Ingat gak kamu ketika di sekolah dulu, utamanya sekolah dasar, para guru sering memberikan pengetahuan mengenai makanan “Empat sehat lima sempurna”?. Bahkan hampir di setiap kelas terdapat poster-poster mengenai slogan tersebut.

Slogan 4 sehat 5 sempurna dipoulerkan oleh guru besar ilmu gizi pertama di Indonesia, yakni Prof. Poerwo Soedarmo pada tahun 1950. Dalam slogan tersebut, makanan pada 4 sehat mengandung 4 sumber nutrisi makanan pokok, yaitu lauk pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu untuk menyempurnakan tersebut.

Namun, saat ini tidaklah cukup dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna. Karena yang dibutuhkan saat ini adalah dengan pola makanan dengan gizi yang seimbang.

Sementara itu untuk menjadi generasi masa depan yang gemilang, ketika ibu sedang hamil harus dipenuhi dengan gizi. Dengan pemenuhan gizi bisa mencegah stunting.

Stunting adalah anak bertubuh pendek atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Stunting bukanlah faktor dari genetik dan stunting bisa dicegah.

World Health Organization (WHO) telah menetapkan gizi balita sebesar 10 persen, namun di Indonesia berada di bawah standar.

Selain stunting, jika anak kekurangan gizi akan berdampak ketika ia tumbuh dewasa akan rentan terkena penyakit seperti jantung koroner, stroke, hepatitis dan lain sebagainya.

Menjaga gizi yang baik selama kehamilan adalah salah satu langkah mencegah dan menghilangkan stunting. Namun langkah ini masih banyak yang belum tahu. Bahkan di masyarakat ada yang beranggapan bahwa stunting adalah karena faktor genetik.

Dengan kondisi di atas, Untuk menyambut Hari Gizi Nasional, PP Muslimat NU bekerjasama dengan Yayasan Abhipara Insan Cendikia Indonesia mengadakan diskusi mengenai gizi dengan tema “Stunting Buruk Tantangan Dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045”.

acara "Stunting dan Gizi Buruk Tantangan Dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045"
acara “Stunting dan Gizi Buruk Tantangan Dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045”

Acara tersebut dilangsungkan pada Selasa, 23 Januari 2018 bertempat di Graha Utama, Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang menghadirkan para pembicara, yakni:

1. Dr. Damayanti Rusli S, SpAK, Phd, anggota UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik PP IDAI
2. Prof. Dr. Dodik Briawan MCN, Ilmu Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga SEAFAST IPB
3. Dra Hj Nur Hayati Said Agil Siradj MA, Ketua Pengurus Harian PP Muslimat NU, dan
4. Siti Masrifah, Anggota Komisi IX DPR RI

Dr. Damayanti Rusli menegaskan bahwa faktor utama yang menyebabkan stunting adalah akibat buruknya gizi pada janin sejak masih dalam kandungan. Ia juga menambahkan permasalahan gizi tersebut juga akan mengganggu perkembangan fisik dan akan mengancam kesehatan anak.

Sedangkan Prof. Dr. Dodik Briwan MCN menjelaskan bahwa diperlukan intervensi gizi kepada masyarakat dalam bentuk edukasi.

“Orang tua harus paham betul kebutuhan nutrisi anak, makanan yang baik dan tidak baik, tidak mudah terpengaruh oleh gaya hidup yang serba instan, serta iklan-iklan produk makanan anak yang kadang menjanjikan hal berlebihan,” papar Prof. Dodik.

Stunting memang mengancam generasi emas mendatang. Namun para orangtua bisa mencegahnya saat dalam kandungan, dengan cara menjaga gizi yang baik, besar kemungkinan di masa mendatang masa depan anak akan cemerlang.

2 COMMENTS

  1. Ibu harus pandai mengolah makanan agar keluarga terjamin kebutuhan nutrisi dan gizinya.sehingga tidak terjadi malanutrisi seperti Stunting dan Obesitas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here