku kurang peka dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

 

Jika dibilang tidak respons, nyatanya kamu merespons. Hanya mungkin, tidak konsisten saja. Tapi apalah, aku mungkin terlalu percaya diri untuk menyimpulkan semua ini. Entahlah.

Untuk kamu, perempuan berhijab…

Mengertilah, bahwa aku ingin menemuimu. Tapi masalah atau kerikil terus menghalingiku. Entah kamu sedang sibuk dengan kuliah, atau kerjaanmu. Selalu saja ada yang terjadi dan menghalangi. Aku tahu, kamu sedang sibuk-sibuknya dalam hal tugas kuliah dan sejenisnya, karena kamu sebentar lagi akan lulus. Aku paham, tapi aku ingin bertemu sesegera mungkin.

Hambatan-hambatan semakin hari semakin banyak. Situasi dan keadaanlah yang membuat seperti ini. Aku akan terus menunggu hingga waktunya tepat. Kapan dan dimana aku akan menyanggupi. Bukan, bukan. Aku tak sombong dan sok janji, tapi inilah yang ada dalam pikiranku saat ini.

Ada kalanya sabar, pun sebaliknya. Ah, aku ini mimpi tak jelas. Mimpi bertemu, jalan denganmu dan menghabiskan waktu seharian bersamamu.

Aku tak mau menjadi pemujamu. Mungkin kau tak pernah tahu, bahwa aku selalu memikirkanmu. Lebay? Tidak. Aku hanya menuliskan apa yang ku rasakan. Dan seperti inilah perasaanku yang sesungguhnya.

 

Bacalah atau dengarkan lagu ini ya, “Dari Hati” – Club Eighties.

 

Andai enkau tahu

Bila menjadi aku, sejuta rasa dihati

Lama tlah kupendam,

Tapi akan kucoba mengatakan

Ku ingin kau menjadi milikku

Entah bagaimana caranya

Lihatlah mataku untuk memintamu

Ku ingin jalani bersamamu

Coba dengan sepenuh hati

Ku ingin jujur apa adanya

Dari hati

Kini engkau tahu aku menginginkanmu

Tapi takkan kupaksakan

Dan kupastikan

Kau belahan hati

Bila milikku.. oooo

Ku ingin kau menjadi milikku

Entah bagaimana caranya

Lihatlah mataku untuk memintamu

Ku ingin jalani bersamamu

Coba dengan sepenuh hati

Ku ingin jujur apa adanya

Dari hati

Menarilah bersamaku

Dengan bintang-bintang

Sambutlah diriku

Untuk memelukmu

Video “Dari Hati – Club Eighties”

ilusrtasi gambar dari : 1.bp.blogspot.com