Teman-teman sudah tahu kan jika beberapa tahun belakangan banyak bermunculan startup di dunia maupun di Indonesia. Menurut survei yang dilakukan oleh Jobplanet Indonesia mengatakan bahwa saat ini generasi milenial lebih memilih bekerja di perusahaan startup dibanding dengan perusahaan besar atau perusahaan multinasional.

Beberapa alasan mengapa lebih memilih bekerja di perusahaan startup adalah lebih bebas, dituntut lebih kreatif, kekinian, bebas dalam berpakaian, dan lain sebagainya.

Jika perusahaan zaman dulu mayoritas memiliki peraturan bahwa pekerja pria harus menggunakan kemeja lengan panjang dan celana bahan. Tapi sekarang berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan startup. Karena budaya perusahaan startup membebaskan pekerjanya dalam hal berpakaian. Meski demikian, mereka juga memiliki peraturan-peraturan dan ada batasannya.

Namun apakah jika dibebaskan dalam berpakaian, terus kita bisa sebebas dan seenak sendiri dalam datang ke kantor? Tentunya tidak. Untuk itu saya akan memberikan tips fashion pria yang bekerja di perusahaan startup.

Gaya Rambut

Meski perusahaan startup membebaskan pekerjanya dalam hal gaya rambut, akan tetapi lebih baik kita memotong rambut yang rapih. Rapih bukan berarti harus pendek, tapi gaya rambut yang sesuai dengan bentuk muka dan jenis rambut, hal ini akan terlihat simpel.

Untuk diketahui bahwa saat ini rambut itu salah satu hal penting dalam penampilan. Jangan menyepelekan apalagi tidak memikirikan gaya rambut. Karena saat ini, tak hanya perempuan saja yang menganggap rambut adalah ahkota, pria pun demikian.

Pakaian yang Nyaman

Selanjutnya adalah pakian atau kostum. Dalam hal mengenakan pakaian itu harus pintar dalam menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Memang benar bahwa perusahaan startup sebagian besar membebaskan para pekerjanya dalam berpakaian. Akan tetapi bebas bukan berarti kamu bisa mengenakan apa saja sesuasi dengan keinginan. Yang terpenting adalah kenakan pakaian senyaman mungkin.

Apa sih pentingnya pakaian nyaman? Pakaian yang nyaman itu bisa menambah percaya diri. Selain itu adalah, pakaian juga menjadi salah satu cerminan diri kita. Bagaimana kita dalam berpakaian akan dilihat oleh orang lain.

Oh ya, dalam berpakaian juga harus bisa mengatur celana maupun baju. Jangan sampai kamu dalam berpakaian tidak nyambung. Penginnya ingin berpenampilan keren dan kekinian, tapi tidak cocok untuk model badan kamu. Yang terpenting dari pakaian adalah pakai senyaman di badan, agar pekerjaan tidak terganggu.

Dalam hal berpakaian memang harus bisa memadu-padankan. Jika kamu salah, penampilanmu akan kurang maksimal.

Pilih Sepatu yang Tepat

Selanjutnya adalah sepatu. Pemilihan sepatu sangat penting sekali dalam dunia pekerjaan. Baik startup maupun perusahaan yang mengharus pekerjanya mengenakan sepatu formal.

Untuk itu, ketika kamu ingin mengneakan sepatu harus sesuai dengan situasi dan kondisi. Misalnya kamu ingin meeting atau presentasi ide dengan petinggi-petinggi startup, CEO, CTO, CFO, dan lain sebagainya. Usahakan kamu dalam berpakaian serta dalam menggunakan sepatu harus tepat.

Misalnya kamu mengenakan kemeja lengan panjang, celana bahan, dan sepatu pantofel. Kok rapih? Memang benar. Karena tak selamanya pekerja startup itu harus mengenakan celana jeans dan kemeja flannel. Poinnya adalah kamu tidak boleh sampai salah kostum. Jika kamu salah kostum akan membuat minder diri sendiri.

Sepatu pantofel pria saat ini sudah banyak jenis dan macamnya, maka kamu bisa memilih sesuai dengan yang kamu inginkan. Oh ya dalam memilih sepatu pantofel pria juga harus disesuaikan dengan gasper atau ikat pinggang. Ketika kamu membeli sepatu pantofel pria berwarna hitam, maka saat dikenakan, lengkapi dengan ikat pinggang berwarna hitamjuga. Begitu pun jika kamu mengenakan ikat pinggang berwarna coklat, kamu harus mengenakan sepatu pantofel berwarna coklat.

Bagi para pekerja startup, sepatu pantofel itu juga penting. Maka teman-teman harus memiliki setidaknya dua sampai tiga pasang sepatu pantofel.

Itulah tiga tips agar penampilan kerjamu di perusahaan startup lebih kece dan kekinian. Tapi dari semua itu, yang terpenting adalah dalam memilih fashion sebisa mungkin yang nyaman di badan. Begitupula saat memilih sepatu pantofel pria, harus yang sesuai dengan kamu dan situasi maupun kondisi.

Sebab jika kamu salah dalam berpakaian, maka akan mengurangi rasa percaya diri. Satu lagi, lawan bicara atau orang lain juga akan memandang kamu agak sedikit aneh. Tapi jika kamu mengenakan pakaian dan sepatu yang tepat, orang lain akan lebih segan kepada kamu.

Semoga dengan adanya pembahasan ini, teman-teman yang saat ini berkecimpung di dunia startup lebih paham dan mengerti. Oh ya, jika teman-teman ingin menambahkan tips selain di atas, bisa di kolom komentar ya.

21 COMMENTS

  1. Gaya rambutnya kayak apa nih hehe…start up kayak orang entertainment tv, radio juga periklanan. Dinamis pokoknya. Casual always tapi tidak menghilangkan sisi profesional mereka.

  2. Kayaknya enak ya kerja di start up, bisa berpakaian lebih fashionable dan kekinian. Oh iya, kalau pakaiannya casual mungkin sepatu pantofelnya lebih yang pas adalah sepatu kulit yang modelnya casual juga ya, Mas?

  3. Ngomongin soal penampilan memang gak ada habisnya. Btw zaman milenial kayak sekarang ini memang beda kayak zaman dulu. Ya biasanya kalau start up memang memiliki aturan yang bebas soal pakaian. Eh tapi bebas rapi dan sopan lho ya hehe

  4. Aku paling susah kalo beliin sepatu pantofel buat suami. Tadinya buat kejutan atau hadiah. Eh, suka salah pilih. Jadinya, kudu bareng dia. Walopun kerja kantoran, dia emang kurang suka pantofel. Dia lebih suka yang casual.

  5. Benar bangat Mas, kerja di startup pun tetap harus perhatikan penampilan, dan penampilan yang OK dari ujung rambut sampai ke ujung kaki itu bukan hanya bikin kita nyaman tapi juga bikin kita makin percaya diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here