Beberapa waktu terakhir, terdapat berita yang mengatakan bahwa; bank jika tidak mau ditinggal oleh nasabahnya harus berinovasi dan beralih ke digital. Rasanya memang benar sih, karena jika kita melihat industri keuangan saat ini di Indonesia banyak yang bermunculan startup financial technology (fintech).

Maka jika tidak bergerak dengan cepat dan dinamis, bukan tidak mungkin bank akan tergilas oleh startup atau oleh bank yang sudah berinovasi ke digital. Yang bisa membuat bank atau lembaga keuangan bertahan adalah dengan menuju ke digital. Atau bisa juga dengan kerjasama dengan startup fintech. Memang benar, beberapa lembaga keuangan  sudah sadar dengan pentingnya inovasi ke arah digital. Tapi jumlahnya belum signifikan.

Menurut data dari Tech in Asia, pada tahun 2017, tren startup di Indonesia, yang paling menonjol adalah startup kategori fintech. Untuk itu, lembaga keuangan di Indonesia yang masih kaku dengan perkembangan dunia digital, segera untuk berinovasi.

Perkembangan teknologi semakin cepat. Jika masih kaku dan melakukan itu-itu saja, maka akan digilas oleh zaman. Startup fintech di satu sisi adalah ancaman bagi perbankan, tapi di sisi lain adalah bisa menjadi mitra kerjasama. Tinggal bagaimana sudut pandang kita melihat.

Lembaga keuangan di Indonesia harus lebih cepat dalam membaca tantangan zaman. Bukan hanya ke ranah digital saja, tapi diimbangi dengan kinerja dan prestasi yang baik.

Untuk itu, Bisnis Indonesia kembali mengadakan Bisnis Indonesia Financial Award 2018 (BIFA), guna memberikan penghargaan atau apresiasi terhadap perusahaan industri keuangan di Indonesia.

Saya bersama teman-teman dari Blogger Jakarta, diundang untuk menghadiri malam penghargaan Bisnis Indonesia Financial Award 2018 di Raffles Hotel, Ciputra World 1, Jakarta. Acara diselenggarakan pada Senin, 27 Agustus 2018.

Saya dan teman-teman Blogger Jakarta
Saya dan teman-teman Blogger Jakarta

Bisnis Indonesia Financial Award 2018 (BIFA) memberikan penghargaan kepada industri keuangan di tiga kategori perusahaan; perbankan, asuransi, dan multifinance. Penghargaan ini berdasarkan dari efisensi dan kinerja terbaik selama tiga tahun terakhir.

BIFA tak hanya memberikan apresiasi, akan tetapi dengan adanya BIFA, bisa mendorong lembaga keuangan seperti bank, asuransi, dan multifinance berkontribusi lebih besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Saya saat menghadiri Bisnis Indonesia Financial Award 2018 di Raffles Jakarta
Saya saat menghadiri Bisnis Indonesia Financial Award 2018 di Raffles Jakarta

Malam Penghargaan Bisnis Indonesia Financial Award 2018

Acara dibuka dengan sambutan oleh Hariyadi Sukamdani selaku Presiden Komisaris PT Jurnalindo  Aksara Grafika (Penerbit Harian Bisnis Indonesia), dilanjut dengan sambutan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Menkominfo Rudiantara saat memberikan sambutan di Bisnis Indonesia Financial Award 2018
Menkominfo Rudiantara saat memberikan sambutan di Bisnis Indonesia Financial Award 2018

Menkominfo mengatakan bahwa saat ini industri keuangan digital sedang bergerak cepat, maka para lembaga industri keuangan harus merespons dengan baik. Rudiantara juga menambahkan bahwa pada tahun 2030, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Selain itu, akan terdapat consuming class sebanyak 135 juta orang.

“Ini masalah waktu. Siapa yang bisa memastikan dia [industri keuangan] adalah perusahaan terbesar. Yang menang yang paling banyak nasabahnya,” katanya.

Acara selanjutnya adalah pemaparan kategori, serta proses penjurian yang telah dilakukan pada BIFA 2018, Sigit Pamono ditujuk sebagai ketua dewan juri.

