Menonton band tampil secara langsung adalah salah satu support fans/penggemar secara nyata. Saya adalah orang yang jarang melihat konser band-band secara langsung, tapi saya akui band yang sering saya tonton langsung adalah Endank Soekamti. Postingan saya tentang Endank Soekamti yang lain bisa dilihat disini. Band yang digawangi oleh Erix, Dory dan Ari ini membuat saya ketagihan menontonnya. Sebelum menonton langsung, saya sering dengerin lagu-lagunya dari handphone saya, ketika saya masih sekolah. Band yang satu ini bisa dibilang untuk jadwal gigsnya padat dan selalu eksis untuk urusan panggung.
Saya lahir dan besar di kota kecil Ngawi. Sewaktu saya masih tinggal di kota itu, Endank Soekamti sering ada jadwal main di kota saya dan sekitarnya. Diantaranya adalah kota saya sendiri Ngawi, Sragen, Solo dan Madiun. Jika band itu sedang ada gigs di kota tersebut, maka saya dan teman-teman saya selalu hadir dan ikut bernyanyi bersama. Di kota saya tinggal dulu, banyak juga penggemar Endank Soekamti. Kamtis Ngawi sebutannya, tapi saya tak bergabung dengan mereka hingga sekarang. Saya sampai lupa berapa kali melihat Endak Soekamti secara langsung.
Kamis malam (4/6) di Lapangan Pacuan Kuda Pulomas, Pulo Gadung Sound Sations mengadakan sebuah acara. Endank Soekamti salah satu band pengisinya. Maka saya pastikan hadir untuk menontonnya, bernyanyi bersama, moshing sampai tenaga habis.
Dengan mars kamtis, Endank Soekamti naik ke atas panggung. Para kamtis ikut menyanyi mars tersebut. Sekitar pukul 20.50 mereka naik panggung. Bau Mulut menjadi lagu pembuka mereka, lagu lawas pikir saya. Dilanjut masih dengan lagu lawas mereka yang lain yaitu Anak Nakal, dua lagu itu adalah lagu di Album pertama mereka, Kelas Satu. Suasana menjadi penuh-sesak di depan panggung, yang dipenuhi oleh para Kamtis yang berasal dari berbagai kota.Lumayan lama juga Endank Soekamti bermain, kurang lebih ada 45 menit dengan membawakan 12 lagu. Luar Biasa, Maling Kondang, Parangtritis, Satria Bergitar, Masih Merdeka, Angka 8, Syubidu, Semoga kau di neraka, Long Live my family dan lagu terakhir Selamat tahun baru. Akhir-akhir ini, lagu Selamat tahun baru menjadi lagu pamungkas setiap penampilan Endank Soekamti.
Saya selalu suka dengan lagu Angka 8, lagu yang menggambarkan sebuah persahabatan yang indah dan ringan.
Sahabat sejati selalu di hati
Teman untuk selamanya
Sungguh kau memang tak pernah jera
Kau selalu ada walau tanggal tua
Sungguh kau memang keras kepala
Sering aku salah tapi kau mengalah
Senangmu tawaku
Dukamu tangisku
Sahabat sejati selalu di hati
Teman untuk selamanya
Saat ku sedang banyak masalah
Kau tak pernah lelah
Dengar keluh kesah
Kita seperti angka delapan
Selalu nyambung terus
Tak pernah terputus
Senangmu tawaku
Dukamu tangisku
Sahabat sejati selalu di hati
Teman untuk selamanya
Senangmu tawaku
Dukamu tangisku
Sahabat sejati selalu di hati
Teman untuk selamanya
Teman untuk selamanya
Teman untuk selamanya

Pada akhirnya Endank Soekamti adalah band idola saya dari dulu, sejak SMP hingga sekarang. Dan mereka tak pernah berubah walaupun semakin terkenal dan semakin kaya, eh!! Maap loh mas-mas ganteng. Tapi tetep kok, mereka selalu njogjani kok, maksudnya ramah dan selalu menjadi keluarga bagi kami, kamtis family.





Leave a Comment