Hampir dua minggu saya tidak update blog kesayangan ini. Nah kebetulan sedang libur kerja, saya akan cerita sedikit tentang masa-masa kecil saya. Kebetulan sedang musim hujan, maka dari itu saya akan bercerita waktu hujan di masa kecil saya. Kita tarik waktu ke belasan tahun silam.

Hujan dalam bahasa jawa adalah udan. Apa hubungannya? Tidak ada! Jika sore hari sedang hujan deras sekali maka yang saya lakukan dengan teman-teman saya adalah hujan-hujan atau bermain bola. Hujan-hujan ini yang dimaksud adalah, sengaja main hujan. Biasanya saya dan teman-teman berlari mengitari beberapa sawah atau kampung tetangga hingga menjelang sholat magrib tiba.

Main hujan di masa kecil saya adalah hal yang sangat biasa, karena kami anak desa tak takut dengan air hujan yang katanya bisa menyebabkan sakit. Yang kami atau saya takutkan ketika main hujan sesorean adalah dimarahin ibu. Alasan sangat simpel, yaitu baju saya sedikit. Jadi untuk ganti tidak ada gantinya. Karena tahu sendiri kan, musim hujan adalah musuh utamanya ibu-ibu ketika pagi selesai mencuci kemudian siangnya datang hujan, dan jemurannya belum sempet diangkat. Taek dan bikin greget jika menemui hal seperti ini.

Biasanya saya kalau main hujan, seperti yang saya sebut di atas selain main bola adalah lari-lari mengitari sawah atau ladang dan juga sampai kampung sebelah. Mungkin bisa dihitung jaraknya adalah lima kilometer lebih. Namun hal seperti itu tak membuat saya dan teman-teman capek. Kami jika lari-lari mungkin ada 7-10 orang. Sangat menyenangkan sekali.

Lari-lari tersebut tak memakai alas kaki alias kaki telanjang A.K.A nyeker. Begitulah kami melakukan aktivitas jika hujan datang pada sore hari. Kegiatan tersebut saya lakukan dalam rentang masih di sekolah dasar.

Di musim hujan seperti ini, saya kok kadang-kadang pengen sekali lompat dari rumah dan bermain air hujan. Menikmati setiap tetes yang mengenai tubuh saya. Saya akan bermain air hingga saya kecapekan dan tak ada orang yang mengganggu aktivitas saya tersebut. Betul kata orang, masa-masa indah nan mulia itu kita punyai saat masih anak-anak. Jika sudah dewasa seperti sekarang, sudah sibuk dengan memikirkan dunia. Entah dunia apa yang dipikirkan.

Hujan adalah berkah dari Tuhan. Dan untuk memungkasi tulisan yang singkat ini, saya akan membagikan sebuah video yang asik untuk kalian. Tonton video ini sembari kalian menunggu hujan reda.

EFEK RUMAH KACA – Desember

Slalu ada yang bernyanyi dan berelegi

Dibalik awan hitam

Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini

Menanti seperti pelangi

Setia menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember

Di bulan Desember

Sampai nanti ketika hujan tak lagi

Meneteskan duka menetas luka

Sampai hujan memulihkan luka

Aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember

Di bulan Desember

Karena aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember

Di bulan Desember

Seperti pelangi setia menunggu hujan reda