Sebelum saya menikah, dulu saya tidak pernah memikirkan biaya bulanan listrik. Karena saya tinggal bersama keluarga, jadi hal-hal seperti bayar listrik dan berapa yang harus dibayarkan setiap bulannya, saya tidak tahu sama sekali.

Waktu baru menikah dan kami menyewa rumah di daerah Kebayoran Lama, saya masih belum begitu memikirkan bayar listik bulanan. Karena saya mendapat sewa rumah sudah termasuk biaya listrik. Jadi pemakaian saya setiap bulan menghabiskan berapa, saya tidak begitu paham.

Namun keadaan itu telah berganti. Hal ini karena beberapa waktu lalu, yakni sekitar empat bulan, saya dan istri memutuskan untuk pindah rumah.

Seelah sekian lama mencari rumah, akhirnya kami mendapatkan rumah untuk disewa. Rumah yang saya sewa lebih lega dan lebih nyaman lagi. Namun harga bulanannya juga lebih mahal disbanding dengan sebelumnya. Selain itu untuk biaya listrik dan air juga harus bayar sendiri.

Nah semenjak pindah rumah (bisa dibaca di sini), saya jadi lebih tahu mengenai pembayaran listrik setiap bulannya. Meski kami tidak menggunakan banyak peralatan yang berhubungan dengan kelistrikan, akan tetapi setiap bulannya kami harus menyiapkan atau beli voucher sekitas 150 sampai 200 ribu.

Bagi saya yang sebelumnya tidak memikirkan betul mengenai listrik bulanan, ternyata lumayan juga biaya yang harus saa bayarkan. Karena saya dan istri lebih banyakdi rumah, dan bekerja di rumah, mungkin membuat tagihan listrik setiap bulannya semakin besar.

Jika dihitung-hitung, dalam satu tahun kami bisa menghabiskan sekitar 2,4 juta untuk pengeluaran listrik. Mungkin angka yang relatif kecil, jika dibanding dengan keluarga-keluarga lain di luar sana. Karena memang di rumah kami tidak memakai banyak peralatan. Nonton televisi pun jarang.

Saya dan istri bisa dibilang berhemat listrik. Namun jika dijumlahkan dalam setahun ternyata lumayan juga ya pengeluaran untuk biaya listrik. Terkadang saya berpikir, ada gak sih alternatif lain mengenai penggunaan listrik.

Kebetulan banget beberapa waktu lalu saya diajak untuk belajar mengenai energi terbarukan. Seru kan? Bagaimana dan seperti apa sih? Baca sampai habis ya tulisan ini.

Jadi pada hari Selasa, 30 Oktober 2018 saya bersama teman-teman Blogger mendapat kesempatan untuk belajar mengenai energi terbarukan di kantor Aldebaran Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan.

Pada kesempatan ini, saya dan teman-teman Blogger mengenal mengenai Baran Energi. Sebelum lebih jauh, saya aka berikan sekilas mengenai Baran.

Victor Wirawan CEO dan Owner PT Aldebaran Rekayasa Cipta
Victor Wirawan CEO dan Owner PT Aldebaran Rekayasa Cipta

Aldebaran Indonesia
Perusahaan ini memiliki 3 bisnis utama, di antaranya adalah Baran Power, Baran EV, dan Baran Cube. Ketiganya memiliki jenis dan manfaat yang berbeda.

Victor Wirawan CEO dan Owner PT Aldebaran Rekayasa Cipta saat menjelaskan mengenai Baran Energy
Victor Wirawan CEO dan Owner PT Aldebaran Rekayasa Cipta saat menjelaskan mengenai Baran Energy

Baran Powerwall
Baran Powerwall adalah energy storage yang bisa digunakan untuk di rumah maupun bisnis. Baran Powerwall memiliki spesifikasi sebagai berikut:

Usable Capacity : 8800Wh
Scalable : up to 4 (depend on inverter capabilty)
Battery : Based on lithium ion technology, fully managed and liquid cooled.
Dimension
Width : 1000 mm
Length : 600 mm
Height : 200 mm

Nah Baran Powerwall bisa kita gunakan untuk di rumah dengan desain yang simpel. Jadi dengan memakai baran powerwall ini, kita tidak lagi bayar listrik bulanan seperti cerita saya di atas.

Baran Powerwall
Baran Powerwall

Sebab Baran Powerwall bisa menyimpan energi dari cahaya matahari atau bisa disebeut dengan solar panel. Menurut Pak Victor Wirawan, Owner sekaligus CEO dari PT Aldebaran Rekayasa Cipta mengatakan bahwa Baran Powerwall membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam untuk mengubah cahaya matahari ke listrik yang bisa digunakan untuk di malam hari.

Dengan menggunakan Baran Powerwall kita bisa lebih berhemat energi karena tidak memerlukan bahan fosil untuk menggunakan energi listrik. Seperti namanya, Baran Powerwall bisa ditempel di dinding. Baran Powerwall ini bisa digunakan sampai 20 tahun mendatang. Sangat menghemat bukan?

Baran Cube
Baran Cube dibuat oleh ahli profesional, dan digunakan dalam skala besar seperti area perindustrian, area perkebunan, dan real estate.

Baran Cube
Baran Cube

Bahkan menariknya lagi adalah, menurut Pak Victor, ia saat ini telah mendesain kawasan hunian yang di dalamnya sudah menggunakan Baran. Bisa dibilang kawasan yang hemat energi. Konsep ini sudah dikerjakan dan beberapa waktu ke depa akan diluncurkan.

Baran EV (Electric Vehicle)
Untuk yang jenis ini sangat menarik. Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Baran adalah dengan menciptakan mobil listrik. Baran EV memanfaatkan teknologi terbaru di motor listrik dan baterai pak. Jadi Baran EV merupakan mobil super menggunakan tenaga listrik.

Mobil Listrik dari Aldebaran Indonesia
Mobil Listrik dari Aldebaran Indonesia

Nah sudah mulai tahu kan tentang Aldebaran Indonesia. Oh ya, berbagai inovasi yang dilakukan Baran itu semuanya hasil karya anak bangsa. Menurut Pak Victor, teknisi dan pekerjanya adalah para pemuda yang memang ahli di bidangnya.

Dengan adanya inovasi dari Baran, di masa depan masyarakat di Indonesia tidak akan bayar listrik bulanan seperti yang telah kita lakukan saat ini. Semua tidak ada yang tidak mungkin, bukan?

Oh ya, jika teman-teman ingin tahu lebih lengkap, bisa menuju ke:
Website: www.baran-energy.com
Instagram: @baranenergy dan @victorwirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here