Wajib baca bagi yang punya kartu kredit.

Jika di postingan sebelumnya saya memberikan tips agar pengajuan kartu kredit disetujui, kini saya akan sedikit memberikan tips bagi pemegang kartu kredit (card holder/CH).

Kartu kredit adalah kartu yang bisa dikatakan sakti. Ia simpel sekali. Maksudnya adalah di dalam kartu tersebut terdapat limit (saldo) dan bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi. Ngertilah, pastinya kalian semua. lanjut ke inti saja.

Begini, beberapa bulan terakhir ini banyak nasabah pemegang kartu kredit yang kena tipu. Modusnya sangat beragam dan berbeda-beda.

Saya akan memberikan salah satu contoh penipuan yang marak terjadi akhir-akhir ini. Kronologinya sebagai berikut, anda (CH) dihubungi oleh seseorang yang ngakunya dari pihak bank. Dan si penelpon (penipu) tersebut memberikan iming-iming hadiah sebuah voucher hotel kepada CH. Lantas, setelah si CH mau dan si penipu tersebut menyambangi Anda, entah di kantor, ataupun di rumah. Sampai disini, belum ada masalah.

Hingga, si penipu ini datang dan memberikan apa yang dijanjikan yaitu berupa voucher hotel dan (ada juga tongsis). Memang benar, bahwa si penipu menepati janjinya untuk memberika hadiah. Lalu, dengan dalih pengaktifan kartu atau apalah-apalah, kemudian kartu Anda digesek! Yup, digesek di depan anda dan anda kemudian tandatangan di struck yang keluar dari mesin EDC. Dalam hal ini, bahwa Anda berarti menyetujui atas transaksi yang barusan Anda gesek. karena ya itu tadi, digesek dengan sepengatahuan Anda, dan ada tandatangan.

Memang kelihatan biasa. Tapi, lihat dulu. Penipu dalam hal ini sudah mempersiapkan amunisi untuk tipuannya sukses. Yaitu, dengan dia membawa mesin EDC sendiri, dan juga kadang dengan kemampuan ilmu hipnotis. Untuk yang terkahir ini masih bisa dipersebatkan.

Ketika kartu anda digesek dengan dalih apapun, maka terjadilah transaksi dan langsung otomatis terbaca di bank yang anda pakai. Untuk transaksinya sih macam-macam, ada yang sekali gesek senilai 5 juta, ada yang 3 juta. Bervariatif. Mudah sekali kan, sekali gesek si penipu mendapatkan berjuta-juta. Bahkan ada juga yang digesek sebanyak dua kali. Mungkin penipunya kurang puas kali ya.

Namun untuk kasus ini kebanyakan si penipu mencari mangsa kepada orang-orang yang baru pegang kartu kredit. Maksudnya adalah, bener-bener baru dalam dunia kartu kredit. Bisa dibilang masih awam. Jika sudah yang berpengalaman, pasti tahulah modus-modus yang diterapkan oleh penipu. Karena, penipu di sini sangat ahli dan profesional.

Begini, untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara, jangan terlalu percaya dengan telepon yang mengaku dari bank. Ya intinya, waspada dalam memberikan data kepada orang lain. Selanjutnya adalah, jika memperlihatkan kartu Anda kepada orang lain, jangan sampai nomor 3 digit di belakang kartu sampai ketahuan. Ngerti kan maksud saya. Dan juga, kalo misal Anda sedang belanja dan membayar di kasir, hati-hati lah, jangan sok-sokan ditinggal.

Kemudian yang paling penting juga adalah, jika anda transaksi online. Misal beli barang apa gitu, lihat dulu baik-baik toko online-nya jangan asal transaksi. Paling tidak lihat dulu sejarahnya toko tersebut. Terpercaya atau tidak. Karena, banyak sekali sindikat kartu kredit di dunia maya. Hackers bebas berkeliaran dan pokoknya hati-hati dan waspada untuk hal semacam ini.

Kalo ditelepon dan menegatasnamakan bank apalah-apalah, lihat baik-baik. Yah, secara garis besar kartu kredit itu memudahkan kita, tapi kalo tidak bijak memakainya, Anda sendiri akan rugi. Bagi saya, sangat menguntungkan mempunyai kartu kredit, dan enak sekali. 😀

Jika ada yang perlu ditanyakan bisa komen di bawah, atau hubungi saya di sini

 

Sumber foto dari : wisatajogjamurah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here