Setiap senja mulai larut
rasa dingin menjalar ke tubuh
pikiran ini menuju kenangan kenangan yang indah itu
masa lalu yang manis
malam-malamku tak tenang
aku memikirkan kenangan yang indah
kenapa hatiku merasa tak ikhlas
tak bisa melepasmu
apalagi kalau hujan datang
pikiran jadi melayang-layang
kenangan yang manis itu terasa di depan mata
kalau kata anak muda galau namanya
rintikan air hujan berjatuhan ke tanah
kamu tak henti-hentinya menghantui
ku coba sibukkan diri dengan kegiatan
tapi kamu semakin hadir dalam benakku ini
merdunya hujan telah tertutup
lantaran kupingku mendengar kata-kata yang indah dari bibirmu
selalu meraung-raung
sungguh merdu sekali suaramu
aku tak tahu
sekarang di mana keberadaanmu
pun juga tak tahu
apakah kamu juga merasakan sepertiku.
@RobitMH
Ngawi, Desember 2012.

Leave a Comment