Saya beberapa minggu ini beli beberapa hosting dan domain di penyedia layanan domain dan hosting di Indonesia yang berbeda. Saya ingin merasakan bagaimana caranya si seller memperlakukan pembelinya. Ternyata ya, penjual di Indonesia itu apalah-apalah. Dalam websitenya mengatakan online chat 24/7 kenyataannya saya buka obrolan, lebih dari satu jam baru dibales. Semuanya offline, dari berbagai divisi.

Dear digital marketer Indonesia, kalau tidak bisa konsisten dengan slogan “Online 24/7” ya jangan dipasang segede gaban di webnya. Dalam hal penyajian saja sudah abai. Lantas bagaimana dengan produknya? Mungkin tipu-tipu juga. Mungkin loh ya..
Padahal ya, saya kirim obrolan itu sekitar pukul 08.00 WIB. Pagi bro! Jika di malam-malam hari bagaimana nasibnya. Digital marketer di Indonesia ini masih kalah jauh dibanding penjual online dari luar. Misal godaddy.com saya baru chat beberapa detik langsung dibales. Dan inget, jawaban pertama itu tidak copast.

Kalau di Indonesia kan misal; selamat pagi ibu, saya tono bla bla bisa saya bantu” kalau tidak ya cuman “Pak atau Bu”-nya yang diganti. Sialan banget kan? Padahal ketika kita mau buka obrolan online kan mereka menyediakan form nama, terus apa gunanya itu? Tepok jidat saya.

e-commerce di Indonesia semakin membludak. Dari anak SMP, Karyawan, Ibu Rumah Tangga, dan lainnya berbondong-bondong membuat toko online. Tapi, please deh nek, mbokya jadi penjual yang bagus dan bener.

Kalau belum siap buka toko, ya jangan buka dulu. Pembeli akan kapok dan gak mau beli lagi di toko Anda. Mau balik beli lagi gimana? Lhawong beli pertama kali saja kesannya sudah mengecewakan kok, masak suruh beli lagi. prek dan mbelgedes kalau seperti itu.

Dear digital marketer, maumu apa to? Untung sebanyak-banyaknya kan? Ya jangan membohongi pelanggan, eh pembeli nding. Kalau pelanggan kan sudah beli berkali-kali. Setiap satu pembeli kabur, dan tak balik lagi, otomatis si pembeli itu koar-koar di kalangan temannya bahkan di sosial media, bahwa toko anda jelek dan info negatif lainnya. Kan bangke kalau seperti ini. Bunuh diri kalau jualan macam itu.

Maka, jika mau jualan online. Mbok ya yang jujur dan beretika. Siapapun pembeli itu, adalah raja. Mau beli dengan nominal tinggi atau rendah sekalipun. Ingat, dunia online itu berbeda dengan offline. Jika di offline hanya mulut dari mulut, tetapi jika di online dua-duanya. Mulut iya, dunia maya iya.
Jika Anda bohong, maka tak akan lama lagi dalam hitungan hari toko Anda akan tutup. Ini bukan tentang kekecewaan saya saja, tetapi ini jeritan hati dari pembeli online di Indonesia. Tak hanya domain-hosting, tetapi hampir semua produk yang dijual online. Mulai dari produk gadget, pakaian, perhiasan dan lain sebagainya.

Kita tarik sedikit kesimpulan; bahwa dagang online di Indonesia ini sangat menjanjikan pasarnya. Karena masyarakat di Indonesia tingkat konsumsinya sangat tinggi. Maka dari itu, kalau mau jualan ya yang lurus-lurus saja, mengikuti aturan dan jangan bohong. Sebab, pedagang atau wirausaha yang sukses dimulai dari kejujuran. Tabik!

Sumber gambar darimoewius.de