Mulai bulan Oktober 2023, saya mencoba konsisten dan fokus bikin konten di TikTok pribadi. Awalnya sebenernya ada challenge dari Digitalic, founder dan co-founder harus standout di media sosial. Memiliki personal branding. Entah personal brandnya seperti apa. Intinya visibility-nya ada di media sosial.
Program ini dijalankan selama 3 bulan. Mulai pertengahan September hingga awal Desember 2023. Saat pertama mencoba, saya fokus di Twitter atau X, dan membahas yang berkaitan dengan politik. Ternyata, saya baru nyoba semingguan, respons-nya kurang (terlalu gampang menyerah?).
Setelah gak dapet respons yang bagus, saya pindah ke TikTok, tentu ini bukan di akun personal. Tapi, mencoba bikin media. Sampai tulisan ini dibuat, saya masih membuat kontennya. Bikin copy dan desain. Meski kontennya hanya desain, bukan video.
Tapi, ada yang lebih menarik lagi. Saya iseng-iseng bikin 1 konten tentang KPR di akun personal. Kontennya bahas mengenai pencapaian saya bisa melunasi KPR dalam waktu 4 tahun. BOOM! Meledak. Lebih dari 70 ribu views. Saya ingat, itu bikin konten langsung edit di aplikasi TikToknya langsung. Hanya bikin copy beberapa kalimat. Ya, 4 Oktober 2023. Saya FYP di TikTok. Hehehe.
Saat FYP, sorenya saya langsung bikin 2 konten lagi yang berkaitan dengan KPR. BOOM, konten kedua malah viewsnya tiga kali lipat dibanding FYP pertama. Sejak saat itu, saya menjadi kecanduan bikin konten di TikTok yang berkaitan dengan KPR. Meskipun bukan bidang pekerjaan dan bukan spesialisasi saya, tapi saya malah gak bingung dan pusing bikin kontennya. Karena spontan dan tanpa script. Lebih ke sharing dari pengalaman saat menjalani KPR.
Jadi, harapannya saya bisa dikenal masyarakat TikTok yang bikin konten berkaitan KPR. Sebenernya ini bisa dibilang konten kecelakaan. Padahal, awalnya personal brand saya gak itu. Tapi, udah kepalang tanggung. Nanti juga akan saya sisipkan mengenai pekerjaan saya setiap hari, dan tentunya juga dengan Digitalic.






Leave a Comment