Kini minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun, masih banyak orang yang ‘takut’ dengan kopi, sebabnya bisa membuat sakit lambung. Padahal sudah ada obat untuk solusi sakit maag.

Berbicara dengan minum kopi, saya sudah menikmati minuman ini sejak masih kecil. Hal ini karena dipengaruhi oleh keluarga saya, terutama dari bapak. Bapak adalah seorang peminum kopi ulung. Setiap pagi, di meja makan kami sudah tersedia secangkir kopi buatan ibu.

Tak hanya di pagi hari saja, akan tetapi siang dan malam pun juga tersedia secangkir kopi hitam. Kopi sudah menjadi bagian dari keluarga kami.

Saya masih ingat betul mengenai kopi saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Ibu saya dulu membuka warung kecil-kecilan. Jadi hampir setiap hari, Ibu pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan warung. Terkadang saya sering diajak untuk menemaninya ke pasar.

Saat di pasar tersebut, Ibu sering membeli biji kopi mentah. Nah biji kopi ini oleh Ibu akan disangrai dan dibuat menjadi bubuk kopi secara tradisional. Saya pernah menuliskan mengenai kopi buatan Ibu.

Melanjutkan lagi mengenai cerita tentang kopi. Seperti yang sudah sedikit saya ceritakan di atas, bahwa Bapak adalah penikmat kopi ulung. Perilaku ini ditiru atau diwariskan kepada ketiga anakya, yakni saya dan kedua kakak saya.

Saya sering meminum kopi bapak saya. Misalnya jika masih ada setengah cangkir yang belum diminum, akan kami seruput habis. Terkadang malah dulu-duluan antara saya dan kedua kakak saya.

Hingga saya tumbuh dewasa dan sekarang sudah tidak seatap dengan bapak dan ibu, saya maupun kedua kakak masih mewarisi dengan menjadi penikmat kopi. Kopi adalah salah satu minuman wajib di keseharian kami.

Meski kopi telah menjadi bagian dari hidup keluarga kami. Tapi masih banyak orang di luar yang menganggap kopi sebagai minuman pemicu asam lambung. Selain itu juga kopi dijadikan ‘kambing hitam’ sebagai penyebab penyakit maag. Padahal, tudingan tersebut masih belum sepenuhnya benar.

Hal tersebut saya ketahui ketika beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari Kamis, 27 September 2018 saya dan teman-teman blogger menghadiri acara #NikmatiHarimu dengan tema “Cerita di Balik Barista” di Liberica, Jakarta. Acara ini mendatangkan langsung barista profesional yakni Muhammad Aga. Aga, panggilan akrabnya adalah pemenang Indonesia Barista Championship 2018.

Muhammad Aga Indonesia Barista Championship 2018
Muhammad Aga Indonesia Barista Championship 2018 saat ngobrol tentang kopi dan Barista, pekerjaannya.

Hari itu Aga bercerita tentang kopi dan pekerjaannya sebagai barista sampai tuntas. Menurut Aga, jika kamu ingin menikmati kopi tanpa sakit asam lambung, kamu bisa memilih kopi dengan tingkat keasaman yang rendah. Sebab, kopi itu memiliki tingkat keasaman masing-masing. Misalnya kopi Bali adalah kopi dengan tingkat keasaman yang tinggi.

Aga juga menjelaskan bahwa cara memilih kopi agar tidak membuat sakit lambung adalah dengan melihat expired date, roasting date (jangan minum atau memilih kopi yang baru saja di-roasting), dan lain sebagainya.

Muhammad Aga saat meracik kopi
Muhammad Aga saat meracik kopi

Pemikiran di masyarakat memang masih kuat, bahwa kopi adalah sebagai minuman pemicu sakit lambung, apalagi bagi yang memiliki maag. Hal ini memang bisa jadi benar, karena kandungan kafein yang ada pada kopi bisa menyebabkan meningkatnya produksi asam dan peradangan pada lambung. Akan tetapi, hal ini sebenarnya tidak terlalu menjadi persoalan jika teman-teman tahu atau bisa mencegah maag.

Solusi sakit maag perlu diketahui agar kita bisa menikmati hari sambil minum kopi tanpa ada rasa takut atau was-wasan akan kena maag. Salah satu solusi tersebut bisa dengan minum Promag. Karena memang Promag ahlinya lambung.

Promag, Solusi Sakit Maag
Promag, Solusi Sakit Maag

Berbicara soal Promag, saya akan menjelaskan beberapa hal agar teman-teman lebih tahu. Promag memiliki beberapa keunggulan yang harus kamu ketahui, di anataranya adalah: Formula hydrotalcite, bekerja cepat atasi maag dan melindungi lebih lama. Karena hydrotalcite membantu membentuk lapisan dinding lambung, sehingga mengurangi rasa nyeri karena asam lambung.

Selain itu dari uji klinis dan survei juga menyebutkan bahwa Promag memang efektif untuk mengobati sakit maag. Bukan hanya itu saja, Promag juga mudah didapatkan di berbagai toko di sekitar rumah. Beberapa keunggulan lainnya adalah harga obat ini sangat terjangkau untuk kantong setiap bahkan untuk semua lapisan masyarakat, dan Promag juga mudah dibawa ke mana-mana. Simpel, bukan? Oh ya, saat ini Promag memiliki 2 jenis, yakni Promag cair dan tablet.

Kembali lagi soal kopi, saya sebagai penikmat kopi, merasa terbantu jika sewaktu-waktu sakit maag saya kambuh. Memang dari beberapa tahun terakhir, tepatnya di bangku menengah atas, saya memiliki maag. Hal ini karena pola makan saya yang tidak teratur.

Pola makan yang tidak teratur ini juga berlanjut ketika saya sudah lulus dari sekolah, dan merantau di Jakarta. Ketika merantau, saya lebih parah lagi mengenai jadwal waktu makan. Terkadang jam 2 siang baru makan, makan malam yang terlalu larut, dan lain sebagainya.

Kehidupan seperti di atas saya lakukan sudah bertahun-tahun, bahkan hampir sepuluh tahun. Namun, beberapa waktu terakhir, ketika saya sudah menikah, pola makan saya agak lebih baik dibanding dengan sebelumnya.

Sekarang pola makan saya dijaga oleh istri. Karena saya selalu diingatkan untuk makan, dan apalagi jika di akhir pekan, saya bisa makan lebih dari tiga kali. Pun dengan saat menikmati kopi. Ketika belanja bulanan, saya selalu pesan kepada istri bahwa jangan lupa untuk membeli kopi.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here