Oleh Robit Mikrojul Huda

Ketika malam mulai hening
Aku sedang menikmati secangkir kopi
Aku melihat cahaya yang berkerubung
Ku coba mencari titik cahaya itu
Akupun berlari dan terus berlari
ternyata cahaya itu sorotan mata Anjing-anjing
Aku melihat bangkai-bangkai di jalanan
bangkai itu dikerubutin anjing
betapa berharganya bangkai itu buat Anjing
tak hanya ada anjing di situ
tikus yang menjijikkan juga ikut menyantap bangkai itu
akupun berhenti
setelah Ku amati bangkai itu
mirip “manusia”
akupun semakin penasaran
ku dekati bangkai itu dan ku terangi dengan korekku
ternyata benar,
bangkai itu bangkai manusia yang busuk
usus dan jerohan bangkai itu
dibuat pesta para Anjing dan Tikus
malam semakin larut
aku masih mengamati malam pesta itu
aku semakin resah
hidungkupun juga sudah tak kuat menahan bau itu
mataku semakin tajam
ku lihat dari titik ke titik
sosok bangkai itu aku sedikit kenal
mataku semakin terbelalak
ternyata bangkai itu adalah
orang yang sering masuk televisi
dulu di Televisi sering bicara soal rakyat
soal kemanusian, menolong sesama
akhir-akhir ini dia terbelilit kasus korupsi
dan tak tahu kabarnya sekarang.

Keesokan harinya ku lihat kabar
sang Koruptor itu mati dirampok dan dibunuh.

@RobitMH
Jakarta, 02 November 2012

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here