Nah jika teman-teman sudah tahu latar belakang dan tujuan diadakannya Bisnis Indonesia Financial Award, saatnya saya merangkum nama-nama perusaahaan yang mendapatkan penghargaan BIFA 2018.

Para Pemenang Bisnis Financial Award 2018

Bisnis Indonesia memberikan penghargaan kepada industri finansial di Indonesia seperti perbankan, asuransi, dan multifinance. Penghargaan ini dengan beberapa kategori dan penilaian tertentu. Misalkan di multifinance adalah dari kinerja terbaik dan efisiensi. Lalu untuk perusahaan asuransi adalah dari kinerja terbaik, total aset, pendapatan premi. Dan untuk kategori perbankan adalah dari buku, perbankan syariah, dan pembangunan daerah. Serta yang terakhir adalah CEO terbaik dari masing-masing 3 lembaga keuangan.

The Best Performace Multifinance Kategori Aset

  • PT Globalindo Multi Finance kategori aset di bawah 2,5 Triliun
  • PT BCA Finance kategori aset 2,5 hingga 10 triliun
  • PT Federal International Finance, kategori aset di atas 10 triliun

The Best Performace Insurance Company Kategori Aset Total

  • PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia kategori aset di bawah 8 trilun
  • PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG kategori aset 8 – 25 triliun
  • PT Prudential Life Insurance, kategori aset di atas 25 triliun

The Most Efficient Insurance kategori Pendapatan Premi

  • PT Meritz Korindo Insurance kategori premi di bawah 450 Miliar
  • PT AIG Insurance Indonesia kategori premi 450 miliar hingga 1,5 Triliun
  • PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia kategori premi di atas 1,5 triliun

The Most Efficient Bank kategori bank buku

  • PT Bank Kesejahteraan Ekonomi kategori bank buku 1
  • PT Bank Jasa Jakarta kategori bank buku 2
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk kategori bank buku 3
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kategori bank buku 4

The Most Efficient Bank Kategori Bank Syariah

  • PT Victoria Syariah

The Most Efficient Bank kategori Bank Pembangunan Daerah

PT Bank Maluku Utara (Malut)

The Best Performace Bank kategori Bank Buku

  • PT Bank Kesejahteraan Ekonomi kategori bank buku 1
  • PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk kategori buku 2
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk kategori buku 3
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk kategori buku 4

The Best Performace Kategori Bank Syariah

  • PT Bank Mega Syariah

The Best Performace kategori Bank Pembangunan Daerah

  • PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (SULUTGO)

The Most Innovative Product Syariah

  • PT BNI Syariah

The Highly Commited Company in Social Responsibility

  • PT BNI Life Insurance

The Best CEO 2018

  • Roni Haslim ( PT BCA Finance)
  • Prihantoro (PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia)
  • Kartika Wirdjoadmodjo (PT Mandiri (Persero) Tbk)
Para pemenang di Bisnis Indonesia Bisnis Financial Award 2018 bersama Menkominfo dan Direktur PT JAG
Para pemenang di Bisnis Indonesia Bisnis Financial Award 2018 bersama Menkominfo dan Direktur PT JAG

Semoga dengan penghargaan dari Bisnis Indonesia Financial Award, para pemenang bisa berkontribusi lebih baik terhadap perekonomian di Indonesia. Selain itu juga membuat kinerjanya lebih bagus lagi. Penghargaan ini juga bisa memotivasi perusahaan lain yang belum memnangkan bisa berlomba untuk mendapatkan penghargaan BIFA di tahun mendatang.

Bukan hanya itu saja, perusahan di industri keuangan segera bekerjasama dengan pihak-pihak fintech, agar digital economy di Indonesia berjalan dengan baik.

***

Oh ya, dalam Bisnis Indonesia Financial Award 2018 kemarin, saya juga sempat foto bersama Rudiantara.

Saya bersama teman-teman Blogger Jakarta foto bersama Menkominfo di Bisnis Indonesia Financial Award 2018
Saya bersama teman-teman Blogger Jakarta foto bersama Menkominfo di Bisnis Indonesia Financial Award 2018

Sekali lagi, selamat kepada para pemenang semoga Industri keuangan di Indonesia lebih baik lagi demi kesejahteraan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here